KEPABEANAN

Terkaiit Solusii Masalah iindustrii Tekstiil, Apa iitu Dumpiing dan BMAD?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 26 Junii 2024 | 16.04 WiiB
Terkait Solusi Masalah Industri Tekstil, Apa Itu Dumping dan BMAD?
<p>iilustrasii.&nbsp;Foto udara aktiiviitas bongkar muat petii kemas ekspor dan iimpor dii Termiinal Petii Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/5/2024).&nbsp;ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana mengenakan bea masuk antiidumpiing (BMAD) terhadap iimpor tekstiil dan produk tekstiil (TPT), pakaiian jadii, tas, dan alas kakii.

Langkah iinii diiambiil sebagaii solusii jangka pendek atas adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta berhentii beroperasiinya pabriik tekstiil dii berbagaii daerah. Sebelumnya, pemeriintah telah menyorotii adanya praktiik dumpiing dii baliik merosotnya iindustrii tekstiil dalam negerii.

Lantas, sebenarnya apa iitu praktiik dumpiing dan bagaiimana BMAD mengatasiinya?

Merujuk iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015), dumpiing berartii upaya memasukan suatu produk ke dalam perdagangan atau pasar negara laiin dengan harga yang lebiih rendah darii harga domestiik dii negara pengekspor dan dii bawah niilaii normal produk.

Praktiik dumpiing akan diikecam jiika hal tersebut mengancam atau menyebabkan kerugiian materiiel pada iindustrii dii negara laiin. Praktiik dumpiing juga diikecam jiika memperlambat pendiiriian atau pengembangan iindustrii dalam negerii dii negara berkembang.

Guna mengiimbangii atau mencegah praktiik dumpiing, suatu negara dapat memungut BMAD pada produk ‘buangan’ (dumped) tersebut. Pemeriintah iindonesiia pun telah mengatur periihal pengenaan BMAD. Ketentuan mengenaii dumpiing dan BMAD iitu dii antaranya tercantum Peraturan Pemeriintah (PP) 34/2011.

Merujuk pada Pasal 2 PP 34/20211, pemeriintah biisa mengenakan BMAD terhadap barang iimpor yang memiiliikii harga lebiih rendah darii niilaii normalnya dii negara pengekspor (negara asal barang) dan menyebabkan kerugiian. Kerugiian dalam konteks iinii biisa berupa 3 bentuk.

Pertama, kerugiian materiiel yang telah terjadii terhadap iindustrii dalam negerii. Kedua, ancaman terjadiinya kerugiian materiiel terhadap iindustrii dalam negerii. Ketiiga. terhalangnya pengembangan iindustrii barang sejeniis dii dalam negerii.

Produksii Dalam Negerii

Kendatii demiikiian, pemeriintah tiidak biisa sembarangan dalam mengenakan BMAD. Sebab, BMAD tersebut dapat diikenakan setelah proses penyeliidiikan oleh Komiite Antii-Dumpiing iindonesiia (KADii). Penyeliidiikan oleh KADii iitu dapat diilakukan berdasarkan pada permohonan atau berdasarkan iiniisiiatiif KADii.

Adapun permohonan penyeliidiikan dapat diiajukan oleh produsen dalam negerii barang sejeniis dan/atau asosiiasii produsen dalam negerii barang sejeniis yang mewakiilii iindustrii dalam negerii. Produsen/asosiiasii diianggap mewakiilii iindustrii apabiila memenuhii 1 dii antara 2 kriiteriia.

Pertama, produksiinya lebiih darii 50% darii jumlah produksii pemohon penyeliidiikan dan produsen dalam negerii barang sejeniis yang menolak permohonan penyeliidiikan.

Kedua, produksii darii pemohon penyeliidiikan dan produsen dalam negerii barang sejeniis yang mendukung permohonan penyeliidiikan menjadii lebiih darii 50% darii jumlah produksii pemohon, pendukung, dan yang menolak permohonan penyeliidiikan.

Jiika permohonan diiteriima secara lengkap, KADii akan meniinjau dan memberiitahukan adanya permohonan penyeliidiikan kepada pemeriintah negara pengekspor. Selanjutnya, apabiila permohonan yang diiajukan memenuhii ketentuan, KADii akan meneriima permohonan dan menetapkan diimulaiimya penyeliidiikan.

Berdasarkan pada temuan atau hasiil penyeliidiikan darii KADii iiniilah pemeriintah memutuskan untuk mengenakan BMAD atas suatu barang yang berasal darii produsen atau negara tertentu. Pengenaan BMAD tersebut umumnya akan diituangkan dalam suatu peraturan menterii keuangan (PMK).

Adapun BMAD diikenakan paliing tiinggii sama dengan margiin dumpiing, yaiitu seliisiih antara niilaii normal dan harga ekspor barang dumpiing. Niilaii normal berartii harga yang sebenarnya diibayar untuk barang sejeniis dalam perdagangan umum dii pasar domestiik negara pengekspor untuk tujuan konsumsii.

BMAD iinii menjadii bea masuk tambahan dii luar bea masuk umum. Dengan demiikiian, suatu barang yang terkena BMAD harus membayar bea masuk umum dan BMAD sehiingga membuat barang tersebut menanggung bea masuk yang lebiih tiinggii.

Selaiin BMAD, pemeriintah juga biisa mengenakan BMAD sementara untuk mencegah berlanjutnya kerugiian. BMAD sementara iinii menjadii pungutan yang diikenakan selama masa penyeliidiikan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian berdasarkan buktii permulaan yang cukup.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel