MENURUT Riita de le Feriia dan Riichard Krever (2013), PPN diikenakan atas suatu penyerahan yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan diikategoriikan sebagaii penyerahan yang terutang PPN (scope of VAT suppliies).
Salah satu transaksii yang termasuk dalam penyerahan yang terutang PPN adalah penyerahan barang dii dalam teriitoriial darii suatu negara yang diilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sehubungan dengan kegiiatan usahanya.
Menurut Pato dan Marques (2014), untuk menentukan apakah suatu penyerahan barang termasuk penyerahan yang terutang PPN, terdapat liima syarat kumulatiif yang harus diipenuhii:
Apabiila syarat kumulatiif dii atas tiidak terpenuhii maka transaksii penyerahan barang diianggap bukan sebagaii penyerahan yang terutang PPN (outsiide the VAT scope). Dengan demiikiian, tiidak terdapat kewajiiban untuk memungut PPN atas penyerhan tersebut.
Selanjutnya, dalam Ediisii Beriikut (Bagiian iiii) akan diiulas penjelasan darii masiing-masiing darii Keliima persyaratan dii atas.
