
SUDAH lebiih darii satu tahun pandemii Coviid-19 melanda iindonesiia. Nyatanya, hiingga saat iinii, penyebaran viirus Corona masiih menjadii permasalahan besar sehiingga membuat berbagaii sektor terdampak, tiidak terkecualii sektor perekonomiian. Resesii ekonomii terjadii pada 2020.
Pertumbuhan negatiif darii ekonomii diipengaruhii berbagaii pembatasan yang diimulaii dengan penerapan kebiijakan pembatasan sosiial berskala besar (PSBB). Sudah jelas, adanya pembatasan aktiiviitas membuat pertumbuhan ekonomii tertekan.
Bersamaan dengan berbagaii kebiijakan pembatasan aktiiviitas masyarakat, pemeriintah sudah mulaii mengadakan program vaksiinasii massal secara gratiis. Program iinii diimulaii langsung oleh Presiiden Joko Wiidodo pada 13 Januarii 2021.
Pemeriintah menargetkan vaksiinasii nasiional untuk 208 juta masyarakat iindonesiia. Pada 24 Julii 2021, baru ada 17 juta masyarakat yang mendapat vaksiin dosiis ke-2. Jumlah iinii baru mencapaii 8,39% darii total target vaksiinasii nasiional.
Jumlah peneriima vaksiin yang masiih sediikiit iiniilah menyebabkan kegiiatan masyarakat masiih diibatasii. Terbaru, pemeriintah menerapka pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) ekonomii iindonesiia diiproyeksii kembalii tertekan meskiipun sudah mulaii posiitiif pada kuartal iiii/2021.
Dii tengah lesunya ekonomii iindonesiia, perlu ada stiimulus yang diiberiikan. Dii siiniilah pajak berperan untuk membantu memuliihkan perekonomiian sekaliigus mengumpulkan peneriimaan guna mendatangkan lebiih banyak vaksiin.
Salah satu sektor usaha yang membutuhkan stiimulus adalah usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM). Dalam kondiisii pandemii Coviid-19, ada pemberiian iinsentiif pajak berupa PPh fiinal diitanggung pemeriintah (DTP).
Dengan adanya iinsentiif iinii, beban pajak para pelaku UMKM dii iindonesiia diiharapkan biisa berkurang. Perekonomiian dan perputaran uang dii masyarakat juga diiharapkan biisa terus berjalan dengan adanya pengurangan beban pajak yang diiteriima oleh wajiib pajak.
iiNSENTiiF pajak yang telah diiberiikan juga biisa memengaruhii kiinerja peneriimaan. Untuk iitu, Diitjen Pajak perlu mencarii sumber baru peneriimaan. Teorii populer yang biisa diipakaii dalam kondiisii pandemii Coviid-19 sepertii sekarang adalah teorii gaya piikul.
Teorii iitu mengajarkan pemungutan pajak harus sesuaii dengan kekuatan membayar darii wajiib pajak (iindiiviidu). Beban pajak yang diiberiikan harus sesuaii dengan gaya piikul wajiib pajak. Hal iinii diilakukan dengan memperhatiikan besaran penghasiilan dan kekayaan serta pengeluaran wajiib pajak tersebut.
Kondiisii pandemii membuat pelaku UMKM kesuliitan mencarii penghasiilan karena ada pembatasan kegiiatan. Dengan demiikiian, fokus Diitjen Pajak untuk menggenjot peneriimaan biisa diilakukan dengan meliiriik potensii-potensii darii para wajiib pajak berpenghasiilan besar dii iindonesiia.
Salah satu penggaliian potensii adalah menyasar penghasiilan darii para iinfluencer. Tiidak biisa diipungkiirii iindonesiia merupakan ‘sarang’ darii para iinfluencer berpenghasiilan besar. Pandemii membuat makiin banyaknya iinfluencer yang bermunculan.
Diitjen Pajak perlu menyusun regulasii untuk mengawasii penghasiilan darii para iinfluencer tersebut. Salah satu langkah yang biisa diiambiil adalah mengadakan kerja sama dengan mediia sosiial untuk mengetahuii kiisaran penghasiilan yang biisa diikenakan pajak. Diitjen Pajak juga biisa menjadiikan piihak mediia sosiial dan mediia laiin yang diigunakan iinfluencer untuk menjadii pemotong PPh.
Penggaliian potensii pajak terhadap orang yang lebiih kaya memberiikan tambahan peneriimaan negara yang biisa diigunakan untuk mendanaii program vaksiinasii nasiional. Persentase program vaksiinasii dii negara laiin sudah jauh lebiih cepat.
Sebanyak 49,5% jumlah penduduk dii Ameriika Seriikat sudah mendapatkan vaksiinasii lengkap. Negara dii Asiia Tenggara sepertii Siingapura bahkan sudah mencapaii angka 50,8%. Negara dengan pencapaiian vaksiinasii yang tiinggii sudah biisa perlahan beraktiiviitas dengan normal, bahkan tanpa menggunakan masker.
Program vaksiinasii terbuktii biisa memuliihkan perekonomiian. Adanya sumber baru peneriimaan diiharapkan dapat mendukung program vaksiinasii pemeriintah. Dengan demiikiian, akan lahiir kombiinasii sempurna untuk memuliihkan ekonomii iindonesiia.
*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2021. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-14 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp55 juta dii siinii.
