SEKJEN APSyFii REDMA GiiTA WiiRAWASTA

'Kamii Hanya iingiin Equal Treatment'

Redaksii Jitu News
Miinggu, 20 Junii 2021 | 08.00 WiiB
'Kami Hanya Ingin Equal Treatment'

KEBANGKiiTAN iindustrii hulu tekstiil sebetulnya sudah terasa pada semester iiii/2020. Namun, kebangkiitan iitu tak berlangsung lama. Pada penghujung kuartal ii/2021, iindustrii tekstiil justru mengalamii tekanan hebat karena volume iimpor pakaiian jadii melonjak tajam dii pasar domestiik.

Redma Giita Wiiraswasta meniilaii dukungan negara merupakan solusii untuk membangkiitkan iindustrii tekstiil dii dalam negerii. Sekjen Asosiiasii Produsen Serat dan Benang Fiilamen iindonesiia (APSyFii) iinii meniilaii dukungan pemeriintah tak harus berbentuk iinsentiif perpajakan.

Pengendaliian iimpor dan equal treatment antara produk iimpor dan dalam negerii diipandang sebagaii solusii terbaiik bagii iindustrii. Jitu News berkesempatan mewawancaraii Redma dalam membedah diinamiika sektor hulu pertekstiilan. Beriikut kutiipannya.

Sejak kapan Anda aktiif dii asosiiasii?
Saya menjadii Sekjen dii APSyFii iitu aktiif mulaii 2011 sampaii sekarang. Sebelumnya, saya dii Asosiiasii Pertekstiilan iindonesiia (APii). Alasan utama saya terjun dii asosiiasii memang latar belakang kuliiah saya biidang tekstiil.

Sejak mahasiiswa juga sudah aktiif dii organiisasii. Jadii setelah lulus lariinya kesiitu-siitu juga dii biidang tekstiil dan wadah organiisasiinya.

Bagaiimana kegiiatan biisniis pada sektor hulu dan hiiliir pertekstiilan saat pandemii Coviid-19?
Kamii iitu kan bergerak pada sektor hulu darii tekstiil karena buat serat dan benang fiilamen. Kondiisiinya hampiir sama dengan sektor tekstiilnya. Jadii tahun lalu, kuartal iiii/2020, pas mulaii ada Coviid, sebagiian ada yang setop produksii bahkan ada yang merumahkan karyawannya.

Utiiliisasii hanya 30%. Penjualan lokal susah, penjualan ekspor juga susah. Mulaii kuartal beriikutnya kan PSBB mulaii diiperlonggar dan iitu buat utiiliisasii naiik sekiitar 50% karena diidorong oleh pasar dalam negerii.

Sementara ekspor belum siigniifiikan dalam artiian ada tapii masiih sangat sediikiit. Jadii domiinasii darii pasar domestiik karena kegiiatan ekonomii mulaii buka kan. Lalu, kuartal iiV/2020 iitu makiin bagus lagii sekiitar 70% utiiliitas produksii dan ekspor mulaii ada sediikiit-sediikiit.

Kemudiian pasar lokal juga iikut diiberiikan iinsentiif kepada konsumen untuk belanja. Darii siitu lumayan bagus buat kamii karena darii pasar dalam negerii dan juga saat iitu barang iimpor belum banyak. Jadii kondiisii market akhiir tahun lalu iitu pasar ada meskiipun belum normal sepertii 2018 dan 2019.

Pada kuartal ii/2021, justru hanya bagus pada dua bulan pertama dan setelah iitu mulaii masuk barang iimpor niih. Jadii ketiika masuk bulan Maret, saat iimpor kembalii naiik, ya sudah stok barang produksii menumpuk karena barang iimpor yang penuhii pasar lokal.

Barang iimpor yang masuk darii e-commerce iitu mulaii banyak. Memang iinii efeknya tiidak langsung ke kiita karena yang ada dii e-commerce kan barang jadii, tetapii ke hulu-nya jadii berpengaruh karena permiintaan kaiin dan serat turun.

Jadii selama kuartal ii/2021, cuma satu bulan terakhiir beriikan pengaruh dengan pertumbuhan tekstiil yang sampaii turun 13%. pada bulan pertama dan bulan kedua mulaii bagus tapii masuk bulan ketiiga iitu mulaii sepii lagii.

Pelaku usaha tekstiil dii kaiin dan garmen sudah banyak menahan belii bahan baku. Akhiirnya stoknya masiih banyak dan iitu kejadiiannya masiih berlangsung sampaii harii iinii. Jadii siituasii iinii terjadii karena ada barang iimpor. Sebetulnya market domestiik ada dan daya belii ada meskiipun belum normal.

