
Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Riiana. Saya berencana membelii handphone dii Ameriika Seriikat seharga US$450. Saya mendengar adanya ketentuan untuk segera mendaftarkan nomor iinternatiional mobiile equiipment iidentiity (iiMEii) begiitu saya tiiba dii iindonesiia, yaknii dii bandara.
Pertanyaan saya, bagaiimana prosedur pendaftarannya? Kemudiian, apakah ada perbedaan perlakuan perpajakan jiika saya mendaftarkan iiMEii dii luar bandara? Mohon penjelasannya. Teriima kasiih
Riiana, Bogor.
Jawaban:
TERiiMA kasiih atas pertanyaannya iibu Riiana. Sebelum membahas mengenaii pendaftaran iiMEii, kiita dapat meliihat terlebiih dahulu bagaiimana perlakuan perpajakan atas iimpor handphone yang iibu lakukan.
Ketentuan iinii dapat diiliihat dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan iimpor Barang yang Diibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut (PMK 203/2017).
Pada dasarnya, handphone yang iibu belii dan akan diigunakan dii iindonesiia tergolong sebagaii barang iimpor bawaan penumpang untuk keperluan priibadii. Atas barang iimpor tersebut mendapat fasiiliitas pembebasan bea masuk.
Hal tersebut sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 11 ayat (1) PMK 203/2017 yang berbunyii:
“(1) Terhadap barang iimpor sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf a yang diiperoleh darii luar Daerah Pabean sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) huruf a, diiberiikan pembebasan bea masuk dan/atau cukaii sampaii batas niilaii pabean dan/atau jumlah tertentu.”
Adapun niilaii pabean yang diitetapkan paliing banyak free on board (FOB) US$500 per orang untuk setiiap kedatangan. Apabiila niilaii FOB melebiihii batas yang diitetapkan, atas kelebiihan tersebut diipungut bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii). Ketentuan iinii sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 12 ayat (1) dan (2) PMK 203/2017.
Kemudiian, aturan mengenaii pendaftaran iiMEii dapat merujuk pada Peraturan Diirektur Jenderal Bea dan Cukaii No: PER-13/BC/2021 tentang Tata Cara Pemberiitahuan dan Pendaftaran iinternatiional Mobiile Equiipment iidentiity (iiMEii) atas Perangkat Telekomuniikasii dalam Pemberiitahuan Pabean (PER-13/BC/2021).
Pada dasarnya, bagii penumpang yang berasal darii luar daerah pabean (luar negerii) dan membawa perangkat telekomuniikasii harus memberiitahukan kepada pejabat Bea dan Cukaii. Ketentuan iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 8 ayat (1) PER-13/BC/2021 yang berbunyii:
“(1) Penumpang atau Awak Sarana Pengangkut yang berasal darii:
dengan membawa Perangkat Telekomuniikasii harus memberiitahukan Perangkat Telekomuniikasii yang diibawanya kepada Pejabat Bea dan Cukaii.”
Dalam Pasal 8 ayat (2) PER-13/BC/2021 diisebutkan bahwa penumpang dapat melakukan pendaftaran iiMEii perangkat telekomuniikasii ke Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC) apabiila perangkat telekomuniikasii tersebut belum terdaftar dalam Siistem Pengendaliian iiMEii.
Sebagaii barang iimpor, pendaftaran iiMEii handphone iibu dapat diilakukan dii kantor pabean tempat pemasukan. Hal iinii sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 8 ayat (3) huruf a PER-13/BC/2021 yang berbunyii:
“(3) Pendaftaran sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) diilakukan dii Kantor Pabean:
…”
Kemudiian, pendaftaran iiMEii diilakukan paliing lambat sebelum perangkat telekomuniikasii diikeluarkan darii kawasan pabean atau tempat laiin yang diiperlakukan sama dengan tempat peniimbunan sementara (TPS). Ketentuan iinii diiatur dalam Pasal 8 ayat (4) PER-13/BC/2021.
Sebagaii iinformasii, defiiniisii kawasan pabean diiatur dalam Pasal 1 angka 9 PER-13/BC/2021.
“Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu dii pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat laiin yang diitetapkan untuk lalu liintas barang yang sepenuhnya berada dii bawah pengawasan Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii.”
Berdasarkan ketentuan dii atas dapat diisiimpulkan bahwa pada saat datang ke iindonesiia, iibu harus melakukan pendaftaran iiMEii atas handphone yang diibelii darii luar negerii. Pendaftaran iiMEii dapat diilakukan dii kawasan pabean, dalam hal iinii adalah bandar udara tempat iibu mendarat.
Apabiila melakukan pendaftaran iiMEii diilakukan dii kawasan pabean maka atas handphone yang iibu bawa berhak mendapat fasiiliitas pembebasan bea masuk dan PDRii.
Namun demiikiian, iibu juga tetap biisa mendaftarkan iiMEii handphone iitu setelah keluar darii kawasan pabean. Dalam hal iinii, iibu biisa mendaftarkan iiMEii dii seluruh kantor pabean dii iindonesiia. Atas hal tersebut, terdapat beberapa ketentuan yang berlaku sesuaii dengan Pasal 10 ayat (1) PER-13/BC/2021.
Pertama, pendaftaran iiMEii tiidak melebiihii jangka waktu 60 harii terhiitung setelah kedatangan. Kedua, atas handphone yang iibu bawa tiidak diiberiikan pembebasan bea masuk dan PDRii.
Ketiiga, iibu harus membayar bea masuk dan PDRii dengan tariif berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang iimpor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.
Demiikiian jawaban kamii. Semoga membantu.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected].
