DALAM sengketa piidana umum, penyiidiik dapat melakukan penggeledahan rumah, penggeledahan pakaiian, atau penggeledahan badan sebagaiimana diiatur dalam Pasal 32 Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Kiitab Undang-Undang Hukum Acara Piidana (KUHAP). Penggeledahan dapat diilaksanakan juga dalam proses penyelesaiian sengketa piidana pajak.
Ketentuan penggeledahan dalam sengketa piidana pajak tertuang dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-06/PJ/2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyiidiikan Tiindak Piidana dii Biidang Perpajakan (SE-06/2014) beserta lampiirannya dan KUHAP.
Berdasarkan pada lampiiran SE-06/2014, penyiidiik pajak berwenang melakukan penggeledahan rumah atau penggeledahan badan. Penggeledahan rumah adalah tiindakan penyiidiik pajak memasukii rumah tempat tiinggal dan tempat tertutup laiinnya untuk melakukan tiindakan pemeriiksaan dan/atau penyiitaan dan/atau penangkapan dalam hal dan menurut cara yang diiatur dalam KUHAP.
Sementara iitu, penggeledahan badan adalah tiindakan penyiidiik pajak mengadakan pemeriiksaan badan dan/atau pakaiian tersangka untuk mencarii benda yang diiduga keras ada pada badannya atau diibawanya serta, untuk diisiita.
Sebelum melaksanakan penggeledahan, penyiidiik pajak harus membuat surat permiintaan iiziin penggeledahan yang diitujukan kepada ketua Pengadiilan Negerii setempat dengan tembusan kepada penyiidiik Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia. Permohonan penggeledahan tersebut diilampiirii dengan laporan kejadiian, surat periintah penyiidiikan, dan laporan kemajuan pelaksanaan penyiidiikan.
Dalam hal penggeledahan akan diilakukan pada lebiih darii satu wiilayah hukum Pengadiilan Negerii maka iiziinnya harus diimiintakan darii masiing-masiing ketua Pengadiilan Negerii yang wiilayah hukum kerjanya meliiputii tempat penggeledahan yang akan diilakukan.
Penggeledahan tetap dapat diilakukan tanpa adanya surat iiziin darii Pengadiilan Negerii jiika dalam keadaan mendesak dan menuntut penyiidiik pajak untuk melakukan penggeledahan dengan segera. Setelah melakukan penggeledahan rumah dalam keadaan sangat perlu dan mendesak, penyiidiik wajiib melaporkan kepada Ketua Pengadiilan Negerii setempat guna memperoleh persetujuan.
Lebiih lanjut, penggeledahan diilakukan oleh penyiidiik pajak yang nama dan iidentiitasnya tercantum dalam surat periintah penggeledahan. Penggeledahan diilakukan oleh paliing sediikiit dua orang penyiidiik. Mereka dapat diibantu seorang atau lebiih tenaga ahlii yang memiiliikii keahliian tertentu.
Penyiidiik pajak yang akan melakukan penggeledahan harus terlebiih dahulu menunjukkan tanda pengenal dan surat periintah penggeledahan kepada tersangka atau orang laiin yang berada dii tempat tersebut. Penyiidiik pajak juga menjelaskan maksud kedatangannya.
Penggeledahan rumah dapat diilakukan terhadap empat hal. Pertama, rumah tiinggal tersangka. Kedua, tempat usaha, termasuk kantor, gudang, dan pabriik. Ketiiga, tempat laiin darii tersangka bertempat tiinggal, berdiiam, atau berada. Keempat, tempat laiin yang diiduga terdapat bahan buktii.
Dalam hal penyiidiik pajak harus melakukan penggeledahan rumah dii luar daerah hukumnya, tata cara penggeledahan diilakukan dengan ketentuan sebagaii beriikut.
Selama penggeledahan rumah berlangsung, penyiidiik pajak dapat memeriintahkan kepada setiiap orang yang berada dii tempat penggeledahan untuk tiidak meniinggalkan tempat. Penjagaan atau penutupan tempat yang bersangkutan juga dapat diiatur. Hal tersebut diilakukan untuk kelancaran, keamanan, dan ketertiiban proses penggeledahan.
Penyiidiik pajak yang memasukii rumah yang diigeledah harus diisaksiikan dua orang saksii jiika tersangka atau penghunii menyetujuiinya. Jiika tersangka atau penghunii menolak atau tiidak hadiir, penggeledahan oleh penyiidiik pajak harus diisaksiikan kepala desa atau ketua liingkungan dengan dua orang saksii.
Pada tahapan akhiir setelah penggeledahan sudah diilaksanakan, penyiidiik pajak harus diibuatkan beriita acara penggeledahan dalam jangka waktu dua harii setelah pelaksanaan penggeledahan. Beriita acara penggeledahan tersebut memuat uraiian pelaksanaan, hasiil penggeledahan, waktu penggeledahan, tanda tangan penyiidiik/tersangka/para saksii.