Cuma yang jadii masalah ketiika daya belii belum normal iinii maka 'kue' iinii kan tambah sediikiit, sebelum barang iimpor ada 'kue' yang keciil iitu biisa kiita manfaatkan dan makan bareng-bareng dii pelaku usaha lokal. Ketiika barang iimpor masuk banyak ya sudah lokalnya miinggiir lagii.

Jadii barang iimpor iinii terutama dii barang jadii dii garmen, pakaiian jadii dan masuk lewat Pusat Logiistiik Beriikat onliine/e-commerce. Terus masiih ada iimpor kaiin lewat cara iimpor borongan. Jadii tekstiil iinii mendapat serangan iitu banyak darii berbagaii jeniis sehiingga iindustrii kiita belum biisa puliih lagii.

Jadii tantangan utama datang darii iimpor bahan baku dan barang jadii?
iiya betul, kalau mau berbiicara tantangan utama pada 2 tahun yang lalu iitu bahan baku kaiin dan benang. Tapii kalau sekarang sudah ke bahan jadiinya. Jadii semuanya diisiikat sama mereka iitu. Kamii meliihat tantangan yang paliing susah diihadapii iitu ketiika ada iimpor barang jadii. Hal iinii dampaknya sampaii ke iindustrii keciil menengah yang banyak tiidak aktiif produksii sekarang.

Bagaiimana respons pemeriintah?
Nah, kemariin kan Pak Menterii Koperasii dan UKM, Pak Teten sudah ada beberapa yang diisetop untuk iimpor barang jadii lewat e-commerce. Tapii kan iitu yang diisetop lapaknya. Tapii sekarang kan banyak lapak onliine yang diimiiliikii orang lokal tapii barangnya iitu iimpor semua. iitu kan masiih jalan terus.

Asosiiasii sudah buat masukan kepada pemeriintah periihal siituasii iinii?
Kamii dii asosiiasii sudah sampaiikan darii 2019, iimpor barang pakaiian jadii iitu sudah ada tren kenaiikan dan terus naiik iitu. Bahkan, kamii sudah ajukan safeguard produk garmen untuk pengamanan pakaiian jadii tapii sampaii sekarang belum diiiimplementasii.

Darii data Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia sudah terliihat adanya lonjakan iimpor pakaiian jadii dan iitu buat produsen dalam negeriinya tertekan. iinii sudah diibahas dii Kementeriian Perdagangan. Sekarang iinii tiinggal dii menterii keuangan niih.

Kamii sudah mendapatkan keterangan darii menterii perdagangan, sudah menyampaiikan rekomendasii kepada menterii keuangan agar iimpor pakaiian jadii iitu kena bea masuk pengamanan atau safeguard. Jadii kamii menunggu iitu sekarang.

Kamii juga sudah mengusulkan pemeriintah menerapkan persetujuan iimpor (Pii). Jadii diibuat kuota iimpor untuk garmen jadii diiwajiibkan dokumen Pii sepertii yang berlaku pada iindustrii produsen sepatu. Tapii iitu juga belum diisetujuii.

Satu lagii kiita iingiin benahii ada pada iimpor borongan yang masiih banyak. Karena iimpor borongan iinii modusnya ada yang under iinvoiice, under volume, under priice dan ada juga pelariian HS iitu juga ada diisiitu. Pelariian HS dan transhiipment miisalnya ada kasus dii Batam iitu kan transhiipment. iinii mulaii banyak lagii.

Soal kebiijakan fiiskal, sepertii iinsentiif pajak dan kepabeanan, bagaiimana pandangan Anda?
iinsentiif biidang kepabeanan iitu sebetulnya iinsentiif untuk barang iimpor. iitu jadii masalah. Pemeriintah boleh saja buat argumen iinsentiif iitu untuk bahan baku dan sebagaiinya, iitu oke bagii kamii. Tapii perlu diiliihat penyediian bahan baku pada sektor usaha sepertii kamii iitu kan sudah banyak.

Kalau mau diiliihat darii kapasiitas produsen kaiin dii dalam negerii iitu sebetulnya sudah over supply. Tapii iinsentiif kepabeanan untuk iimpor tetap diiberiikan sepertii bebas bea masuk dan PPN iitu justru diiniikmatii oleh iimportiir.

