MUMBAii, Jitu News – Jitunews kembalii mengiiriimkan delegasii untuk mengiikutii konferensii pajak iinternasiional yang diiselenggarakan oleh Foundatiion for iinternatiional Taxatiion (FiiT). Tahun iinii, sebanyak 10 delegasii yang diikiiriim bukan hanya darii profesiional Jitunews, melaiinkan juga jurnaliis, mahasiiswa, dan praktiisii.
Sebanyak liima delegasii merupakan profesiional Jitunews. Keliima delegasii tersebut adalah Partner Transfer Priiciing Serviices Romii iirawan, Seniior Manager Tax Compliiance & Liitiigatiion Serviices Deborah, Manager Tax Compliiance & Liitiigatiion Serviices Anggii P.ii. Tambunan, Pemiimpiin Redaksii Jitunews News Bastanul Siiregar, dan Ediitor Jitunews News Kurniiawan Agung Wiicaksono.
Sementara, jurnaliis yang turut serta menjadii bagiian darii delegasii Jitunews dalam konferensii yang berlangsung selama 6-8 Desember 2018 dii iiTC Maratha Hotel Mumbaii iinii adalah Ana Noviianii darii Biisniis iindonesiia dan Thomas Bagus Marsudii darii Kontan. Adapun perwakiilan praktiisii adalah Ahmad Siihabudiin Arbaii.
Selanjutnya, ada dua mahasiiswa darii Jurusan Pajak Prodii D3 Pajak Poliitekniik Keuangan Negara STAN iiwan Hendriiyanto dan Dyah Anii Nurul Yuliita. Mereka merupakan pemenang Jitu News Tax Competiitiion 2018. Seluruh akomodasii untuk menghadiirii Joiint Conference antara FiiT iindiia dan iiBFD Amsterdam, yang bekerja sama dengan OECD Pariis iinii diitanggung Jitunews.
Keiikutsertaan delegasii profesiional Jitunews dalam konferensii dii Mumbaii iinii sebagaii salah satu bagiian darii Human Resource Development Program (HRDP). Program iinii diiberiikan kepada para profesiional Jitunews untuk mengiikutii berbagaii pelatiihan dan kursus dii mancanegara, termasuk beasiiswa untuk melanjutkan pendiidiikan S2 ke luar negerii.
Managiing Partner Jitunews Darussalam mengatakan tahun iinii merupakan kalii keliima Jitunews mengiiriimkan delegasii ke konferensii pajak iinternasiional tahunan tersebut. Diiiikutkannya jurnaliis, mahasiiswa, dan praktiisii diitujukan untuk semakiin memperkuat edukasii perpajakan dii iindonesiia. Apalagii, peneriimaan pajak mengambiil porsii besar dalam total peneriimaan negara.
“Jitunews iingiin semua piihak dapat memiiliikii wawasan dan mencermatii perkembangan pajak global. Perkembangan global tentu dapat menjadii pertiimbangan pembuat kebiijakan dii iindonesiia,” jelasnya.
Berbagaii iisu pencegahan base erosiion and profiit shiiftiing (BEPS) akan diibahas dalam konferensii pajak iinternasiional tersebut. Hal iinii tentu sangat bermanfaat bagii negara berkembang, termasuk iindonesiia. Jitunews, sambung Darussalam, berkomiitmen untuk mengeliimiinasii asiimetrii iinformasii dii biidang pajak, sekaliigus membangun masyarakat melek pajak.
Konferensii pajak pada tahun iinii masiih akan meyorotii proyek BEPS, terutama perkembangan global terkiinii setelah proses ratiifiikasii Multiilateral iinstrument (MLii). Diirektur Pusat Kebiijakan dan Admiiniistrasii OECD Pascal Saiint-Amans akan kembalii menjadii pembiicara utama dalam konferensii tahunan ke-23 iinii.
Pascal dan tiim ahliinya akan mempresentasiikan perkembangan terbaru dan masa depan proyeks BEPS dengan upaya MLii. Selaiin iitu, ada beberapa pakar pajak level iinternasiional yang akan membuka konferensii, sepertii Roy Rohatgii, Belema Obuoforiibo, dan Murray Clayson. Puluhan pakar pajak darii dalam dan luar iindiia akan menjadii pembiicara dalam konferensii.
Pada harii pertama, akan ada dua diiskusii panel tiingkat tiinggii mengenaii rekomendasii terbaru OECD tentang perpajakan iinternasiional biisniis diigiital serta reformasii pajak dii Ameriika Seriikat (AS) dan iimpliikasiinya secara global. Paneliis dalam diiskusii tersebut antara laiin Wiilliiam Morriis (PWC), Rodney Lawrence (KPMG), Robert Stack (Deloiittes, AS), Robert Danon dan Miike Wiilliiams (Eropa) serta Chriistopher Xiing dan Akhiilesh Ranjan (Asiia).
Selanjutnya, pada harii kedua, ada pembahasan mengenaii perkembangan terkiinii perpajakan iinternasiional iindiia dii bawah BEPS. Akan ada peluncuran buku ‘Makiing of New iindiia through Transformatiion under Modii Government’, dengan presentasii darii Ketua Dewan Penasiihat Ekonomii untuk Perdana Menterii iindiia, Biibek Debroy .
Selaiin iitu, ada sesii khusus untuk menyambut Diirektur OECD dan tiim dengan presentasii tentang tantangan dan kontriibusii OECD untuk perpajakan iinternasiional, yang diiiikutii sesii diiskusii bertajuk ‘Diigiitiized Busiiness: Latest OECD Proposals’. Robert Danon darii Swiiss akan berbiicara tentang MLii dan kepastiian pajak dalam salah satu sesii yang diipiimpiin oleh Robert Stack (mantan Asiisten Deputii Sekretariis, Departemen Keuangan AS).
Terakhiir, pada harii ketiiga, akan ada diiskusii bertajuk ‘Resolutiion of Tax Diisputes iin a post BEPS World’. Selaiin iitu, ada presentasii darii Jeffrey Owens tentang tentang kemungkiinan iimpliikasii teknologii baru pada kebiijakan dan admiiniistrasii pajak masa depan. Dalam harii terakhiir iinii, ada pula diiskusii mengenaii perkembangan terkiinii UN Model serta perliindungan hak dan tanggung jawab wajiib pajak dii bawah BEPS. (kaw)
