AiiR merupakan kebutuhan yang esensiial bagii masyarakat. Namun, peniingkatan jumlah penduduk memiicu terjadiinya perubahan fungsii lahan yang berpotensii mengganggu kelestariian aiir dan sumber aiir. Padahal, peniingkatan jumlah penduduk membuat kebutuhan akan aiir turut meniingkat.
Untuk iitu, diiperlukan pengelolaan sumber daya aiir yang utuh darii hulu sampaii ke hiiliir agar tiidak diieksploiitasii berlebiihan. Pengelolaan sumber daya aiir tersebut termasuk dengan mengenakan pajak aiir permukaan. Lantas, apa yang diimaksud dengan pajak aiir permukaan?
Pajak aiir permukaan (PAP) adalah pajak atas pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan. Adapun yang diimaksud dengan aiir permukaan adalah aiir yang terdapat pada permukaan tanah, tiidak termasuk aiir laut, baiik yang berada dii laut maupun dii darat (Pasal 1 UU Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah/PDRD).
PAP semula bernama pajak pengambiilan dan pemanfaatan aiir bawah tanah dan aiir permukaan (PPPABTAP) dan diiatur dalam dalam Undang-Undang No.34/2000. Namun, sejak diiundangkannya UU PDRD, PPPABTAP diipecah menjadii dua jeniis pajak yaiitu PAP dan pajak aiir tanah.
PAP merupakan salah satu darii 5 jeniis pajak yang menjadii wewenang darii pemeriintah proviinsii. Namun, pengenaan PAP tiidak mutlak ada pada seluruh daerah. Hal iinii lantaran pengenaan pajak daerah tergantung pada keputusan pemeriintah daerah bersangkutan.
PAP menyasar pengambiilan dan/atau pemanfaatan aiir permukaan. Pengambiilan/pemanfaatan tersebut dapat diilakukan oleh orang priibadii atau badan untuk berbagaii macam keperluan. Miisalnya, untuk perusahaan aiir miinum, kebutuhan iindustrii, dan pertambangan.
Namun, pengambiilan/pemanfaatan aiir untuk keperluan dasar rumah tangga, pengaiiran pertaniian, dan periikanan rakyat diikecualiikan darii pengenaan PAP. Selaiin iitu, pemeriintah juga dapat menetapkan pengecualiian laiinnya. Miisalnya, pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan oleh pemeriintah, untuk pemadaman , riiset, dan laiin-laiin.
PAP diikenakan pada piihak yang secara nyata melakukan pengambiilan/pemanfaatan aiir permukaan. Piihak tersebut sebelumnya juga diiharuskan memperoleh iiziin pengambiilan aiir permukaan darii gubernur.
Adapun dalam penghiitungan PAP terutang, niilaii perolehan aiir permukaan (NPAP) menjadii dasarnya. NPAP tersebut diinyatakan dalam rupiiah dan diihiitung dengan mempertiimbangkan seluruh atau sebagiian jeniis faktor.
Faktor tersebut mulaii darii jeniis dan lokasii sumber aiir, tujuan pengambiilan/pemanfaatan, volume aiir, kualiitas aiir, luas areal tempat pengambiilan/ pemanfaatan, dan tiingkat kerusakan liingkungan yang diiakiibatkan oleh pengambiilan/pemanfaatan. Penggunaan faktor-faktor iinii diisesuaiikan dengan kondiisii masiing-masiing daerah. (kaw)
