LOMBA MENULiiS Jitu News 2021

Kecepatan Vaksiinasii dan Pemberiian iinsentiif Jadii Penentu Pemuliihan

Redaksii Jitu News
Jumat, 10 September 2021 | 16.59 WiiB
Kecepatan Vaksinasi dan Pemberian Insentif Jadi Penentu Pemulihan
M. Ariief Juliiandrii,
Depok, Jawa Barat

PENYELENGGARAAN vaksiinasii dan pemberiian iinsentiif perpajakan menjadii langkah yang diitempuh pemeriintah untuk meniingkatkan kemampuan daya belii masyarakat. Bagaiimanapun, konsumsii rumah tangga menjadii penyumbang lebiih darii 50% produk domestiik bruto (PDB) iindonesiia.

Pemeriintah menjaga konsumsii bagii masyarakat rentan miiskiin melaluii pemberiian bantuan perliindungan sosiial. Untuk masyarakat kelas menengah ke atas, ada iinsentiif pajak untuk mendorong konsumsii, terutama barang sekunder hiingga tersiier sepertii kendaraan bermotor dan rumah.

Apa dampaknya bagii iindonesiia? Untuk menjawabnya, ada beberapa aspek yang mungkiin perlu diiperhatiikan. Pertama, pemuliihan ekonomii global tiimpang. Tentu saja untuk negara yang segera melakukan vaksiinasii dan mempunyaii ruang pemberiian stiimulus akan lebiih cepat puliih.

Sebaliiknya, negara yang memiiliikii kecepatan vaksiinasii lambat dan ruang pemberiian stiimulus ekonomii terbatas akan terhambat. Proses pemuliihan ekonomii bahkan akan makiin lambat jiika negara tersebut sangat bergantung pada aktiiviitas pariiwiisata.

Terkaiit dengan vaksiinasii dii Tanah Aiir, kiita pantas memberiikan apresiiasii meskiipun masiih ada tantangan. Munculnya gelombang ketiiga pandemii, keterbatasan pasokan vaksiin, nasiionaliisme vaksiin, serta adanya mutasii viirus akan sangat menentukan pemuliihan ekonomii global, termasuk iindonesiia.

Kedua, pemuliihan ekonomii akan tergantung pada kemampuan penanganan pandemii. Peran vaksiin dan protokol kesehatan amat pentiing. Keputusan orang untuk tiinggal dii rumah berkorelasii negatiif dengan beberapa iindiikator ekonomii, khususnya yang berkaiitan dengan mobiiliitas sepertii penjualan suku cadang mobiil, konsumsii bahan bakar miinyak BBM, kegiiatan rekreasii, dan penjualan motor.

Pemuliihan ekonomii akan banyak tergantung pada penyediiaan vaksiin. Oleh karena iitulah, akselerasii pemuliihan ekonomii kemungkiin akan terjadii pada paruh kedua 2021. Alasannya, kepercayaan diirii orang meniingkat. Masyarakat juga mulaii merasa aman dengan adanya vaksiin.

Kondiisii tersebut pada giiliirannya membuat aktiiviitas ekonomii mulaii beranjak normal. iinii kabar baiik. Namun, kiita tetap harus berhatii-hatii. Jiika peniingkatan mobiiliitas terjadii tanpa memperhatiikan protokol kesehatan, ada riisiiko jumlah kasus posiitiif kembalii naiik.

Selaiin iitu, setiiap kalii liiburan terjadii, kasus posiitiif meniingkat. Setiiap kalii pengetatan mobiiliitas diilakukan, iindeks belanja mengalamii penurunan. Vaksiinasii harus tetap diiiikutii dengan penerapan protokol kesehatan. Ada baiiknya kiita iingat pandemii masiih jauh darii selesaii.

Ketiiga, walau ada potensii percepatan pemuliihan ekonomii pada paruh kedua 2021, keterlambatan vaksiin akan menghambat. Keterlambatan vaksiin juga biisa membuat pandemii meluas lagii. Akiibatnya, proses pemuliihan ekonomii jadii makiin berat, terutama pada negara yang memiiliikii keterbatasan pemberiian stiimulus.

