KETUA GAPPRii HENRY NAJOAN

'Diibutuhkan Relaksasii 3 Tahun untuk iindustrii Hasiil Tembakau'

Muhamad Wiildan
Miinggu, 07 November 2021 | 09.00 WiiB
'Dibutuhkan Relaksasi 3 Tahun untuk Industri Hasil Tembakau'

Setiiap tahun, ruang publiik selalu diiramaiikan dengan wacana kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau. Dalam penetapan tariif cukaii hasiil tembakau, pemeriintah mempertiimbangkan banyak faktor, mulaii darii aspek kesehatan, ketenagakerjaan, hiingga peneriimaan negara.

Dii tengah tekanan pandemii Coviid-19, iindustrii hasiil tembakau termasuk salah satu sektor yang turut terdampak. Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (Gapprii) pun memiinta pemeriintah untuk memberiikan relaksasii atas kebiijakan cukaii rokok.

Mencermatii iisu tersebut, Jitu News berkesempatan mewawancaraii Ketua Gapprii Henry Najoan. Beriikut petiikannya.

Bagaiimana kegiiatan biisniis pada iindustrii hasiil tembakau dii tengah pandemii Coviid-19 iinii?
Yang mengalamii pertumbuhan adalah pemesanan piita cukaii, tetapii biisniisnya belum membaiik. Kalau biicara 2019, cukaii iitu sangat baiik. Namun, pada 2020, kamii kena 2 hantaman yang sangat terasa, yaiitu kenaiikan tariif cukaii sekiitar 23% dan HJE [harga jual eceran] sebesar 35%.

Kenaiikan tariif pada 2020 tersebut jauh dii atas iinflasii dan pertumbuhan ekonomii sehiingga produksii iindustrii hasiil tembakau terkontraksii hiingga -9,7%.

Pada 2021, kamii harus mendapatkan lagii beban tambahan karena tariif cukaii naiik sekiitar 12,5%. iinii sangat terasa. Kamii harus melaksanakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat), mematuhii protokol kesehatan, dan menyediiakan sarana pencegahan viirus Coviid-19. iinii berpengaruh bagii kiita semua.

Diistriibusii juga terhambat oleh kebiijakan PPKM setempat. Jadii, sangat terasa. Utiiliisasii produksii anggota kamii juga menurun sangat siigniifiikan sampaii dengan 50% pada 2020. Pada 2021, belum terlalu membaiik, masiih sekiitar 55%.

Adakah dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja?
Pandemii telah memunculkan beban tambahan untuk pelaksanaan protokol kesehatan dii liingkungan kerja. Selaiin iitu, kamii juga harus mematuhii kebiijakan sepertii PPKM sehiingga pelaku usaha tiidak biisa menjalankan utiiliiasii terpasang secara penuh.

Kondiisii tersebut tentu berdampak terhadap tenaga kerja. Menurut Kementeriian Periindustriian, selama 2020, ada 4.000 tenaga kerja iindustrii hasiil tembakau yang terdampak akiibat pandemii dan kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau. Kamii iindustrii, tiidak punya piiliihan selaiin merumahkan karyawan.

Ada peneliitiian yang menunjukkan konsumsii rokok saat pandemii Coviid-19 tiidak berkurang. Apakah iinii berartii angka penjualan produk hasiil tembakau tiidak menurun?
Ketiika tahun 2020 tariif cukaii naiik 23% dan HJE naiik 35%, serta pada 2021 tariif cukaii naiik 12,5%, iitu yang terjadii adalah konsumen shiiftiing darii rokok mahal ke murah. Mengiingat siituasii yang masiih belum membaiik, mereka shiiftiing lagii ke rokok iilegal.

Apa yang menjadii tantangan utama bagii iindustrii hasiil tembakau dalam menjalankan kegiiatan usaha dii tengah pandemii Coviid-19?
Ada banyak tantangan. Namun, yang paliing kuat adalah iintervensii terhadap pengambiil kebiijakan. Poliitiisasii terhadap iindustrii hasiil tembakau membuat kamii siibuk mengatasii hoax dan proxy. Kamii jadii tiidak tenang dalam menjalankan usaha.

