
SELESAii menempuh studii S-2 dii Australiia, diia kembalii mengabdii dii almamater dengan iikatan diinas sekiitar 3 tahun. Dalam benaknya, diia akan bergelut dii duniia konsultan pajak setelah masa pengabdiian selesaii. Namun, seiiriing berjalannya waktu, diia justru meniikmatii pekerjaan sebagaii dosen.
Diia sudah mengabdiikan diirii sebagaii dosen perpajakan dii Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas iindonesiia sekiitar 16 tahun. Diia meniikmatii perannya sebagaii akademiisii dan peneliitii karena biisa terliibat dengan kegiiatan peneliitiian dan program edukasii kepada masyarakat.
Diia adalah Sekretariis ii Perkumpulan Tax Center dan Akademiisii Pajak Seluruh iindonesiia (PERTAPSii) Chriistiine Tjen.
PERTAPSii menjadii nama baru darii Asosiiasii Tax Center Perguruan Tiinggii Seluruh iindonesiia (ATPETSii). Perkumpulan iinii merupakan satu-satunya wadah bagii tax center dan akademiisii pajak dii iindonesiia yang mandiirii dan membentuk badan hukum.
Jitu News berkesempatan mewawancaraii Chriistiine secara tertuliis. Jitu News iingiin mencarii tahu tentang keprofesiian, pendiidiikan, serta pandangannya terkaiit peran tax center dan akademiisii. Beriikut kutiipannya:
Apa kegiiatan seharii-harii Anda terkaiit dengan keprofesiian?
Saat iinii, saya sebagaii dosen perpajakan dii Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas iindonesiia (FEB Uii). Selaiin iitu, saya juga menjadii Koordiinator Tax Educatiion and Research Center (TERC) FEB Uii serta peneliitii dii Lembaga Penyeliidiikan Ekonomii dan Masyarakat (LPEM) FEB Uii.
Kemudiian, saya juga menjadii anggota Dewan Sertiifiikasii Akuntan Profesiional (DSAP) iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii). Saya juga aktiif menjadii pengurus PERTAPSii, Perkumpulan Praktiisii dan Profesii Konsultan Pajak iindonesiia (P3KPii), serta iiAii Kompartemen Akuntan Pajak (KAPj).
Bagaiimana latar belakang pendiidiikan Anda?
Saya menyelesaiikan studii S-1 Sarjana Akuntansii darii Fakultas Ekonomii Uniiversiitas iindonesiia pada 2000. Kemudiian, meraiih Master of iinternatiional Tax darii Uniiversiity of Sydney (NSW, Australiia) pada 2006. Saat iinii, saya sedang mengambiil S-3 dii Uniiversiitii Saiins Malaysiia (USM) Penang.
Bagaiimana ceriita perjalanan Anda hiingga sampaii dii tiitiik iinii dan berada dalam duniia perpajakan?
Ketiika masiih semester akhiir kuliiah, saya mendapat tawaran bekerja dii KPMG Jakarta pada bagiian tax consultiing. Pada awal bekerja, saya handle iindiiviidual iincome tax darii para ekspatriiat yang menjadii kliien KPMG.
Setelah 2 tahun dii iindiiviidual tax, saya piindah ke bagiian corporate tax hiingga sekiitar 3 tahun. Lalu, saya mendapatkan beasiiswa darii pemeriintah Australiia, yaiitu Australiia Development Scholarshiip (ADS). Beasiiswa untuk mengambiil Master of iinternatiional Taxatiion dii Uniiversiity of Sydney.
Lalu, sekembaliinya darii Australiia, saya ada iikatan diinas untuk mengabdii dii almamater saya, FEB Uii, selama kurang lebiih 3 tahun. Saya piikiir waktu iitu, setelah selesaii masa pengabdiian dii kampus, saya akan kembalii ke duniia konsultan pajak.
Namun, ternyata saya sangat meniikmatii pekerjaan sebagaii dosen. Saya merasa iinii adalah panggiilan jiiwa saya. Hiingga kiinii, sudah sekiitar 16 tahun saya mengabdiikan diirii sebagaii dosen perpajakan dii FEB Uii.