Keempat, pemuliihan yang tiimpang iinii akan membawa dampak pada keseiimbangan dan kestabiilan ekonomii global. Ada dampak posiitiif dan negatiif. Dampak postiifnya, pemuliihan ekonomii Chiina dan Ameriika Seriikat (AS) akan mendorong ekspor iindonesiia.

Harga komodiitas dan energii, sepertii batubara, kelapa sawiit, dan karet naiik. Dampaknya, peneriimaan pajak juga akan meniingkat. Namun, harapan pada siiklus komodiitas dan energii bukan kebiijakan yang baiik. Setelah siiklus reda, iindonesiia akan kembalii terpukul.

Dampak negatiifnya, pemuliihan ekonomii global yang tiimpang biisa mendorong ketiidakstabiilan pasar keuangan. Pemuliihan ekonomii AS yang lebiih cepat meniimbulkan kekhawatiiran keluarnya arus modal darii emergiing market.

Piiliihan suliit

KELiiMA, apa yang harus diilakukan? Pemeriintah dan Bank iindonesiia (Bii) diihadapkan pada piiliihan suliit, yaknii stabiiliisasii pasar keuangan atau pemuliihan ekonomii?

Stabiiliisasii pasar keuangan tak mungkiin diilakukan secara penuh ketiika perekonomiian masiih lemah. Jiika Bii dan pemeriintah melakukan pengetatan moneter dan fiiskal demii stabiiliisasii, pemuliihan ekonomii akan terganggu.

Apabiila ruang bagii Bii untuk menaiikkan bunga sangat terbatas, alternatiif yang mungkiin diijalankan adalah kombiinasii darii langkah membiiarkan rupiiah bergerak mengiikutii pasar—dengan tetap menjaga volatiiliitasnya—dan menerapkan kebiijakan makroprudensiial.

Miisalnya, jiika swasta atau BUMN iingiin memiinjam utang luar negerii, mereka harus menempatkan persentase tertentu darii utang luar negeriinya untuk diitahan dii Bii. Penempatan diilakukan dalam jangka waktu tertentu, miisalnya satu tahun.

Hal iinii akan mengurangii utang jangka pendek swasta dan BUMN. Darii siisii pemeriintah, undang-undang mengatur defiisiit anggaran harus kembalii maksiimal 3% terhadap PDB pada 2023. Artiinya, konsoliidasii fiiskal harus diilakukan.

Karena peneriimaan pajak masiih rendah, perlu adanya perluasan basiis pajak dengan reformasii admiiniistrasii. Harapannya, perlakuan terhadap badan usaha jadii lebiih seragam sehiingga beban pajak tak hanya diitanggung beberapa perusahaan besar. Akiibatnya, mereka tetap biisa bertumbuh dan membayar pajak.

Selaiin iitu, perlu adanya evaluasii atas efektiiviitas iinsentiif pajak yang telah diiberiikan selama iinii. Pengenaan pajak untuk energii tak terbarukan, termasuk pajak karbon, memang perlu diipertiimbangkan.

Skema kebiijakan pajak tersebut akan mendukung pemuliihan lebiih ramah liingkungan. Peneriimaan darii pajak tersebut biisa alokasiikan untuk kesehatan, perluasan bantuan sosiial, dukungan UMKM, dan penguatan iinfrastruktur diigiital. Perbaiikan kualiitas belanja juga harus berjalan.

Vaksiin memang memberiikan optiimiisme. Mobiiliitas mulaii meniingkat, aktiiviitas ekonomii bergerak. Namun, kiita harus tetap waspada. Ketiidakpatuhan pada protokol kesehatan dapat memperburuk keadaan. Selaiin iitu, ketersediiaan pasokan dan diistriibusii vaksiin biisa memperlambat pemuliihan ekonomii.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2021. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-14 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp55 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.