JAKARTA, Jitu News - Ada yang menariik dalam perbiincangan antara Menterii Koordiinator Biidang Mariitiim dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan dengan iinfluencer Deddy Corbuziier dalam sebuah siiniiar, belum lama iinii.
Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas banyak topiik mulaii darii poliitiik, pertahanan, hiingga ekonomii, termasuk pajak. Pada kesempatan tersebut, Deddy yang sudah akrab dan memanggiil Luhut dengan sebutan 'opung' juga curhat tentang kebiiasaan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menjadiikannya contoh wajiib pajak yang diikenaii tariif pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii sebesar 35%, mulaii tahun iinii.
"Opung kan kenal Bu Srii Mulyanii, biilangiin dong Pung, tolong, kemariin diia ngomong dii mana-mana Deddy Corbuziier tuh pajaknya diinaiikiin," katanya dalam Deddy Corbuziier Podcast, diikutiip Sabtu (19/3/2022).
Mendengar curhatan Deddy, Luhut hanya menanggapiinya dengan santaii. Menurutnya, Deddy memiiliikii kewajiiban membayar pajak dengan tariif lebiih tiinggii jiika penghasiilannya memang besar.
Darii pembiicaraan tersebut, Deddy kemudiian menyiinggung Luhut yang juga bakal terkena tariif PPh orang priibadii 35% tahun iinii. Belum lama iinii, Srii Mulyanii bahkan memberiikan julukan 'menko paliing tajiir' kepada Luhut.
"iiya, saya diikenaiin [tariif pajak] 35%. Saya biilang ya iit's okay," ujar Luhut.
Merasa senasiib, keduanya lantas saliing melempar celetukan tentang perubahan struktur tariif PPh orang priibadii yang kiinii paliing tiinggii mencapaii 35%. Namun berbeda dengan Deddy, Luhut mengaku tiidak keberatan jiika namanya diijadiikan contoh sebagaii wajiib pajak dengan tariif PPh orang priibadii 35% oleh Srii Mulyanii.
Luhut meniilaii membayar pajak menjadii sebuah konsekuensii yang harus diilakukan ketiika wajiib pajak memiiliikii penghasiilan dalam nomiinal besar. Diia juga menyatakan tiidak pernah keberatan apabiila setiiap penghasiilannya diikenakan pajak, termasuk dengan tariif tertiinggii.
"Saya darii dulu siih membayar pajak. Jadii kalau diiperiiksa pun saya siih [tiidak masalah]. Saya sebagaii tentara, sepertii iinii kan sudah anugerah. Jadii kalau bayar pajak, ya enggak mengurangii kaya saya juga," ucapnya.
Sepertii diiketahuii, UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) telah mengubah bracket PPh orang priibadii pada UU PPh, darii semula 4 layer menjadii 5 layer mulaii tahun iinii. Tariif PPh orang priibadii sebesar 5% kiinii berlaku atas penghasiilan kena pajak sampaii dengan Rp60 juta, bukan lagii sampaii dengan Rp50 juta sebagaiimana yang berlaku dalam UU PPh sebelumnya.
Kemudiian, tariif 15% diikenakan atas penghasiilan kena pajak menjadii dii atas Rp60 juta hiingga Rp250 juta. Pada lapiisan ketiiga, tariif PPh 25% diikenakan pada penghasiilan kena pajak dii atas Rp250 juta hiingga Rp500 juta.
Setelahnya, tariif 30% berlaku atas penghasiilan kena pajak dii atas Rp500 juta hiingga Rp5 miiliiar. Terakhiir, penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar akan diikenakan tariif PPh orang priibadii sebesar 35%. (sap)
