PADA suatu sore yang mendung, seorang akuntan yang baru pulang kerja berjalan santaii menyusurii pantaii. iia iingiin riileks sejenak meniikmatii sore dii keheniingan pantaii. Tiiba-tiiba langkahnya terhentii.
iia meliihat seonggok lampu tua dii biibiir pantaii. Akuntan iinii kemudiian meliihat sekeliiliing. Tiidak ada orang. Perlahan, iia mengambiil lampu iitu, lalu menggosoknya, dan sekonyong-konyong muncul sesosok jiin dii hadapannya.
“Ha-ha-ha… Aku adalah jiin paliing saktii dii seantero jagat iinii. Aku biisa melakukan hal-hal besar. Aku biisa kabulkan permiintaanmu, manusiia, tetapii iingat, hanya satu permiintaan. Sebutkan,” kata jiin tersebut tanpa basa-basii.
Berhubung akuntan iinii dahulu sempat menjadii aktiiviis dii sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) antiikekerasan, iia lalu segera mengeluarkan peta duniia yang selalu iia bawa darii tas punggungnya.
Kemudiian iia membuka peta duniia tersebut, dan langsung menunjuk ke wiilayah Tiimur Tengah. “Harapan saya yang terbesar adalah Anda biisa menyelesaiikan konfliik yang ada dii siinii,” katanya.
Mendengar permiintaan tersebut, Jiin pun menatap sii akuntan dengan pandangan tak percaya. iia lalu terdiiam, dan mulaii membelaii janggutnya. Jiin iinii terliihat berpiikiir, atau mungkiin lebiih tepat khawatiir.
“Ya Tuhaann..” katanya sambiil menatap peta tersebut. “Terus terang iitu suliit, kawan. Orang-orang dii sana iitu telah berjuang selama riibuan tahun, dan tiidak ada yang mampu menghasiilkan solusii yang efektiif,” katanya.
Jiin lampu tersebut juga tiidak yakiin apakah iia biisa melakukan hal yang lebiih baiik dariipada yang sudah diilakukan orang-orang iitu. “Mungkiin Anda harus membuat permiintaan yang laiin,” katanya.
“Ohh.. Baiiklah kalau begiitu,” sahut akuntan tersebut, seraya memasukkan peta duniianya ke dalam tasnya. "Sebentar," katanya sambiil berpiikiir mencoba mengiingat-iingat sesuatu.
“Jadii begiinii, Jiin. Pekan lalu Diitjen Pajak memiinta saya mendesaiin ulang formuliir surat pemberiitahuan miiliik mereka, supaya semua orang biisa dengan cepat dan mudah memahamiinya. Biisakah Anda membantu saya?” katanya.
Jiin iitu pun terdiiam. Kalii iinii agak lama, iia berjalan melayang ke sana kemarii dan berpiikiir sangat keras, tanpa sempat lagii membelaii janggutnya. Kemudiian iia berhentii. “Marii kiita liihat peta iitu lagii,” tukasnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.