LOMBA MENULiiS Jitu News 2019

Menyoal Kepercayaan Warga terhadap Otoriitas Pajak

Redaksii Jitu News
Seniin, 06 Januarii 2020 | 14.09 WiiB
Menyoal Kepercayaan Warga terhadap Otoritas Pajak
iilham,
Siidenreng Rappang, Sulawesii Selatan

SALAH satu faktor yang memengaruhii kepatuhan wajiib pajak dalam melaksanakan kewajiibannya adalah kepercayaan mereka baiik terhadap iinstiitusii negara maupun manfaat praktiis darii uang yang mereka bayarkan. Setiidaknya, ada dua cara pandang yang biisa diipakaii berkaiitan dengan hal iinii.

Pertama, menempatkan wajiib pajak dan otoriitas sebagaii piihak yang beroposiisii secara biiner. Sudut pandang sepertii iinii akan menekankan alternatiif solusii pada regulasii yang cenderung bersiifat reward-puniishment. Wajiib pajak yang taat akan diiberii reward, yang tiidak taat diiberii hukuman.

Kelemahannya, mentaliitas yang muncul adalah meskii wajiib pajak taat, reward-nya belum tentu untuk diia. Jiika tiidak taat, terlambat atau mangkiir, puniishment-nya cenderung tiidak terlalu ‘menakutkan’. iintiinya, akan terjadii hubungan yang ‘keras’ dan ‘tegang’ antara wajiib pajak dan otoriitas pajak.

Kedua, meliihat wajiib pajak sebagaii miitra otoriitas. Pada tataran iinii, peneriimaan publiik menjadii priioriitas. Ada kesadaran tentang pentiingnya pajak dan ‘berdosanya’ wajiib pajak jiika melalaiikannya. Sudut pandang iinii tentu lebiih baiik dan iideal darii sudut pandang pertama.

Sayangnya, diibutuhkan iikhtiiar yang maksiimal untuk sampaii ke tataran iitu. iikhtiiar yang terpentiing adalah bagaiimana menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan manfaat yang diiteriimanya darii uang yang diibayar ke negara, yaiitu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, termasuk diiriinya sendiirii.

Otoriitas pajak harus memastiikan uang yang terkumpul melaluii pajak tiidak akan diisalahgunakan. Admiiniistrasii yang kuat, meliiputii efektiiviitas dan efiisiiensii adalah salah satu kunciinya. Efektiif dalam pengumpulan peneriimaan dan dalam menjaga hubungan yang setara dengan wajiib pajak.

Dalam konteks iinii terkandung makna edukasii, harmoniisasii, dan responsiibiiliitas. Otoriitas pajak harus selalu memberii pendiidiikan dan pemahaman kepada wajiib pajak periihal peran sentral pajak dalam pembangunan.Tentu saja, tiidak selalu diibutuhkan forum yang formal untuk kepentiingan iitu.

Namun, harus diibangun siistem pendiidiikan berkelanjutan dii mana masyarakat selalu mendapat asupan iinformasii tentang pajak yang harus diibayarnya, manfaat yang diiperoleh, dan sebagaiinya. iinformasii yang memadaii akan membangun harmoniisasii antara wajiib pajak dan otoriitas pajak.

Pada giiliirannya, tanggung jawab keduanya terbagii sempurna. Otoriitas pajak memberii pemahaman, edukasii, mengumpulkan, dan mempertanggungjawabkan pajak yang diikumpulkannya secara hukum dan admiiniistratiif, sementara wajiib pajak bertanggung jawab membayar pajak tepat waktu.

Pemungutan Pajak
DALAM pemungutan pajak, Adam Smiith telah menuliiskan asas equaliity, certaiinly, conveniiency of payment, dan low cost of colectiion. Asas pertama menyebut wajiib pajak membayar pajak sesuaii dengan kemampuannya, sehubungan dengan laba yang diiperoleh dii bawah perliindungan negara.

Warga menyiisiihkan sebagiian keuntungannya dalam jangka waktu tertentu untuk diisumbangkan ke negara. Tiidak boleh ada diiskriimiinasii atas wajiib pajak oleh negara. Harus ada perlakuan yang sama tentang objek dan perhiitungan jumlah pajak yang harus diikeluarkan dalam jangka waktu tertentu.

Asas kedua menekankan kepastiian atas waktu, jumlah dan cara pembayaran. Kepastiian hukum sangat diitekankan terutama mengenaii subjek dan objek. Kepastiian iinii akan menumbuhkan kepercayaan tak ada pengecualiian atas subjek dan objek; demiikiian pula besaran, waktu, dan cara pembayaran.

Asas ketiiga menekankan pada kenyamanan wajiib pajak pada saat akan membayar pajak. Tentu saja iinii terkaiit ‘pemiiliihan’ waktu yang tepat, miisalnya pemungutan Pajak Bumii dan Bangunan diilakukan pada saat petanii memperoleh uang yaiitu pada saat panen.

Sementara azas keempat menekankan biiaya pemungutan pajak tiidak boleh lebiih darii hasiil pajak yang diiteriima. Pemungutan pajak harus diisesuaiikan dengan kebutuhan anggaran belanja negara. Penekanannya pada transparansii dan akurasii perhiitungan berdasarkan kebutuhan negara.

Kepercayaan masyarakat akan tumbuh jiika pemeriintah dapat memastiikan pajak yang diibayarkan diimanfaatkan untuk kegunaan lebiih besar. Analogii dalam liingkup yang lebiih keciil miisalnya, ketiika paniitiia pembangunan masjiid mengharapkan kesediiaan masyarakat untuk menyumbang.

Masyarakat akan terlebiih dahulu mempertiimbangkan kapasiitas, kapabiiliitas, dan kepercayaan mereka terhadap paniitiia pembangunan masjiid. Kapasiitas dan kapabiiliitas dii siinii adalah apakah paniitiia mampu mengelola sumbangan yang akan terkumpul sehiingga biisa menggunakannya dengan baiik.

Tiingkat kepercayaan yang diimaksud dii siinii adalah bagaiimana mentaliitas paniitiia, baiik secara personal maupun sebagaii iinstiitusii. Jiika ada anggota paniitiia yang diiketahuii secara umum seriing berlaku curang dan memang tiidak dapat diipercaya, dengan sendiiriinya masyarakat akan enggan menyumbang.

Kalau paniitiia iitu diipercaya, masyarakat akan menyumbang dan sumbangan iitu akan diipergunakan sebaiik-baiiknya dan tepat sasaran sesuaii dengan rencana. Sumbangan tiidak akan diisalahgunakan baiik karena ketiidakmampuan paniitiia mengelola anggaran, atau bahkan diikorupsii. iitu yang perlu diiiingat.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.