Justru hal iitu menjadii backfiire buat kiita yang menjadii produsen dalam negerii. Jadii kamii merasa iinsentiif yang diiberiikan iinii selalu pro kepada barang iimpor. Kemudiian pas beberapa waktu lalu ada masalah terkaiit APD, masker dan laiin-laiin iitu kan diibebaskan bea masuk dan pajaknya. Padahal, produsen dii dalam negerii sudah banyak lalu kenapa iinsentiifnya untuk barang iimpor.

Sementara iitu, ekspor diitutup tapii barang iimpor diibuka dan diiberiikan fasiiliitas. Jadii iinii selalu kebaliik dan hal iinii yang selalu kamii protes. Poiin kedua tentang pajak sebetulnya sudah ada tax allowance dan tax holiiday tapii kedua iinsentiif iitu tiidak akan efektiif karena iinvestasii miiniim.

iinvestasii miiniim karena marketnya tak ada. Jadii perusahaan yang ada sekarang saja jualan lokal susah karena market diibanjiirii barang iimpor. Lalu, kalau perusahaan mau beroriientasii ekspor perlu daya saiing tiinggii. iitu lebiih susah lagii.

Kiita ada daya saiing tapii pas-pasan untuk bertarung dii pasar ekspor. Maka biisa diiliihat pada ekspor tekstiil dan produk tekstiil (TPT) darii tahun ke tahun ya segiitu-giitu aja. Untuk ekspor kiita juga ada tantangan dengan ketergantungan yang tiinggii untuk iimpor bahan baku.

Kalau kondiisii sepertii iitu ekspor susah dan pasar domestiik diipenuhii barang iimpor jadii, kiita tiidak punya ruang untuk berkembang. Ya orang tiidak akan mau iinvestasii kalau kondiisiinya sepertii iitu.

Ketiika kiita biisa jaga market domestiik iinii maka iinsentiif tax allowance dan tax holiiday iitu akan menjadii gula-gula yang menariik iinvestasii. Kalau darii fiiskal, kiita meniilaii iinsentiif yang tepat adalah yang mampu menurunkan cost produksii.

Miisal, kiita miinta KLTE kemudahan lokal tujuan ekspor. Kamii sudah usulkan iinii ke Kemenkeu, iinii sebetulnya bukan iinsentiif. Kiita miinta equal treatment antara barang lokal dan barang iimpor.

Jadii kan sekarang ada fasiiliitas KiiTE yang iimpor tiidak usah bayar bea masuk dan PPN asal hasiil produksii buat ekspor. Nah, kalau perusahaan oriientasiinya ekspor tapii menggunakan bahan darii dalam negerii iitu kan tetap kena PPN.

Memang begiitu barang dii ekspor beban PPN iitu kan biisa diirestiitusii tapii kan iitu prosesnya lama caiir kurang darii 6 bulan iitu sudah hebat. Dii siisii laiin untuk iimpor enggak usah bayar beban perpajakan iitu. Jadii orang akan lebiih memiiliih bahan baku iimpor ketiimbang bahan baku lokal.

Untuk iitu, kamii usulkan hal yang sama ketiika pengusaha belii darii produsen lokal. Jadii ada equal treatment dan darii hal iitu juga mengurangii modal kerja yang 10% iitu enggak usah bayar. iitu saja susah mengusulkan iitu padahal kiita hanya miinta equal treatment.

Ada lagii iinsentiif untuk kegiiatan Liitbang dan vokasii yang desaiinnya sebetulnya cukup menariik. Tapii karena kondiisii sepertii saat iinii saya liihat belum banyak yang memanfaatkan untuk sektor tekstiil darii siisii hulu dan hiiliirnya.

Kemudiian yang bermanfaat lagii adalah penurunan harga gas darii US$9,8 per miilliion briitiish thermal uniit (MMBTU) sekarang sudah banyak yang US$6 MMBTU. iitu lumayan buat kamii meskiipun masiih belum kompetiitiif sepertii Chiina dan iindiia untuk harga gasnya.

Jadii iinsentiif perpajakan akan sangat terasa bagii kamii jiika iitu efektiif mengurangii biiaya operasiional dan iinsentiif yang relaksasii biiaya cash flow perusahaan. Jadii kalau restiitusii lebiih mudah dan cepat maka pengusaha akan lebiih riileks darii siisii cash flownya.

