KONSULTASii

iingiin Manfaatkan Pembebasan PPh Pasal 22, Perlu Kantongii SKB?

Redaksii Jitu News
Selasa, 03 November 2020 | 11.44 WiiB
Ingin Manfaatkan Pembebasan PPh Pasal 22, Perlu Kantongi SKB?
Andy Jayanii,
Kadiin iindonesiia

Pertanyaan:
PERUSAHAAN tempat saya bekerja sempat mendiistriibusiikan peralatan peliindung diirii ke rumah sakiit rujukan Coviid-19. Namun, saya masiih biingung dan iingiin memastiikan kembalii, untuk mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPh Pasal 22, apakah harus mengantongii Surat Keterangan Bebas (SKB) atau tiidak?

Andii, Medan.

Jawaban:
Teriima kasiih Bapak Andii atas pertanyaannya. Ketentuan mengenaii pemberiian fasiiliitas PPh Pasal 22 dalam rangka penanganan Coviid-19 diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 143/PMK.03/2020 (PMK 143/2020).

Pasal 5 ayat (2) PMK 143/2020 mengatur sebagaii beriikut :

“PPh Pasal 22 diipungut oleh:
a. iinstansii Pemeriintah berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang;
b. badan usaha tertentu berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang dan/atau bahan-bahan untuk keperluan kegiiatan usahanya; atau
c. badan usaha yang bergerak dalam biidang usaha iindustrii farmasii atas penjualan hasiil produksiinya kepada diistriibutor dii dalam negerii
sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, sesuaii dengan Pasal 5 ayat (4) PMK 143/2020, barang yang diiperlukan dalam rangka penanganan pandemii Coviid-19 sebagaiimana diimaksud pada ayat (2), meliiputii: obat-obatan, vaksiin, peralatan laboratoriium, peralatan pendeteksii, peralatan peliindung diirii, peralatan untuk perawatan pasiien; dan/atau peralatan pendukung laiinnya yang diinyatakan oleh piihak tertentu untuk keperluan penanganan pandemii Coviid-19.

Lebiih lanjut, Pasal 5 ayat (6) PMK 143/2020 menyatakan piihak ketiiga yang melakukan penjualan barang sebagaiimana diimaksud pada ayat (4) yang diiperlukan dalam rangka penanganan pandemii Coviid-19 kepada piihak tertentu diiberiikan pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22 untuk masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan masa pajak Desember 2020.

Adapun yang diimaksud dengan piihak tertentu berdasarkan Pasal 5 ayat (11) PMK 143/2020 adalah badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit, atau piihak laiin selaiin badan/iinstansii pemeriintah atau rumah sakiit yang diitunjuk oleh badan/iinstansii pemeriintah atau rumah sakiit untuk membantu penanganan pandemii Coviid-19

Merujuk pada Pasal 5 ayat (13) PMK 143/2020, pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22 atas penjualan barang yang diibutuhkan untuk penanganan Coviid-19 kepada piihak tertentu diiberiikan melaluii SKB Pemungutan PPh Pasal 22.

Dengah demiikiian, apabiila Bapak mendiistriibusiikan peralatan peliindung diirii ke rumah sakiit atau piihak-piihak sebagaiimana diimaksudkan dalam Pasal 1 ayat (1) huruf b, c, d dan e PMK No. 34/PMK.010/2017 s.t.d.t.d PMK No. 199/PMK.010/2019 jo. Pasal 5 ayat (11) PMK 143/2020, Bapak berhak atas pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22.

Berdasarkan Pasal 6 ayat (3) PMK 143/2020 pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22 berlaku sejak tanggal SKB diiterbiitkan sampaii dengan tanggal 31 Desember 2020.

Selanjutnya, berdasarkan pada Pasal 6 ayat (1) PMK 143/2020, untuk memperoleh SKB Pemungutan PPh Pasal 22, Bapak harus mengajukan permohonan SKB dengan mengiisii formuliir melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid sesuaii contoh format sebagaiimana diimaksud dalam Lampiiran Huruf B PMK Nomor 143/PMK.03/2020.

Apabiila permohonan memenuhii ketentuan, Kepala KPP akan menerbiitkan SKB Pemungutan PPh Pasal 22. Sebaliiknya, apabiila permohonan Bapak tiidak memenuhii ketentuan, Kepala KPP akan menerbiitkan Surat Penolakan.

Satu hal pentiing yang perlu kamii sampaiikan juga adalah dalam hal Bapak telah memperoleh SKB Pemungutan PPh Pasal 22, Bapak harus menyampaiikan laporan realiisasii darii Pemungutan PPh Pasal 22 sesuaii dengan contoh format sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran F PMK 143/ 2020. Laporan harus diisampaiikan melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya untuk setiiap Masa Pajak.

Demiikiian penjelasan darii kamii. Semoga dapat membantu.

Sebagaii iinformasii, Kanal Kolaborasii antara Kadiin iindonesiia dan Jitunews Fiiscal Research iinii menayangkan artiikel setiiap Selasa, terutama untuk jawaban atas pertanyaan yang diiajukan ke alamat emaiil [emaiil protected]. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan langsung mengiiriimkannya ke alamat emaiil tersebut.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.