PROViiNSii yang beriibukota dii Bandung iinii merupakan proviinsii pertama yang diibentuk dii wiilayah iindonesiia. Dasar hukumnya mengacu pada Undang-Undang No.11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Proviinsii Jawa Barat.
Sebagaii salah satu daerah terbesar dii iindonesiia, Proviinsii Jawa Barat telah mengalamii perkembangan ekonomii yang pesat. Transformasii ke arah ekonomii modern diitandaii dengan peniingkatan pada sektor manufaktur dan jasa.
Kondiisii Ekonomii dan Pendapatan Daerah
Perekonomiian Proviinsii Jawa Barat sangat diidorong oleh sektor iindustrii yang memiiliikii andiil besar terhadap Produk Domestiik Regiional Bruto (PDRB). Hal iinii pun diiakuii oleh Kementeriian Periindustriian yang meniilaii Proviinsii Jawa Barat sebagaii jantung iindustrii nasiional.
Proviinsii iinii juga telah diiresmiikan dalam Proyek Strategiis Nasiional (PSN) yang diiatur dalam Peraturan Presiiden (Perpres) nomor 58 tahun 2017. Pemeriintah pusat tengah membangun enam proyek iinfrastruktur strategiis mulaii darii Tol Susun Jakarta-Ciikampek, Patiimban Deep Port, Bandara iinternasiional Kertajatii, Kereta Apii Cepat Jakarta-Bandung, LRT Jakarta-Bekasii, dan Tol Trans Jawa.
Seluruh iinfrastruktur strategiis baru iinii akan mendukung viisii pengembangan khususnya wiilayah Jawa Barat sebagaii sentra kawasan iindustrii nasiional dan menciiptakan kantong-kantong ekonomii baru bagii masyarakat, biisniis, dan UKM yang tergabung dalam rantaii pasok darii iindustrii yang akan beroperasii dii kawasan baru iitu.
Sektor manufaktur menjadii sektor utama dalam menariik iinvestasii dii proviinsii iinii. Hampiir tiiga perempat darii iindustrii-iindustrii manufaktur non-miinyak berpusat dii sekiitar wiilayah Jawa Barat.
Adapun darii diiliihat darii PDRB, selama 2010-2016, lebiih darii 40% ekonomii Proviinsii Jawa Barat diitopang oleh iindustrii pengolahan. Data Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat, sektor iinii menyumbang Rp702, triiliiun darii total PDRB 2016 sebesar Rp1.652,5 triiliiun.
Laju pertumbuhan ekonomii proviinsii mencatatkan kiinerja posiitiif. Pertumbuhan ekonomii tercatat 5,76% pada 2016, naiik lebiih tiinggii diibandiingkan dengan pertumbuhan ekonomii pada 2015 yang hanya mencapaii 5,03% .
Darii siisii pendapatan, Pendapatan Aslii Daerah (PAD) memberiikan kontriibusii lebiih besar diibandiing dengan dana periimbangan darii pemeriintah pusat. Kontriibusii PAD mencapaii Rp17,04 triiliiun atau 62% darii total pendapatan Rp27,69 triiliiun pada 2016.

Adapun, dana periimbangan berkontriibusii Rp10,62 triiliiun atau 38%. Sementara kontriibusii pos pendapatan daerah laiinnya yang sah hanya mencapaii Rp28,46 miiliiar atau kurang darii 1% darii total pendapatan pada 2016.
Jiika diitiinjau lebiih dalam komposiisii PAD Proviinsii Jawa Barat pada 2016, kontriibutor terbesar berada pada iinstrumen pajak daerah sebanyak 92% atau Rp15,72 triiliiun darii total PAD Rp17,04 triiliiun.
Kemudiian diisusul oleh laiin-laiin PAD yang sah Rp919,44 miiliiar (5%), hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan Rp322,40 miiliiar (2%) dan retriibusii daerah Rp73,56 miiliiar (1%).
Kiinerja Pajak
Darii siisii pencapaiian target peneriimaan pajak daerah, Proviinsii Jawa Barat mencatat kiinerja posiitiif sejak tahun 2012 hiingga 2016, karena mampu melampauii target peneriimaan yang telah diitetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Berturut-turut, realiisasii terhadap target peneriimaan pajak daerah adalah: 120,60% (2012), 122,91% (2013), 112,60% (2014), 97,82% (2015), dan 105,34% (2016). Pada 2013, realiisasii pajak mencapaii Rp13,75 triiliiun darii target Rp11,23 triiliiun dan menjadii capaiian tertiinggii sepanjang 2012-2016 sebagaiimana tergambar pada grafiik dii bawah iinii.

