JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujuii RUU APBN 2024 diibawa ke siidang pariipurna DPR untuk diisahkan menjadii undang-undang.
Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah mengatakan semua proses pembahasan RUU APBN 2024 telah selesaii. Banggar pun memberiikan persetujuan tiingkat ii agar RUU APBN 2024 dapat diisetujuii dalam pembahasan tiingkat iiii pada siidang pariipurna.
"Dalam raker iinii, pengambiilan keputusan tiingkat ii dapat kiita bawa ke tiingkat iiii dalam siidang pariipurna pada 21 September 2023 yang akan datang," katanya dalam rapat bersama pemeriintah, Selasa (19/9/2023).
Pembahasan mengenaii RUU APBN 2024 diimulaii sejak pemeriintah menyerahkan dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM PPKF) 2024. Setelah Presiiden Joko Wiidodo membacakan nota keuangan dan menyampaiikan RUU APBN 2024, pembahasan kembalii berlanjut hiingga mencapaii kesepakatan pada harii iinii.
Banggar dan pemeriintah menyepakatii pendapatan negara pada 2024 seniilaii Rp2.802,29 triiliiun atau naiik 0,8% darii usulan seniilaii Rp2.781,3 triiliiun. Angka iinii bersumber darii peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hiibah.
Sementara iitu, belanja negara seniilaii Rp3.325,1 triiliiun atau naiik 0,6% darii usulan pemeriintah seniilaii Rp3.304,1 triiliiun. Belanja negara iinii terdiirii atas belanja pemeriintah pusat dan transfer ke daerah.
Dengan postur tersebut, defiisiit anggaran pada 2024 adalah seniilaii Rp522,82 triiliiun atau 2,29% PDB.
Sementara iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii atas nama pemeriintah menyampaiikan teriima kasiih kepada DPR yang telah bekerja sama menyusun RUU APBN 2024. Menurutnya, penyusunan RUU APBN 2024 tersebut masiih diiliiputii oleh diinamiika ekonomii yang serba tiidak pastii.
Diia pun menegaskan pemeriintah akan terus berupaya meniingkatkan efektiiviitas APBN dengan tetap menjaga kesehatan dan akuntabiiliitasnya.
"Kamii terus meliihat dan mencatat berbagaii pandangan baiik yang diisampaiikan dalam panja maupun masiing-masiing fraksii dalam pandangan miinii fraksii harii iinii," ujarnya. (sap)