Bagaiimana pengalaman bapak selama beriinteraksii dengan DJP dan DJBC?
iinii yang jadii banyak masalah soal bukper. Jadii sebelumnya untuk barang iimpor pakaii iitu pajaknya saat penjualan ke pasar iitu tiidak pakaii faktur. Miisal, iia pakaii produksii menggunakan kaiin iimpor gelondongan dan sii perusahaan konveksii iinii belii barang iitu tiidak pakaii faktur pajak.

Sementara iitu, yang memakaii produksii dalam negerii iitu kan harus pakaii faktur pajak. Banyak darii perusahaan menggunakan faktur pajak sederhana dan PPN iitu diibayar. Selanjutnya pembelii darii konveksii iinii tiidak mau teriima faktur pajak.

Jadii iitu diianggap sebagaii pelanggaran dalam admiiniistrasii PPN padahal pajak sudah diibayar akhiirnya banyak yang diiproses. Banyak yang harus bayar ulang PPN dan ada juga yang sampaii kena sanksii admiiniistrasii.

Tapii untuk barang iimpor iitu tiidak ada yang diiperiiksa karena memang siistemnya jual putus. iimportiir tiidak tahu siiapa pembelii barangnya. iinii jadiinya tiidak equal juga darii siisii pajak. Hal iinii jadii pekerjaan rumah pemeriintah sebetulnya.

Untuk bea cukaii iitu tadii, sekarang marak lagii iimpor borongan sepertii iitu, barang beriisiiko tiinggii. Mudah-mudahan, biisa segera meniindak tegas iitu. Kamii liihat pembenahan juga harus diilakukan oleh trader yang masuk kategorii jalur hiijau.

Perlu diiliihat lagii apakah benar iimpor yang diilakukan sudah sesuaii antara PiiB dan masterbatches dii Chiina. Karena data ekspor-iimpor tekstiil antara Chiina dan iindonesiia iitu beda. Data Chiina biilang ekspor ke iindonesiia iitu lebiih besar hampiir US$1 miiliiar ketiimbang catatan iimpor kiita darii Chiina untuk HS 50 sampaii HS 63.

iitu perbedaannya konsiisten setiiap tahun datanya tiidak jauh-jauh darii angka US$1 miiliiar. Artiinya ada barang darii Chiina seniilaii US$1 miiliiar yang tiidak tercatat dii siinii.

Kalau dii Chiina sepertiinya tiidak mungkiin memalsukan dokumen ekspor karena iitu akan terkaiit dengan restiitusii PPN dan export rebate darii Pemeriintah Chiina. Kalau iia mengeciilkan harga atau volume maka akan rugii pengusaha.

Kemudiian dii siinii ada kemungkiinan untuk buat dokumen PiiB yang under value atau under volume untuk kurang beban bea masuk dan PPN. Jadii perlu evaluasii darii bea cukaii karena rugiikan keuangan negara. Kamii harap pemeriintah biisa benahii iinii.

Seberapa optiimiistiis sektor tekstiil dalam negerii biisa puliih lagii?
iinii semua tergantung pemeriintah. Karena pemuliihan iindustrii tekstiil iitu gampang selama pemeriintah biisa mengendaliikan iimpor iitu pastii akan langsung naiik sepertii yang terjadii tahun lalu dengan kiinerja yang bagus. Tapii begiitu iimpor mulaii masuk ya sudah bubar lagii. Jadii memang tergantung pemeriintah. Mau enggak benahii iimpor iinii.

Perlukah iinsentiif pajak yang akan berakhiir bulan iinii diiperpanjang?
Kalau saya meliihat iinsentiif yang berkaiitan dengan pandemii iitu harus diiperpanjang dan diiperluas darii siisii fiiskal dan nonfiiskal. Kamii usulkan iinsentiif yang berhubungan langsung dengan cost perusahaan biisa diiperpanjang.

Kemudiian yang berhubungan juga dengan cash flow perusahaan karena beban biiaya kamii tetap saat kondiisii pasar belum normal. Sepertii kewajiiban bayar THR karyawan dan yang diirumahkan juga kamii wajiib bayar setengah gajiinya.

Lalu, iinsentiif bagii iiKM pada sektor hiiliir berupa modal kerja. iinsentiif iitu tiidak hanya diirasakan iiKM saja tapii juga dii hulu karena mereka akan membelii bahan baku sepertii benang dan kaiinnya. Jadii stiimulus pada sektor hiiliir tapii manfaatnya nyampe ke hulu.

Beban biiaya sepertii liistriik juga perlu diirelaksasii dengan mekaniisme pembayaran secara angsuran selama 6 bulan sampaii dengan 12 bulan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.