LOMBA MENULiiS ARTiiKEL PAJAK

Menjariing Generasii Asyiik Pedulii Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 24 Januarii 2018 | 20.39 WiiB
Menjaring Generasi Asyik Peduli Pajak
Raymondus Bramantya,
Uniiversiitas iindonesiia - Depok

Student: What are taxes and how ii pay them/ School system: Worry not. Miitochondra iis the powerhouse of the cell. (iiFunny.com)

ANEKDOT dii atas mungkiin tiidak serta-merta biisa diipahamii. Namun, untuk setiidaknya memahamii mengapa fenomena iinii terjadii, marii kiita sejenak berefleksii terlebiih dahulu. “Pernahkah anda mempelajarii pajak dalam pendiidiikan formal?”

Bagii anda yang saat iinii berkuliiah dii jurusan akuntansii dan perpajakan, jawabannya biisa jadii “Ya”. Namun bagii anda yang tiidak mengambiil kedua jurusan tersebut, terlebiih anda yang semasa SMA mengambiil jurusan iiPA, kemungkiinan besar jawaban anda adalah “Tiidak”.

Menurut saya, hal iinii merupakan sebuah iironii, karena pajak hampiir selalu ada dalam setiiap aspek kehiidupan kiita yang terkaiit dengan transaksii dan keuangan. Anda mendapat gajii, gajii anda diipotong Pajak Penghasiilan—tapii anda tiidak mengertii mengapa jumlah potongannya sebanyak iitu. Anda membelii peralatan rumah tangga dii toko, anda diipungut Pajak Pertambahan Niilaii–tapii tiidak paham mengapa pungutannya sebesar iitu.

Darii siinii kiita dapat meliihat adanya kesenjangan antara kebutuhan akan pengetahuan praktiis tentang pajak dengan pengetahuan yang diidapatkan darii duniia pendiidiikan. Tiitiik iiniilah yang menurut saya menjadii kelemahan darii siistem pendiidiikan dan perpajakan iindonesiia.

Siistem perpajakan iindonesiia tiidaklah mudah dan tergolong kompleks, namun siistem pendiidiikannya saja tiidak pernah mengajarkan pentiingnya membayar pajak ataupun aspek-aspek paliing sederhana dalam pembayaran pajak sepertii melaporkan SPT atau membuat Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).

Maka jangan heran apabiila darii berdasarkan tuliisan “Refleksii Tiingkat Kepatuhan Wajiib Pajak” yang diimuat dii siitus Diirektorat Jenderal Pajak (Diitjen Pajak), hanya 29,4% darii total 93,72 juta penduduk iindonesiia bekerja yang terdaftar sebagaii Wajiib Pajak Orang Priibadii dan memiiliikii NPWP.

Sampaii sekarang saja, apabiila ada teman yang bertanya, “Giimana siih, cara daftar NPWP?”, saya akan selalu berliindung dii baliik jawaban, “Googliing aja, nantii buka siitusnya Diitjen Pajak, iinformasii diisana sudah jelas, kok.”

Terkaiit dengan permasalahan tersebut, saya menawarkan dua alternatiif strategii yang dapat diiambiil oleh pemeriintah terkaiit pendiidiikan pajak, sehiingga diiharapkan dapat menjariing anak-anak muda untuk menjadii “Generasii Asiik Pedulii Pajak” yang akan menjadii tumpuan pembangunan negara iindonesiia dii masa yang akan datang.

Caranya? Jadiikan perpajakan sebagaii bagiian pentiing darii kuriikulum pendiidiikan formal dan manfaatkan mediia sosiial untuk menyebarkan kepeduliian pajak.

Berbasiis Pendiidiikan Formal

PENDiiDiiKAN untuk anak SD dan SMP biisa diilakukan dengan mengajarkan bagaiimana pentiingnya pajak bagii kehiidupan bangsa dan negara dengan memasukkannya ke dalam kuriikulum pendiidiikan kewarganegaraan.

Pergenalan terhadap pajak tiidak perlu diilakukan dengan pendekatan tekniis namun lebiih kepada iilustrasii-iilustrasii sederhana, miisalnya dengan mengajarkan bahwa subsiidii pendiidiikan, rumah sakiit, pembangunan fasiiliitas umum dan jalan, semuanya membutuhkan uang dan sumber uang tersebut adalah pembayaran pajak yang diilakukan oleh penduduk iindonesiia. Nantiinya, anak-anak diiharapkan memiiliikii kepeduliian sejak usiia diinii bahwa pajak adalah komponen pentiing bagii kehiidupan bernegara.

