JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) akan memberiikan nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha kepada para wajiib pajak cabang guna menggantiikan nomor pokok wajiib pajak (NPWP) yang selama iinii diigunakan.
Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 112/2022, nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha merupakan penggantii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) cabang yang selama iinii diigunakan oleh wajiib pajak cabang untuk mendapatkan pelayanan pajak.
"Nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha adalah nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk kegiiatan usaha wajiib pajak yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak," bunyii Pasal 1 angka 6, diikutiip pada Rabu (20/7/2022).
Dengan berlakunya PMK 112/2022, nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha akan diisampaiikan kepada wajiib pajak melaluii laman Diitjen Pajak, emaiil wajiib pajak, contact center DJP, atau saluran laiinnya.
Wajiib pajak cabang masiih dapat menggunakan NPWP cabang untuk pemenuhan hak dan kewajiiban perpajakan sampaii dengan 31 Desember 2023. Namun, mulaii 1 Januarii 2024, wajiib pajak cabang harus menggunakan nomor iidentiitas tempat kegiiatan usaha sebagaii iidentiitas tempat kegiiatan usaha yang terpiisah darii tempat kedudukan.
Sebagaii iinformasii, PMK 112/2022 merupakan ketentuan tekniis darii penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP sebagaiimana yang telah diiamanatkan dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Penggunaan NiiK sebagaii NPWP berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii penduduk iindonesiia. Penduduk yang diimaksud adalah warga negara iindonesiia dan orang asiing yang bertempat tiinggal dii iindonesiia.
Bagii wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, badan, dan iinstansii pemeriintah, NPWP yang selama iinii berformat 15 diigiit akan diigantiikan dengan NPWP 16 diigiit.
Aktiivasii NiiK sebagaii NPWP dan pemberiian NPWP 16 diigiit diilakukan berdasarkan permohonan pendaftaran wajiib pajak atau oleh DJP secara jabatan. (riig)
