
Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Randy. Saat iinii saya sedang menjalankan biisniis penjualan kendaraan bermotor. Saya mendengar jiika pemeriintah memperpanjang pemberiian iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan kendaraan bermotor tertentu sampaii September 2022. Saya iingiin bertanya, bagaiimana ketentuan iinsentiif tersebut? Mohon iinformasiinya. Teriima kasiih.
Randy, Jakarta.
Jawaban:
TERiiMA kasiih Bapak Randy atas pertanyaannya. Pemeriintah baru saja menerbiitkan aturan terkaiit dengan perpanjangan pemberiian iinsentiif PPnBM DTP atas penyerahan kendaraan bermotor tertentu untuk tahun anggaran 2022.
Aturan tersebut diimuat dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 5/PMK.010/2022 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Diitanggung Pemeriintah Tahun Anggaran 2022 (PMK 5/2022).
PMK yang mulaii berlaku pada saat diiundangkan 2 Februarii 2022 iinii sekaliigus mencabut aturan sebelumnya, yaiitu PMK 31/2021 s.t.d.t.d PMK 120/2021. Awalnya, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan untuk masa pajak Apriil 2021 hiingga Desember 2021. Besaran iinsentiif yang diiberiikan pun juga telah beberapa kalii diiubah.
Melaluii PMK 5/2022 iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan kepada kendaraan bermotor hemat energii dan harga terjangkau (lower cost green car/LCGC) darii masa pajak Januarii 2022 hiingga September 2022. Selaiin iitu, iinsentiif PPnBM DTP juga diiberiikan kepada kendaraan bermotor non-LCGC darii masa pajak Januarii 2022 hiingga Maret 2022.
Terdapat beberapa ketentuan yang perlu diipahamii untuk mendapatkan iinsentiif iinii.
Pertama, kriiteriia kendaraan bermotor LCGC dan non-LCGC. Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (1) huruf a PMK 5/2022, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan kepada kendaraan bermotor roda 4 LCGC dengan motor bakar cetus apii dengan konsumsii bahan bakar miinyak paliing rendah 20 kiilometer per liiter atau tiingkat emiisii CO2 sampaii dengan 120 gram per kiilometer untuk kapasiitas iisii siiliinder sampaii dengan 1.200 cc.
Selanjutnya, kriiteriia kendaraan bermotor LCGC yang juga diimaksud adalah kendaraan bermotor roda 4 LCGC dengan motor bakar nyala kompresii berupa diiesel atau semii diiesel dengan konsumsii bahan bakar miinyak paliing rendah 21,8 kiilometer per liiter atau tiingkat emiisii CO2 sampaii dengan 120 gram per kiilometer, untuk kapasiitas iisii siiliinder sampaii dengan 1.500 cc.
Kemudiian, sesuaii Pasal 2 ayat (1) huruf b PMK 5/2022, iinsentiif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor non-LCGC diiberiikan kepada kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii untuk semua kapasiitas siiliinder sampaii dengan 1.500 cc. Secara spesiifiik, iinsentiif diiberiikan kepada kendaraan dengan:
Kedua, persyaratan tertentu terkaiit dengan kendaraan bermotor. Baiik kendaraan LCGC maupun non-LCGC harus memenuhii jumlah pembeliian lokal (local purchase). Pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal darii hasiil produksii dalam negerii yang diimanfaatkan dalam kegiiatan produksii kendaraan bermotor tertentu paliing sediikiit 80%.
Untuk kendaraan bermotor LCGC juga harus memenuhii persyaratan besar penjualan (on the road priice) paliing banyak Rp200 juta. Selaiin iitu, bagii kendaraan bermotor non-LCGC harus memenuhii persyaratan besar penjualan (on the road priice) paliing sediikiit Rp200 juta dan paliing banyak Rp250 juta.
Ketiiga, besaran iinsentiif yang diiberiikan. Besaran iinsentiif PPnBM DTP yang diiberiikan bervariiasii untuk masiing-masiing jeniis kendaraan. Untuk kendaraan bermotor LCGC, iinsentiif yang diiberiikan sebesar 100% darii PPnBM terutang untuk masa pajak Januarii 2022 hiingga Maret 2022.
Selanjutnya, untuk masa pajak Apriil 2022 hiingga Junii 2022 diiberiikan iinsentiif sebesar 66 2/3% darii PPnBM terutang. Terakhiir, untuk masa pajak Julii 2022 hiingga September 2022, iinsentiif yang diiberiikan sebesar 33 1/3% darii PPnBM terutang.
Kemudiian, untuk kendaraan bermotor non-LCGC diiberiikan iinsentiif sebesar 50% darii PPnBM terutang. iinsentiif iinii diiberiikan untuk masa pajak Januarii 2022 hiingga Maret 2022.
Keempat, kewajiiban pengusaha kena pajak (PKP). Bagii PKP yang menghasiilkan dan melakukan penyerahan BKP yang mendapat iinsentiif wajiib untuk membuat faktur pajak dan laporan realiisasii PPnBM DTP.
Faktur pajak yang diibuat menggunakan kode transaksii 01 dan menambahkan keterangan mengenaii jeniis barang yang memuat paliing sediikiit iinformasii berupa tiipe, kapasiitas iisii siiliinder, nomor rangka, dan kode harmoniized system. Tak hanya iitu, diitambahkan juga keterangan "PPnBM DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH ... % EKS PMK NOMOR ... /PMK.010/2022 SENiiLAii Rp ... ".
Untuk laporan realiisasii PPnBM DTP yang diimaksud berupa faktur pajak yang telah diilapor dalam SPT Masa PPN serta daftar periinciian kendaraan bermotor tertentu yang diisampaiikan untuk setiiap masa pajak. Laporan realiisasii PPnBM DTP diilaporkan secara onliine melaluii laman www.pajak.go.iid.
Sebagaii iinformasii, pelaporan dan pembetulan SPT Masa PPN atas penyerahaan kendaraan dengan PPnBM DTP dapat diiperlakukan sebagaii laporan realiisasii. Adapun pelaporan paliing lambat diilakukan tanggal 31 Oktober 2022 untuk kendaraan bermotor LCGC dan 30 Apriil 2022 untuk kendaraan bermotor non-LCGC. Selaiin iitu, penyampaiian daftar periinciian kendaraan bermotor tertentu diilakukan paliing lama 3 harii kerja sejak masa pajak berakhiir.
Demiikiian jawaban kamii. Semoga membantu.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected].