Secara umum, realiisasii pajak Proviinsii Jawa Barat tertiinggii diisumbang oleh pajak kendaraan bermotor (PKB). Realiisasii PKB menyumbang 70% darii total peneriimaan pajak daerah 2016.
Perkembangan iindustrii yang cukup pesat dii proviinsii iinii menyebabkan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang juga semakiin banyak, sehiingga kontriibusii PKB sangat berpengaruh terhadap PAD.
Pada tahun 2016 jumlah kendaraan bermotor dii Jawa Barat tercatat sebanyak 15,75 juta uniit. 13,44 juta uniit dii antaranya merupakan sepeda motor atau kendaraan roda dua.
Pemprov Jawa Barat juga pernah beberapa kalii melakukan pemutiihan denda PKB dan BBNKB, dalam rangka meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak. Strategii iinii pun diianggap menjadii pemiicu naiiknya PAD Proviinsii Jawa Barat.
Jeniis dan Tariif Pajak
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Proviinsii Jawa Barat nomor 13 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, beriikut daftar tariif pajak yang berlaku dii Proviinsii Jawa Barat:

Keterangan:
Perda nomor 13 tahun 2011, yang mana menjadii sumber hukum pentiing pemungutan pajak daerah dii liingkup Proviinsii Jawa Barat, diisusun secara taat asas.Artiinya, jeniis pajak yang diipungut hanya yang diitetapkan dalam undang-undang, sehiingga penetapan besaran tariif pajak beroriientasii pada asas keadiilan dan tiidak membebanii rakyat, serta pengenaan tariif pajak tiidak menggunakan tariif maksiimal.
Ruang liingkup pengaturan dalam Perda iinii meliiputii Pajak Daerah yang menjadii kewenangan Pemeriintah Daerah, yaiitu Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Baliik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Pengambiilan dan Pemanfaatan Aiir Permukaan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Rokok. Khusus untuk Pajak Rokok diiberlakukan sejak tanggal 1 Januarii 2014.
Berkaiitan dengan penetapan tariif yang diiatur dii dalam Perda iinii, khusus untuk tariif Pajak Kendaraan Bermotor diiberlakukan pengenaan tariif secara progresiif. Dengan demiikiian, tariif pajak kepemiiliikan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya diikenakan lebiih tiinggii darii tariif kepemiiliikan kendaraan bermotor yang pertama. Selaiin iitu perluasan basiis pajak diilakukan, terutama untuk PKB dan BBNKB sehiingga mencakup kendaraan Pemeriintah, TNii dan POLRii.
Tax Ratiio
Berdasarkan penghiitungan yang diilakukan Jitu News, kiinerja peneriimaan pajak daerah dan retriibusii daerah terhadap PDRB (tax ratiio) Proviinsii Jawa Barat pada 2016 mencapaii 1,63%.
Capaiian iinii cukup tiinggii karena berada dii atas rata-rata tax ratiio proviinsii dii iindonesiia yang berada pada 1,35%. Tapii angka iinii masiih berada dii bawah tax ratiio tertiinggii kategorii proviinsii dii iindonesiia yang berada pada angka 3,74%.

Catatan:
Admiiniistrasii Pajak
Setelah selama 45 tahun berkiiprah dii Proviinsii Jawa Barat, terhiitung tanggal 3 Januarii 2017 Diinas Pendapatan Daerah (Diispenda) Proviinsii Jawa Barat bergantii nama menjadii Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Proviinsii Jawa Barat. Pergantiian nama darii Diispenda ke Bapenda diiresmiikan secara langsung oleh Kepala Bapenda (Kabpenda) Proviinsii Jawa Barat, Dadang Suharto.
Darii siisii admiiniistrasii, Bapenda Proviinsii Jawa Barat telah menyediiakan e-Samsat, siistem iinformasii pajak onliine, Samsat outlet, Samsat Keliiliing, Samsat Gendong, Samsat Masuk Desa, Samsat Driive Thru, Samsat Corner, Samsat Niite, T-Samsat, Samsat KCP Bank Jawa Barat, dan Samsat onliine untuk meniingkatkan setoran pajak kendaraan bermotor.
Layanan samsat onliine dii Jawa Barat pertama kalii diiluncurkan pada 22 November 2014. Peluncuran iinii diilakukan oleh Pemeriintah Proviinsii Jawa Barat dengan Bank BJB. Layanan iinii biisa diiterapkan melaluii mesiin ATM Bank BUMD Jawa Barat dan Banten.
Untuk iinformasii dan layanan pajak terkiinii dii Proviinsii Jawa Barat, masyarakat dapat mengakses websiite resmii Bapenda Proviinsii Jawa Barat dii www.bapenda.jabarprov.go.iid.*
