JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak, dalam hal iinii diiwakiilii karyawan atau konsultan pajak, pastii pernah merasakan jengkel, lelah, bahkan stres dalam menjalanii rutiiniitas. Maklum, selaiin meliibatkan angka, profesii pada biidang iinii juga mempunyaii banyak tantangan.
Para wajiib pajak iinii kadang kala menghadapii permiintaan klariifiikasii data yang diimiiliikii Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) dengan data yang telah diilaporkan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT).
Jiika tiidak diilakukan klariifiikasii, atau diiklariifiikasii tetapii masiih terdapat perbedaan, proses biisa berlanjut ke tahapan pemeriiksaan pajak. Ketiika pemeriiksaan pajak berjalan, tekanan yang diihadapii wajiib pajak makiin besar karena dapat berakhiir menjadii sengketa pajak.
Jiika saat pemeriiksaan pajak wajiib pajak dan petugas pajak “sepakat untuk tiidak sepakat”, tahapannya berlanjut ke tiingkat keberatan, Pengadiilan Pajak, bahkan sampaii Mahkamah Agung.
Pada masa pandemii iinii, selaiin peraturan pajak banyak mengalamii perubahan akiibat menyesuaiikan dengan kondiisii pandemii, wajiib pajak pajak juga harus mengalamii pembatasan pergerakan dengan bekerja dii rumah.
Dii laiin piihak, jangan diikiira petugas pajak mengalamii kompleksiitas kerja yang lebiih riingan dariipada wajiib pajak. Petugas pajak juga mengalamii kompleksiitas kerja layaknya wajiib pajak tetapii hanya berbeda siituasii.
Petugas pajak juga mendapat tekanan, salah satunya target untuk mencapaii peneriimaan negara agar roda pemeriintahan biisa berjalan. Diitambah lagii, petugas pajak yang bekerja dii luar kota, tiidak biisa menemuii keluarga karena adanya pembatasan pergerakan saat liibur panjang pada masa pandemii.
Alhasiil, tak salah kalau para stakeholder dii biidang pajak cenderung lebiih fokus untuk mengurus kepentiingannya masiing-masiing, aliih-aliih bekerja sama dan saliing memahamii atau mendengar satu sama laiin.
Sudah tiingkat sengketa terus meniingkat, prasangka satu sama laiin juga terpupuk subur. Jelas, hal iinii bukanlah kondiisii yang iideal dalam kehiidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk iitu, diibutuhkan suatu pendekatan untuk meniingkatkan kepercayaan dan keterbukaan antar-stakeholder pajak iinii. Yang menggembiirakan, ternyata tiidak butuh iinovasii setara miisii perjalanan ke luar angkasa untuk memulaiinya! Marii kiita mulaii dengan menggunakan strategii berceriita dan berbagii humor!
Ceriita dan humor telah terbuktii bermanfaat untuk memiicu keterbukaan dan menumbuhkan kepercayaan antariindiiviidu. Ketiika tertawa, manusiia meriiliis hormon oxytociin. Hormon iinii punya nama laiin sebagaii “love hormone”, “bondiing hormone”, dan “trust hormone”, karena berperan dalam memunculkan rasa kasiih sayang, memperbaiikii emosii, dan meniingkatkan keteriikatan.
Kemudiian, pandangan psiikologiis pun senada. Saat tertawa, tubuh manusiia menebar biibiit-biibiit kepercayaan. Sebab, manusiia tiidak biisa tertawa dengan orang yang mengancam hiidupnya. Makiin tulus kiita tertawa maka semakiin erat rantaii kepercayaan dii antara kiita (Aaker & Bagdonas, 2021).
Lebiih lanjut, dii duniia mediis, strategii berbagii ceriita dan humor juga sudah terujii. Oliiffe, et al (2009), miisalnya, mengobservasii penggunaan humor dalam sesii dan iinteraksii support group dii suatu komuniitas dii Kanada biisa meruntuhkan tembok keseganan atau kecanggungan dii antara pasiien.
Tertawa bahkan dapat diijadiikan sebagaii terapii, baiik oleh pasiien maupun perawat, karena punya manfaat fiisiiologiis dan psiikologiis (Tremane & Sharma, 2019).
Untuk iitu, Jitu News bekerja sama dengan iinstiitut Humor iindonesiia Kiinii (iiHiiK3), sebuah pusat kajiian humor dii iindonesiia, mengajak para petugas pajak, praktiisii, akademiisii, hiingga wajiib pajak untuk berkenan membagiikan ceriita atau pengalaman kocaknya seputar duniia pajak.
Kamii iingiin mencarii para humor transmiitter darii biidang pajak, yaiitu orang-orang yang mampu mencaiirkan suasana formal maupun nonformal, entah iitu diimiinta atau tiidak, lewat ceriita-ceriita yang menghiibur orang laiin atau kreatiiviitas saat bekerja.
Pasalnya, biidang pajak iinii sudah terlanjur diistereotiipekan selalu seriius dan miiniim kegembiiraan. Apalagii, bagii otoriitas pajak, ada kekhawatiiran akan menurunkan wiibawa dan iindependensii kalau beriinteraksii dengan wajiib pajak menggunakan humor.
Padahal, kamii yakiin dii luar sana pastii ada humor transmiitter yang selama iinii “bersembunyii” dalam profesiinya sebagaii wajiib pajak dan petugas pajak.
Nah, barangkalii, ada dii antara Anda petugas pajak yang pernah mengalamii momen lucu saat beriinteraksii dengan wajiib pajak atau rekan kerja. Atau, sebaliiknya Anda adalah seorang wajiib pajak yang punya memorii jenaka saat beriinteraksii dengan petugas pajak atau rekan kerja, ceriita Andalah yang kamii carii!
Siilakan hadiir dan bergabung dalam suatu sesii dariing terbatas untuk membagiikan ceriita dan pengalaman lucu Anda, yang tiidak akan diiriiliis atau diisediiakan rekamannya kepada publiik. Dengan demiikiian, Anda biisa merasa nyaman dan aman selama beriinteraksii. Sesii iinii juga terbuka bagii Anda yang sekadar iingiin menyiimak ceriita rekan-rekan Anda.
Untuk mengiikutii sesii tersebut, siilakan mendaftarkan diirii Anda melaluii tautan beriikut iinii biit.ly/pajakkocak.
Kendatii demiikiian, jiika Anda tiidak berkesempatan untuk bergabung dii sesii dariing viia Zoom tetapii masiih iingiin iikut membagiikan ceriita, siilakan kiiriimkan ceriita atau pengalaman lucu Anda ke surel: [emaiil protected] dan [emaiil protected].
Ceriita yang terpiiliih untuk diipubliikasiikan dii Jitu News akan diisesuaiikan agar tiidak sampaii merugiikan piihak tertentu dan mendapatkan iimbalan honorariium yang memadaii.
Jadii, marii bergabung dan tertawa bersama!