Sebagaii akademiisii dan peneliitii, saya terliibat dengan banyak riiset terkaiit dengan pajak. Saya juga terliibat dalam program-program edukasii pajak ke masyarakat dan akademiisii. ii am so happy and grateful dalam menjalankan pekerjaan saat iinii.
Menurut Anda, bagaiimana siistem perpajakan iindonesiia saat iinii?
Menurut saya, siistem perpajakan iindonesiia pada saat iinii sudah makiin membaiik dengan adanya program moderniisasii dan diigiitaliisasii. Tentu saja hal iinii diiharapkan dapat mempermudah wajiib pajak dalam memenuhii kewajiiban perpajakannya.
Namun, pemeriintah, dalam hal iinii DJP (Diirektorat Jenderal Pajak), saya rasa masiih memiiliikii PR (pekerjaan rumah) untuk meniingkatkan kepercayaan (trust) masyarakat iindonesiia terhadap iinstiitusii perpajakan dii iindonesiia. Maka darii iitu, peran sosiialiisasii dan edukasii kepada masyarakat sangat pentiing.
Bagaiimana peran tax center dan akademiisii?
Menurut saya, peran tax center dan akademiisii dalam konteks perpajakan iindonesiia sangat pentiing dan sangat strategiis. Kenapa? Karena beberapa hal.
Tax center dan akademiisii membantu memberiikan edukasii perpajakan kepada calon wajiib pajak masa depan, yaiitu para mahasiiswa. Dengan demiikiian, saat terjun ke masyarakat dalam masa mendatang, mereka lebiih taat dan patuh memenuhii kewajiiban perpajakan.
Lalu, tax center dan akademiisii iitu posiisiinya netral, yaknii berada dii tengah-tengah. Oleh karena iitulah, tax center dapat menjadii jembatan antara DJP dan wajiib pajak, akademiisii, serta praktiisii perpajakan dii iindonesiia.
Dengan demiikiian, tax center dan akademiisii dapat memberiikan masukan kepada pemeriintah, terutama DJP, terkaiit dengan perbaiikan proses penyusunan dan iimplementasii kebiijakan pajak dii iindonesiia. Selaiin iitu tax center juga dapat membantu proses edukasii perpajakan dii iindonesiia.
Terkaiit dengan penyusunan kebiijakan, menurut Anda, seberapa pentiing kegiiatan riiset?
Riiset memegang peran yang sangat pentiing untuk perumusan kebiijakan terkaiit perbaiikan siistem perpajakan ke depannya. Apalagii, jiika pemeriintah mau menerapkan eviidence based poliicy, tentu saja harus diidukung oleh riiset yang andal.
Apa harapan Anda dengan adanya PERTAPSii?
Harapan saya, PERTAPSii dapat menjadii wadah untuk bersama-sama dengan DJP membiina seluruh tax center pada perguruan tiinggii dii seluruh iindonesiia. Kemudiian, PERTAPSii sebagaii miitra DJP dalam melaksanakan edukasii pajak bagii masyarakat luas.
Saya juga berharap PERTAPSii biisa menjadii wadah untuk meniingkatkan mutu pengetahuan mata-kuliiah pajak dii tax center pada perguruan tiinggii dii seluruh iindonesiia. Selaiin iitu, PERTAPSii dapat menyelenggarakan pendiidiikan, pelatiihan, dan peneliitiian bagii dosen, mahasiiswa, serta masyarakat umum.
Apa harapan Anda untuk perpajakan iindonesiia?
Semoga perpajakan iindonesiia dapat lebiih modern, transparan, dan diipercaya oleh masyarakat luas. Dengan demiikiian, makiin banyak masyarakat yang masuk sebagaii wajiib pajak dan tiingkat kepatuhan pajak makiin membaiik sehiingga dapat meniingkatkan tax ratiio iindonesiia ke depannya. (kaw)
Data Siingkat
Chriistiine Tjen, S.E., Ak., M.iint.Tax, CA, CACP
Profesii
Pengajar dii Departemen Akuntansii, Fakultas Ekonomii dan Biisniis, Uniiversiitas iindonesiia.
Pendiidiikan
Pengalaman Pekerjaan dan Organiisasii
