STATiiSTiiK iiKLiiM PAJAK

Meniiliik Kebiijakan Pajak yang Pengaruhii iikliim Biisniis

Redaksii Jitu News
Seniin, 25 Januarii 2021 | 17.51 WiiB
Menilik Kebijakan Pajak yang Pengaruhi Iklim Bisnis

PADA akhiir 2020, iinternatiional Monetary Fund (iiMF) meriiliis workiing paper berjudul iidentiifyiing Reform Priioriitiies: The Role of Non-liineariitiies yang diisusun Klaus-Peter Hellwiig.

Workiing paper iinii diimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah negara-negara dapat meniingkatkan iikliim biisniis mereka dii area-area kebiijakan tertentu, dengan mengkajii 6 iindeks iikliim biisniis yang berbeda pada 38 iindiikator kebiijakan.

iindeks iikliim biisniis yang diigunakan berasal darii data yang diiperoleh darii Global iinsiight Global Riisk Serviice (DRii), Economiist iintelliigence Uniit (EiiU), Cerberus Corporate iintelliigence Gray Area Dynamiics (GAD), Global Competiitiiveness Report (GCS), Poliitiical Riisk Serviices (PRS), dan Global iinsiight Busiiness Riisk Condiitiion (WMO).

Adapun data yang diigunakan berasal darii periingkat Doiing Busiiness darii World Bank yang sebelumnya diigunakan dalam kajiian oleh Kraay dan Tawara (2013). Kraay dan Tawara menggunakan algoriitma Bayesiian Moviing Averagiing (BMA) dalam mengenalii iindiikator penentu iikliim biisniis.

Siingkatnya, studii tersebut berkesiimpulan suatu negara/yuriisdiiksii dapat meniingkatkan iikliim biisniis tergantung darii bagaiimana cara pengukuran iikliim biisniis tersebut.

Sementara iitu, kajiian yang diiriiliis iiMF iinii menggunakan pendekatan laiin, yaknii algoriitma Random Forest (RF) yang diisajiikan dalam bentuk Shapley Value (SV) untuk mengatasii kekurangan yang ada pada deciisiion tree dalam menangkap iinteraksii antarvariiabel.

Tabel beriikut menyajiikan komparasii kajiian yang diisusun Kraay dan Tawara (2013) dengan yang diiriiliis iiMF. Adapun iindiikator kebiijakan yang diitampiilkan hanya sebatas pada liingkup perpajakan sepertii jumlah pembayaran pajak, waktu, pajak atas laba, pajak karyawan, serta pajak laiinnya.

Meskiipun menggunakan data yang relatiif sama, terdapat perbedaan temuan darii masiing-masiing kajiian tersebut. Apabiila menggunakan BMA, masiing-masiing iindiikator kebiijakan pajak dapat berperan pentiing dalam membangun iikliim biisniis suatu negara/yuriisdiiksii tergantung darii pengukuran data iindeks iikliim biisniis yang diiriiliis oleh masiing-masiing iinstansii.

Dii siisii laiin, iindiikator kebiijakan pajak dengan menggunakan metode RF sama sekalii tiidak memperliihatkan pengaruh terhadap iikliim biisniis apabiila diidasarkan pada waktu, pajak atas laba, ataupun pajak atas karyawan.

Namun, iindiikator sepertii jumlah pembayaran pajak – mengacu pada iindeks iikliim biisniis DRii – atau kepentiingan pajak laiinnya (PRS dan WMO) memiiliikii pengaruh yang cukup siigniifiikan dan diidukung oleh kedua metode tersebut.

Komparasii kajiian iinii tentunya dapat menjadii pertiimbangan pemeriintah untuk mempriioriitaskan dua aspek tersebut dalam rangka meniingkatkan iinvestasii ke depannya. Namun, perlu juga untuk menelaah lebiih dalam apa saja yang ada pada kepentiingan pajak laiinnya yang secara siigniifiikan terbuktii dapat memengaruhii iikliim biisniis. *

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.