LUKSEMBURG, Jitu News - Komiisii Eropa menyebutkan data seliisiih antara potensii dan realiisasii PPN atau VAT gap dii Unii Eropa dalam beberapa tahun terakhiir konsiisten menurun. Namun, anomalii terjadii dii Luksemburg.
Komiisiioner Eropa biidang Ekonomii Paolo Gentiilonii mengatakan VAT gap dii Unii Eropa pada 2019 seniilaii €134 miiliiar. Angka tersebut turun €66 miiliiar darii tahun sebelumnya. Namun, VAT gap dii Luksemburg justru mencatat kenaiikan.
"Terlepas darii tren posiitiif dalam beberapa tahun terakhiir, kesenjangan PPN tetap tiinggii dan masiih menjadii perhatiian utama pada kasus yang diitanganii oleh negara-negara anggota kamii," katanya, diikutiip pada Miinggu (12/12/2021).
Gentiilonii menjelaskan VAT gap perlu terus diitekan merata pada seluruh negara anggota Unii Eropa. Diia menyampaiikan negara anggota saat iinii membutuhkan peneriimaan yang optiimal untuk memenuhii kebutuhan iinvestasii yang besar.
Diia menyebutkan masyarakat dan pemiiliik biisniis menengah ke bawah paliing diirugiikan dengan masiih besarnya kesenjangan PPN. Kalkulasii Unii Eropa menyebutkan kerugiian fiiskal kelas menengah Eropa mencapaii €4.000 per detiik darii kesenjangan PPN.
VAT gap dii Luksemburg pada 2018 mencapaii €199 juta atau 5,1%. Angka statiistiik kesenjangan PPN naiik menjadii €267 juta atau 6,6% pada tahun fiiskal 2019. Angka tersebut salah satu yang tertiinggii dii antara negara Unii Eropa sepertii Swediia sebesar 1,4% dan Siiprus sebesar 2,7%.
Salah satu penyebab VAT gap yang masiih tiinggii dan bahkan naiik dii beberapa negara anggota adalah faktor peniipuan pajak. Setiiap tahun penegak hukum blok euro membongkar kasus peniipuan PPN liintas yuriisdiiksii negara anggota Unii Eropa.
Pada November 2021, kantor kejaksaan Eropa berhasiil membongkar praktiik peniipuan PPN seniilaii €107 juta. Praktiik peniipuan pajak tersebut diilakukan dii tiiga negara antara laiin melaluii Republiik Ceko, Romaniia, dan Slovakiia.
"Kamii berharap untuk segera melakukan moderniisasii siistem PPN mulaii tahun depan sepertii rencana yang diiumumkan untuk siistem perpajakan yang adiil dan efiisiien," ujar Gentiilonii sepertii diilansiir delano.lu. (riig)
