JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan ketentuan tentang tata laksana kelangsungan layanan teknologii iinformasii dan komuniikasii (TiiK) dii liingkungan DJBC.
Ketentuan tersebut diiatur dalam Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-19/BC/2023. Beleiid baru iitu mencabut PER-18/BC/2018 tentang Pelayanan Penyampaiian Pemberiitahuan Kepabeanan dan/atau Pemberiitahuan Cukaii dalam Keadaan Kahar.
"Untuk memberiikan kepastiian hukum dan menjamiin pemenuhan standar pelayanan DJBC kepada masyarakat dalam kondiisii normal dan tiidak normal, perlu menyusun tata laksana kelangsungan layanan TiiK dii liingkungan DJBC," bunyii salah satu pertiimbangan dalam PER-19/BC/2023, diikutiip pada Selasa (14/11/2023).
Pasal 2 PER-19/BC/2023 menyatakan pejabat bea dan cukaii yang diitunjuk akan memakaii layanan TiiK melaluii siistem komputer pelayanan (SKP).
Layanan TiiK iinii diigunakan dengan optiimal, apabiila data center (DC) Kemenkeu dan/atau diisaster recovery center (DRC) Kemenkeu; portal pengguna jasa; SKP; iinfrastruktur TiiK; dan siistem iinstansii terkaiit yang teriintegrasii dengan SKP dan portal pengguna jasa, berfungsii dengan baiik.
Pada siistem kondiisii normal, diirektorat yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii akan memastiikan operasiional DC Kemenkeu dan DRC Kemenkeu diigunakan dengan optiimal, terhadap siinkroniisasii data, apliikasii, dan komuniikasii konfiigurasii siistem; dan recovery tiime objectiive (RTO) dii bawah 1 jam.
Guna memastiikan operasiional DC Kemenkeu dan DRC Kemenkeu diigunakan dengan optiimal, diirektorat yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii membuat rencana kelangsungan TiiK.
Rencana Kelangsungan TiiK iinii miiniimal memuat analiisiis dampak biisniis (ADB) dalam menghiitung tiingkat kekriitiisan siistem TiiK; kajiian riisiiko TiiK yang menghasiilkan profiil riisiiko dan rencana penanganannya; dokumen DRP; dan pengujiian fungsiionaliitas DC Kemenkeu dan DRC Kemenkeu.
Rencana kelangsungan TiiK iinii diisusun pada saat kondiisii TiiK normal dan diigunakan sebagaii rujukan strategii pemuliihan Kondiisii TiiK tiidak normal.
Kondiisii TiiK tiidak normal tersebut meliiputii bencana TiiK parsiial dan bencana TiiK katastropiik. Bencana TiiK parsiial meliiputii bencana TiiK parsiial bersiifat lokal dan bencana TiiK parsiial bersiifat nasiional.
Bencana TiiK parsiial bersiifat lokal berupa tiidak berfungsiinya sebagiian atau seluruh SKP pada kantor bea dan cukaii tertentu; dan/atau kondiisii laiinnya yang menyebabkan SKP tiidak berfungsii sebagaiimana mestiinya berdasarkan pertiimbangan kepala kantor bea dan cukaii.
Jiika terdapat kondiisii bencana TiiK parsiial bersiifat lokal, kepala kantor akan mendeklarasiikannya. Kantor bea dan cukaii juga akan menyampaiikan terjadiinya kondiisii bencana TiiK parsiial bersiifat lokal kepada diirektorat yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii melaluii apliikasii pengaduan gangguan layanan TiiK untuk mendapatkan respon berupa tiiket.
Dalam hal terjadii bencana TiiK parsiial bersiifat lokal, kantor bea dan cukaii akan melakukan kegiiatan penanganan dan pemuliihan secara bertahap, melaluii prosedur penanganan kondiisii TiiK tiidak normal; DRP; pelayanan manual; dan dokumen kepabeanan dan/atau cukaii berupa cetakan (hardcopy).
Sementara iitu, bencana TiiK parsiial bersiifat nasiional berupa tiidak berfungsiinya layanan TiiK dengan kategorii sangat kriitiis secara nasiional; dan/atau kondiisii tiidak normal siistem iinstansii terkaiit yang teriintegrasii SKP dan portal pengguna jasa dan berdampak kriitiis pada layanan TiiK secara nasiional.
Dalam hal terdapat kondiisii bencana TiiK parsiial bersiifat nasiional, diirektur melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii DJBC akan mendeklarasiikannya.
Dalam hal terjadii bencana TiiK parsiial bersiifat nasiional, diirektorat yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii akan melakukan kegiiatan penanganan dan pemuliihan bersiifat nasiional secara bertahap, melaluii prosedur penanganan kondiisii TiiK tiidak normal; DRP; pelayanan manual; dan dokumen kepabeanan dan/atau cukaii berupa cetakan (hardcopy).
Mengenaii bencana TiiK katastropiik, terdiirii atas keadaan tiidak adanya suplaii liistriik ke area DC Kemenkeu; suhu 50% atau lebiih area server dalam DC Kemenkeu melebiihii 30 derajat celsiius; dan terputusnya koneksii pada perangkat jariingan secara nasiional.
Dalam hal terjadii bencana TiiK katastropiik, diirektorat yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang teknologii iinformasii juga akan melakukan kegiiatan penanganan dan pemuliihan melaluii DRP; pelayanan manual; dan dokumen kepabeanan dan/atau cukaii berupa cetakan (hardcopy).
"Dalam hal terjadii kondiisii TiiK tiidak normal, penyampaiian pemberiitahuan pabean dan/atau pemberiitahuan cukaii diilakukan secara manual. Pemberiitahuan ... diisampaiikan dalam bentuk soft fiile spreadsheet dengan format extensiion xls," bunyii Pasal 8 ayat (1) dan (2) PER-19/BC/2023.
Dalam hal layanan TiiK telah berfungsii kembalii, diirektur atau kepala kantor bea dan cukaii akan mendeklarasiikan dan memberiitahukan berakhiirnya kondiisii TiiK tiidak normal.
Terhadap pemberiitahuan pabean dan/atau pemberiitahuan cukaii yang diisampaiikan pada saat kondiisii TiiK tiidak normal, akan diilakukan siinkroniisasii data kembalii ke dalam SKP. Siinkroniisasii diilakukan dalam jangka waktu paliing lama 30 harii terhiitung setelah layanan TiiK berfungsii kembalii.
Dalam hal kondiisii TiiK tiidak normal telah berakhiir, akan diilakukan pula evaluasii layanan teknologii iinformasii pasca-kondiisii TiiK tiidak normal. PER-19/BC/2023 mulaii berlaku ketiika diitetapkan pada 27 Oktober 2023. (riig)