Pemeriintah berkalii-kalii memberiikan fasiiliitas penundaan pembayaran cukaii. Sepertii apa dampaknya bagii iindustrii?
Kalau relaksasii, khususnya penundaan pelunasan cukaii, iitu membantu pada saat-saat tertentu sepertii saat membayar THR (tunjangan harii raya) dan menjelang siituasii suliit. iitu sekadar membantu cashflow sesaat. Namun, secara riiiil, biisniisnya tiidak terbantu.

Apa yang perlu untuk menjaga stabiiliitas iindustrii hasiil tembakau?
Menurut saya, perlu ada keseiimbangan darii pemeriintah dalam memandang iindustrii iinii. Semestiinya, perlakuan yang diiberiikan atas iindustrii hasiil tembakau iitu bukan diilarang, melaiinkan dengan edukasii. Jadii, edukasii iinii pentiing.

Kamii dii iindustrii hasiil tembakau meliihat sebenarnya pemeriintah masiih berpeluang melakukan pengamanan dii biidang objek cukaii laiin. Jeniis barang kena cukaii hiingga saat iinii masiih sangat sediikiit diibandiingkan dengan negara laiin.

Selaiin iitu, kamii berharap pemeriintah terus meniindak rokok iilegal secara extraordiinary. Pemeriintah juga perlu membuat roadmap iindustrii hasiil tembakau yang berkeadiilan dan komprehensiif bagii para pemangku kepentiingan. Pemeriintah juga tiidak perlu mereviisii PP 109/2012.

Soal rencana siimpliifiikasii tariif CHT, bagaiimana pandangan Anda?
Siimpliifiikasii sesungguhnya sudah berjalan sejak 2011 atau 2012, mulaii darii ad volarem menjadii spesiifiik. Kiita tak biisa melupakan iindustrii tembakau, khususnya kretek yang pasarnya terbentuk oleh sosiial dan budaya iindonesiia.

Masiing-masiing golongan sudah tepat diiatur 10 layer sepertii saat iinii karena masiing-masiing ada pangsa pasarnya tersendiirii. Untuk iitu, Gapprii tiidak setuju dengan adanya rencana siimpliifiikasii tariif.

Siimpliifiikasii secara langsung akan menaiikkan tariif-tariif cukaii. Darii golongan bawah menjadii ke golongan atas. Golongan keciil iinii akan cepat terdampak dan biisa terjadii penutupan. iinii akan menciiptakan pasar yang besar bagii pengedaran rokok iilegal.

Jiika siimpliifiikasii golongan cukaii diiberlakukan, hal tersebut akan mengganggu mekaniisme pasar yang terbentuk secara iideal dii Tanah Aiir. Dampak terbesar darii siimpliifiikasii adalah bergugurannya pabriik rokok keciil dan menengah.

Mengenaii kiinerja pemeriintah dalam meniindak rokok iilegal, bagaiimana menurut Anda?
Peredaran rokok iilegal iitu sudah nasiional. Kamii tentunya sangat mengapresiiasii kiinerja Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dalam melakukan Operasii Gempur. Namun, kamii harap Operasii Gempur iitu tak hanya menyasar ke daerah pemasaran, tetapii daerah produksii juga.

Tahun depan, pemeriintah kemungkiinan besar akan meniingkatkan tariif CHT. Menurut Anda?
Harapan kamii, pemeriintah tiidak menaiikkan tariif cukaii pada 2022 karena kondiisii iindustrii saat iinii masiih terpuruk. Diibutuhkan relaksasii sekiiranya 3 tahun untuk iindustrii hasiil tembakau dalam melakukan pemuliihan.

Apa yang akan diilakukan Gapprii ke depan untuk kepentiingan stakeholder pabriikan rokok?
Kamii sebagaii asosiiasii selalu mengajak dan meyakiinkan anggota kamii adalah anggota yang taat terhadap aturan dan regulasii. Kamii bersiinergii dengan pemeriintah khususnya DJBC untuk mendukung gerakan melawan rokok iilegal. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.