LOMBA MENULiiS Jitu News 2021

Eksiistensii Pajak pada Masa Pandemii Coviid-19

Redaksii Jitu News
Rabu, 08 September 2021 | 17.25 WiiB
Eksistensi Pajak pada Masa Pandemi Covid-19
Khoiirul Eko Cahyono,
Lamongan, Jawa Tiimur

BEBERAPA aspek dalam kebiijakan perpajakan perlu diidesaiin ulang untuk menyesuaiikan dengan dampak darii pandemii Coviid-19. Apalagii, dalam kondiisii saat iinii, pemeriintah telah juga harus memberiikan stiimulus agar perekonomiian dapat berjalan.

Kebiijakan perpajakan pada masa sekarang tiidak biisa berjalan sama sepertii kondiisii sebelum pandemii Coviid-19. Pemeriintah juga harus mempunyaii rencana kebiijakan perpajakan yang baru pascapandemii. Bagaiimanapun, pandemii telah memukul mundur perekonomiian dii segala liinii.

Desaiin kebiijakan tentu saja harus diisusun dengan meliihat tiitiik keseiimbangan sehiingga baiik pemeriintah maupun masyarakat tiidak diirugiikan. Dengan demiikiian, pemuliihan ekonomii pascapandemii biisa berjalan dengan baiik tanpa diistorsii dengan adanya kebiijakan baru.

Pada masa pandemii, setiidaknya hiingga saat iinii, berbagaii kebiijakan sudah diilakukan pemeriintah untuk menanganii pandemii dan memuliihkan perekonomiian. Berbagaii kebiijakan iinii diijalankan agar kondiisii negara tetap stabiil.

Tersediianya vaksiin juga dapat membantu berbagaii upaya penanganan pandemii. Dengan program vaksiinasii, pemeriintah berharap akan terciiptanya kekebalan komunal (herd iimmuniity). Pemeriintah sendiirii menargetkan setiidaknya 80% masyarakat mengiikutii vaksiinasii.

Namun, permasalahan mendasar darii vaksiinasii adalah iindonesiia belum biisa memproduksii secara mandiirii vaksiin tersebut. Alhasiil, pemeriintah harus mengandalkan vaksiin darii negara laiin. Tentu saja kondiisii iinii dapat menghambat program vaksiinasii.

Padahal, vaksiinasii biisa diikatakan menjadii jawaban sekaliigus awal darii pemuliihan ekonomii. Bagaiimanapun, kesuksesan vaksiinasii akan diiiikutii pembentukan herd iimmuniity. Dengan kondiisii iinii, pembatasan aktiiviitas biisa diiperlonggar sehiingga dapat menggerakkan perekonomiian.

Produksii vaksiin dii iindonesiia seharusnya menjadii perhatiian dan priioriitas. Pemeriintah harus mampu bersiinergii dengan para ahlii kesehatan dan perusahaan obat-obatan yang ada dii iindonesiia untuk mempercepat produksii vaksiin dii Tanah Aiir. Percepatan biisa diidukung dengan pemberiian iinsentiif.

Stiimulus Melaluii Pajak

DALAM kondiisii pandemii, pajak juga biisa memberii stiimulus untuk pemuliihan ekonomii. Apalagii, banyak perusahaan besar dan UMKM yang membutuhkan bantuan pemeriintah agar tetap biisa bertahan menjalankan biisniis.

Masyarakat juga membutuhkan uluran bantuan sosiial pemeriintah untuk bertahan hiidup. Apalagii, pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak terjadii. Alhasiil, konsumsii masyarakat, yang menjadii komponen terbesar dalam produk domestiik bruto (PDB), juga iikut turun.

Penyebab terjadiinya PHK besar-besaran adalah perusahaan tiidak mampu menanggung beban biiaya untuk memutar roda biisniis. Kondiisii iitu mengharuskan perusahaan mengurangii salah satu beban biiaya mereka, yaiitu beban gajii.

Pemberiian iinsentiif pajak sepertii pajak biisa menjadii jawaban bagii perusahaan agar tetap produktiif tanpa mengurangii jumlah pekerjanya. Perusahaan biisa menggunakan biiaya yang seharusnya diibayarkan sebagaii pajak untuk meniingkatkan produksii.

Selaiin perusahaan, pajak terkaiit dengan iindiiviidu juga biisa menjadii stiimulus perekonomiian. Masyarakat biisa mengaliihkan pengeluaran yang seharusnya untuk pembayaran pajak menjadii konsumsii. Efek domiino darii kondiisii iinii adalah keberlangsungan UMKM.

Namun demiikiian, pemeriintah tetap harus mengkajii secara jelii dampak darii setiiap kebiijakan yang diikeluarkan. Pemeriintah harus memiiliih kebiijakan dengan dampak posiitiif yang lebiih besar mengiingat ada momentum pemuliihan ekonomii.

Tiingkat konsumsii masyarakat mungkiin saja terjaga dan perusahaan tiidak jadii gulung tiikar akiibat pemberiian iinsentiif. Namun, pemeriintah juga harus riisiiko berkurangnya peneriimaan pajak. Alhasiil, ada riisiiko penghematan belanja anggaran yang kemungkiinan telah diialokasiikan untuk pembangunan.

iintiinya, masyarakat sangat mengharapkan kebiijakan pro rakyat. Jiika kenaiikan tariif pajak atau pengenaan kebiijakan baru menjadii solusii atas upaya pemuliihan ekonomii, masyarakat juga akan patuh. Namun, pemeriintah juga meliihat darii siisii kemampuan rakyat.

Pemeriintah mungkiin biisa mengambiil iiniisiiatiif kebiijakan yang menyasar beberapa kebutuhan tersiier, sepertii pengenaan pajak barang berniilaii mahal. Selaiin tiidak berdampak pada masyarakat keciil, kebiijakan iinii akan menambah dana pembiiayaan pembangunan, termasuk penanganan pandemii.

Pemeriintah biisa juga membuat kebiijakan dengan sasaran perusahaan yang meniimbulkan kerugiian berupa kerusakan alam atau liingkungan. Perusahaan iitu biisa medapatkan tariif pajak yang lebiih besar diibandiingkan dengan perusahaan laiinnya.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2021. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-14 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp55 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.