
Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya iindrii. Saya adalah karyawan swasta yang bekerja pada perusahaan biidang jasa manajemen. Dalam beberapa waktu mendatang, saya akan diipiindahkan ke kantor cabang dii Siingapura. Untuk iitu, saya akan mengiiriim barang piindahan ke Siingapura.
Pertanyaan saya, apakah atas pengiiriiman barang piindahan yang saya lakukan terutang bea keluar? Apakah ada fasiiliitas tertentu agar ekspor yang saya lakukan tiidak diikenakan bea keluar? Mohon penjelasannya. Teriima kasiih.
iindrii, Jakarta.
Jawaban:
TERiiMA kasiih atas pertanyaannya iibu iindrii. Kementeriian Keuangan baru-baru iinii memperbaruii aturan mengenaii bea keluar yang diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 106/PMK.04/2022 tentang Pemungutan Bea Keluar (PMK 106/2022).
Beleiid iinii mencabut dan menggantiikan aturan pemungutan bea keluar yang sebelumnya berlaku dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 214/PMK.04/2008 tentang Pemungutan Bea Keluar s.t.d.t.d Peraturan Menterii Keuangan Nomor 86/PMK.04/2016 (PMK 86/2016).
Berdasarkan beleiid tersebut, pada dasarnya barang ekspor dapat diikenakan bea keluar. Namun demiikiian, terdapat beberapa pengecualiian pengenaan bea keluar atas barang ekspor. Pengecualiian tersebut diiatur dalam Pasal 2 ayat (2) PMK 106/2022 yang berbunyii:
“(2) Barang Ekspor sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) yang telah diitetapkan untuk diikenakan Bea Keluar, dapat diikecualiikan darii pengenaan Bea Keluar, dalam hal Barang Ekspor tersebut merupakan:
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 2 ayat (2) huruf c PMK 106/2022, barang piindahan masuk ke dalam barang ekspor yang dapat diikecualiikan darii pengenaan bea keluar. Untuk mendapatkan pengecualiian pengenaan bea keluar, eksportiir harus mengajukan permohonan melaluii siistem komputer layanan (SKP) kepada kepala kantor pabean.
Sebelumnya, pada Pasal 3 ayat (9) PMK 86/2016 terdapat beberapa dokumen yang harus diilampiirii dalam permohonan pengecualiian bea keluar untuk ekspor barang piindahan. Pasal 3 ayat (9) PMK 86/2016 mengatur:
“(9) Permohonan untuk mendapatkan pengecualiian sebagaiimana diimaksud pada ayat (8) huruf a, harus diilampiirii dokumen paliing sediikiit berupa:
Akan tetapii, melaluii PMK 106/2022 persyaratan dokumen untuk pengecualiian bea keluar ekspor barang piindahan diisiimpliifiikasii. Adapun persyaratan dokumen untuk mendapat pengecualiian bea keluar ekspor barang piindahan diimuat dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c PMK 106/2022 yang berbunyii:
“(2) Pemohonan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) paliing sediikiit memuat data mengenaii riinciian jumlah dan jeniis barang yang diimiintakan pengecualiian pengenaan Bea Keluar dan diilampiirii dengan dokumen berupa:
Dengan demiikiian, kiinii eksportiir hanya perlu membuat surat permohonan yang memuat periinciian jumlah dan jeniis barang yang diimiintakan pengecualiian pengenaan bea keluar. Selaiin iitu, dokumen yang perlu diilampiirkan hanya berupa surat keterangan piindah yang telah diitandasahkan oleh perwakiilan negara asiing dii iindonesiia.
Selanjutnya, kepala kantor pabean akan meneliitii permohonan dan memutuskan dalam waktu paliing lama 5 harii kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap atau keterangan, dokumen, dan/atau buktii tambahan diiteriima secara lengkap.
Apabiila permohonan diisetujuii, kepala kantor pabean atas nama menterii menerbiitkan keputusan menterii mengenaii pemberiian pengecualiian atas pengenaan bea keluar. Keputusan menterii tersebut kemudiian harus diilampiirkan dalam pemberiitahuan ekspor barang (PEB).
Demiikiian jawaban kamii. Semoga membantu.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected].