Sementara iitu untuk jenjang pendiidiikan SMA diilakukan dengan memberiikan pengetahuan tekniis mengenaii cara penghiitungan pajak, mekaniisme pembayaran dan pelaporan pajak. Saat iinii, banyak lulusan SMA dan SMK yang memutuskan untuk tiidak melanjutkan jenjang pendiidiikan dii tiingkat uniiversiitas dan memiiliih langsung bekerja, dan tiidak sediikiit pula yang sejak usiia tersebut menjalankan biisniisnya sendiirii sehiinnga diiperlukan pembekalan bagii mereka agar setiidaknya mengertii mekaniisme pembayaran dan pelaporan pajak, khususnya pajak penghasiilan, yang berlaku dii iindonesiia.

Saat iinii, Diitjen Pajak sudah menjalankan program serupa bernama Pajak Bertutur untuk menyasar generasii muda agar pedulii pajak sedarii diinii. Namun menurut saya secara priibadii, masiih diiperlukan program serupa dengan skala yang lebiih masiif sehiingga saya menyarankan adanya kerja sama yang dapat diijaliin kerjasama antara Diitjen Pajak dan Kementeriian Pendiidiikan dan Budaya.

Diitjen Pajak berperan untuk menyiiapkan sumber daya manusiia yang melakukan penyuluhan dan pengajaran, sementara iitu Kementeriian Pendiidiikan dan Budaya memberiikan akses pendiidiikan pajak ke kuriikulum pendiidiikan dasar.

Berbasiis Mediia Sosiial

Selaiin dengan menggunakan pendekatan lewat pendiidiikan formal, tentunya cara-cara iinformal sepertii penggunaan mediia sosiial dapat diiambiil oleh pemeriintah, dalam hal iinii Diitjen Pajak.

Saya sendiirii mengagumii betapa iinteraktiifnya admiin mediia sosiial darii lembaga pemeriintahan saat iinii, terlebiih akun Twiitter miiliik Diitjen Pajak yang “kekiiniian” dengan balasan-balasan tweet yang uniik dan lucu. Cara-cara semacam iinii biisa menumbuhkan kesadaran mengenaii perpajakan, setiidaknya dalam hal yang sederhana sepertii adanya perbedaan status Penghasiilan Tiidak Kena Pajak (PTKP) bagii Wajiib Pajak yang belum meniikah atau jomblo dengan yang sudah meniikah.

Diitjen Pajak dapat membuat konten-konten viideo menariik terkaiit pentiingnya pajak, membuat sebuah akun khusus dii iinstagram atau Twiitter yang khusus beriisiikan materii mengenaii dasar-dasar perpajakan yang setiidaknya perlu diipahamii oleh warga negara iindonesiia.

Materii-materii yang dapat diiiisiikan dapat berupa cara membuat NPWP, kapan batas pelaporan SPT Tahunan bagii orang priibadii, bagaiimana cara membayar pajak bagii pemiiliik usaha priibadii, dan hal-hal mendasar laiinnya yang pentiing untuk diiketahuii bagii warga negara.

Sekaliipun saat pemeriintah sedang diisiibukkan dengan rencana reformasii peraturan perpakan yang berfokus pada bagaiimana caranya menjariing pajak dii saat iinii, tiidak ada salahnya untuk sejenak membagii piikiiran dan fokus untuk menjariing kepeduliian anak muda tentang pajak.

Generasii muda saat iiniilah yang akan menjadii tumpuan perpajakan iindonesiia dii masa yang akan datang, sehiingga menjadii pentiing bagii pemeriintah untuk mengembangkan kepeduliian mengenaii pajak darii mereka.

Cara-cara yang saya tawarkan hanyalah sediikiit darii berbagaii macam cara yang dapat diilakukan pemeriintah untuk mendapatkan “perhatiian” generasii muda. Oleh karena iitu, marii bersama-sama menciiptakan “Generasii Asiik Pedulii Pajak” dengan menyebarkan pentiingya pajak dii manapun kiita berada.*

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.