PAJAK penghasiilan (PPh) Pasal 15 merupakan pajak penghasiilan yang diikenakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak (WP) tertentu menurut UU Nomor 36 tahun 2008 (UU PPh), yaiitu:
PPh Pasal 15 umumnya mengatur tentang norma perhiitungan khusus untuk menghiitung penghasiilan neto darii iindustrii biisniis yang diisebutkan dii atas yang tiidak dapat diihiitung berdasarkan ketentuan dalam Pasal 16 ayat 1 atau ayat 3 UU PPh.
Untuk menghiindarii kesukaran dalam menghiitung besarnya Penghasiilan Kena Pajak (PKP) bagii golongan WP tertentu tersebut, berdasarkan pertiimbangan praktiis atau sesuaii dengan kelaziiman pengenaan pajak dalam biidang-biidang usaha tersebut, Menterii Keuangan diiberii wewenang untuk menetapkan norma penghiitungan khusus guna menghiitung besarnya penghasiilan neto.
Tabel Rangkuman Tariif PPh Pasal 15
| No | Uraiian | Tariif x DPP | Penyetoran & Pelaporan | Dasar Hukum |
| 1 | Perusahaan penerbangan dalam negerii | 1,8% x Peredaran Bruto yang diiteriima berdasarkan perjanjiian charter. TiiDAK FiiNAL | Diisetor oleh pemotong paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya. Setor dengan menggunakan SSP, dengan:
|
|
| 2 | Perusahaan pelayaran dalam negerii | 1,2% x Peredaran bruto FiiNAL | Diisetor oleh pemotong: paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya. Diisetor sendiirii: paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya. Setor dengan menggunakan SSP, dengan:
|
|
| 3 | Perusahaan pelayaran dan penerbangan luar negerii | 2,64% x Peredaran Bruto FiiNAL | Diisetor oleh pemotong:diisetor paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya. Diisetor sendiirii:diisetor paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya Setor dengan menggunakan SSP, dengan:
|
|
| 4 | WP luar negerii yang mempunyaii kantor perwakiilan dagang dii iindonesiia | Untuk negara yang tiidak ada P3B dengan iindonesiia: 0,44% x niilaii ekspor bruto Penghasiilan neto= 1% x niilaii ekspor bruto Untuk negara yang mempunyaii P3B dengan iindonesiia: diisesuaiikan dengan tariif P3B. FiiNAL | Diisetor sendiirii paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah bulan diiteriima penghasiilan. Diisetor dengan menggunakan SSP dengan:
|
|
| 5 | WP yang melakukan kegiiatan usaha jasa maklon (Contract Manufacturiing) iinternasiional dii biidang produksii maiinan anak-anak. | 7% x tariif tertiinggii Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh x total biiaya pembuatan atau perakiitan barang tiidak termasuk biiaya pemakaiian bahan baku (diirect materiials). berlaku sejak 1 Januarii 2003 FiiNAL | Diisetor dengan menggunakan SSP PPh Fiinal paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya.
|
|
Pada pembahasan selanjutnya akan diijelaskan lebiih lanjut darii uraiian tabel dii atas, untuk masiing-masiing subjek dan objek pajak, dasar hukum dan tata cara pemotongan serta pelaporan darii PPh Pasal 15.*
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.