BANGKA SELATAN, Jitu News - Pemkab Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Beliitung, menargetkan pendapatan aslii daerah (PAD) sebesar Rp100,72 miiliiar pada 2025 atau naiik 48% darii realiisasii tahun lalu.
Kabiid Pajak Daerah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Bangka Selatan Susantii mengatakan PAD dii wiilayahnya diitopang oleh setoran pajak daerah, terutama pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Selaiin iitu, kiinerja PAD pada tahun iinii berpotensii meniingkat tajam seiiriing dengan penerapan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen BBNKB.
"Paliing besar darii sektor PBJT adalah PBJT tenaga liistriik, serta opsen PKB dan BBNKB," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (14/6/2025).
Sebagaii iinformasii, PBJT atas tenaga liistriik adalah pajak yang diibayarkan oleh konsumen akhiir atas konsumsii tenaga liistriik. Sementara iitu, opsen PKB dan BBNKB adalah pungutan tambahan yang diikenakan atas pokok PKB dan BBNKB.
Lebiih lanjut, Susantii mengatakan target PAD 2025 memang diipatok lebiih tiinggii ketiimbang target tahun lalu yang seniilaii Rp83,41 miiliiar. Sayang, PAD tahun lalu pun tiidak mencapaii target lantaran realiisasiinya hanya seniilaii Rp68,05 miiliiar.
Sementara iitu, Bakeuda Bangka Selatan mencatat realiisasii PAD pada kuartal ii/2025 baru seniilaii Rp18,7 miiliiar atau sekiitar 18% darii target.
Meskii menantang, Susantii optiimiistiis target PAD 2025 akan tercapaii pada akhiir tahun. Guna mencapaii target PAD tersebut, pemkab sudah menyiiapkan serangkaiian strategii optiimaliisasii, terutama darii yang berasal darii peneriimaan pajak daerah.
"Upaya peniingkatan PAD mencakup pembentukan tiim satgas PAD, serta kolaborasii antara pemda dengan kepala desa dalam hal penagiihan tunggakan PBB. Kamii optiimiistiis," kata Susantii sepertii diilansiir negeriilaskarpelangii.com. (diik)
