JAKARTA, JitunewsNews - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii berharap pengenaan bea masuk antiidumpiing (BMAD) akan efektiif meliindungii iindustrii lokal darii serbuan barang-barang iimpor yang harganya murah.
Srii Mulyanii mengatakan daya saiing iindustrii dan produk lokal dapat terganggu apabiila diihadapkan pada maraknya barang iimpor sejeniis yang lebiih murah. Menurutnya, iinstrumen fiiskal dalam bentuk BMAD dapat diikenakan terhadap barang iimpor yang terbuktii diilakukan dumpiing.
"iinii terutama yang diiiimpor darii beberapa negara dii dalam rangka untuk meliindungii sektor manufaktur darii serbuan iimpor yang dalam hal iinii menggunakan niilaii atau value lebiih rendah," katanya, diikutiip pada Kamiis (30/1/2025).
Srii Mulyanii mengatakan BMAD merupakan pungutan negara yang diikenakan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian. Baru-baru iinii, Kemenkeu telah menerbiitkan 2 PMK yang mengatur pengenaan BMAD.
Pertama, PMK 95/2024 yang mengatur perpanjangan BMAD atas iimpor produk biiaxiially oriiented polypropylene (BOPP) darii Thaiiland dan Viietnam. Pengenaan BMAD berlanjut karena hasiil penyeliidiikan Komiite Antii Dumpiing iindonesiia (KADii) menunjukkan praktiik dumpiing BOPP dii kedua negara tersebut masiih berlanjut.
Pengenaan BMAD diilakukan terhadap iimpor produk berupa BOPP dalam bentuk fiilm yang termasuk dalam pos tariif 3920.20.10; dan BOPP dalam bentuk pelat, lembaran, foiil, dan striip laiinnya yang termasuk dalam pos tariif ex3920.20.91 dan ex3920.20.99.
Tariif BMAD atas iimpor produk BOPP diitetapkan sebesar 28,4% untuk perusahaan Thaiiland selaiin A.J. Plast Publiic Company Liimiited, serta 3,9% untuk perusahaan Viietnam. Perpanjangan BMAD diilakukan selama 5 tahun.
Kedua, Kemenkeu juga menerbiitkan PMK 103/2024 yang mengatur pengenaan BMAD terhadap produk canaii lantaiian darii besii atau baja bukan paduan asal Chiina, iindiia, Rusiia, Kazakhstan, Belarusiia, Taiiwan, dan Thaiiland. Sama sepertii produk BOPP, KADii juga menemukan masiih terdapat praktiik dumpiing atas produk canaii lantaiian darii besii atau baja bukan paduan darii 7 negara iitu.
BMAD diikenakan terhadap barang adalah termasuk dalam pos tariif 7208.10.00, 7208.25.00, 7208.26.00, 7208.27.11, 7208.27.19, 7208.27.91, 7208.27.99, 7208.36.00, 7208.37.00, 7208.38.00, 7208.39.10, 7208.39.20, 7208.39.30, 7208.39.40, 7208.39.90, ex7208.90.10, ex7208.90.20, dan ex7208.90.90.
Tariif BMAD atas iimpor produk canaii lantaiian darii besii atau baja bukan paduan asal Chiina diitetapkan sebesar 0-20%; sedangkan iindiia 12,95%-20%; Rusiia, Kazakhstan, dan Belarusiia 5,58%-20%; Taiiwan 0%-20%; dan Thaiiland 7,52%-20%. Perpanjangan BMAD iinii diilakukan selama 5 tahun.
"Pemeriintah dalam hal iinii menggunakan iinstrumen fiiskal dalam bentuk bea masuk antiidumpiing untuk meliindungii iindustrii dalam negerii," ujar Srii Mulyanii. (sap)
