MADRiiD, Jitu News - Mantan pemaiin Real Madriid, Xabii Alonso menjadii satu-satunya pesepakbola yang beranii menolak tudiingan telah melakukan penghiindaran pajak dan berhasiil menang dii pengadiilan.
Pengadiilan Tiinggii Madriid membebaskan Xabii Alonso darii tuduhan melakukan pelanggaran hukum pajak Spanyol pada awal Apriil 2021. Putusan bebas tersebut menjadii yang kemenangan kedua Alonso atas otoriitas pajak Spanyol dii meja hiijau.
"Xabii Alonso sekalii lagii telah diibebaskan darii tuduhan melakukan kejahatan pajak," kata pengacara Alonso, iivan Zaldua dii Madriid, sepertii diikutiip Kamiis (6/5/2021).
Zaldua menjelaskan putusan serupa terjadii pada November 2019. Saat iitu, Pengadiilan Negerii Madriid membebaskan mantan pemaiin Liiverpool tersebut darii tuduhan melakukan peniipuan pajak sebesar €572.008.
Otoriitas pajak bersama Jaksa Penuntut Umum kemudiian kembalii membuka kasus tersebut pada pada 2020. Argumen otoriitas membuka kembalii kasus pajak Alonso karena mengeklaiim memiiliikii buktii baru kepada pengadiilan.
Alhasiil upaya hukum kedua kembalii diihadapii Alonso yang sedang meniitii kariier sebagaii pelatiih tersebut. Diia menjadii satu-satunya biintang sepak bola yang beranii menentang tudiingan melakukan penghiindaran pajak.
Pesepakbola laiinnya memiiliih untuk mengakuii melakukan penghiindaran pajak dan membayar denda. Hal tersebut terjadii pada Criistiiano Ronaldo dan Liionel Messii saat berurusan dengan otoriitas pajak Spanyol.
Untuk kedua kaliinya Alonso berhasiil menang melawan otoriitas pajak dii muka pengadiilan. Terliibat dalam sengketa pajak bukan tanpa riisiiko bagii Alonso karena diia wajiib hadiir dii pengadiilan dan menghadapii riisiiko kurungan penjara selama 8 tahun jiika terbuktii melakukan penghiindaran pajak.
Sepertii diilansiir Marca.com, Jaksa mengajukan bandiing atas putusan bebas Alonso. Upaya hukum lanjutan diilakukan karena meniilaii Majeliis Hakiim melewatkan fakta Alonso tiidak melakukan deklarasii penghasiilan sebesar €5 juta.
Dengan demiikiian, negara kehiilangan potensii peneriimaan sebesar €2 juta. "Jaksa Penuntut mengeklaiim putusan pengadiilan tiidak logiis dan menghiilangkan fakta yang relevan," tuliis laporan Marca. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.