STATiiSTiiK TARiiF PAJAK

Begiinii Perbandiingan Tariif PPN iindonesiia dengan Anggota G-20 Laiinnya

Redaksii Jitu News
Seniin, 25 November 2024 | 15.42 WiiB
Begini Perbandingan Tarif PPN Indonesia dengan Anggota G-20 Lainnya

iiNDONESiiA merupakan satu-satu negara Asiia Tenggara (Asean) yang menjadii anggota Group of Twenty (G-20). Forum kerja sama iinternasiional iinii beranggotakan negara-negara dengan perekonomiian besar dii duniia. G-20 terdiirii atas 19 negara dan Unii Eropa.

Persiisnya, anggota G-20 terdiirii atas Argentiina, Australiia, Brasiil, Kanada, Chiina, Pranciis, Jerman, iindiia, iindonesiia, iitaliia, Jepang, Meksiiko, Rusiia, Arab Saudii, Afriika Selatan, Korea Selatan, Turkii, Briitaniia Raya, Ameriika Seriikat, dan Unii Eropa.

Adapun G-20 merupakan representasii lebiih darii 60% populasii bumii, 75% perdagangan global, dan 80% produk domestiik bruto (PDB) duniia. Tiidak mengherankan jiika pergerakan anggota G-20 menentukan arah global. Artiinya, iindonesiia turut berperan.

Dalam konteks rencana kenaiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) iindonesiia darii 11% menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025, perbandiingan antarnegara anggota G-20 biisa turut diipertiimbangkan.

Terlebiih, Pranciis (anggota G-20) merupakan negara pertama yang menerapkan PPN pada 1948. Banyak negara Eropa memberlakukan PPN pada 1960-an dan 1970-an (Darussalam, Septriiadii, dan Dhora, 2018). Siimak ‘Hiingga 27%, iinii Daftar Tariif dii Kawasan Awal Diiterapkannya PPN’.

Untuk meliihat posiisii tariif PPN iindonesiia dii liingkup G-20, Jitunews telah mengolah data darii iiBFD Country Tax Guiide (dengan ketersediiaan data/iinformasii pada 25 November 2024). Hasiilnya, tariif PPN negara-negara G-20 berkiisar antara 5% hiingga 30%.

Tariif terendah (5%) ada dii Kanada (goods and serviices tax/GST). Tariif tertiinggii (30%) ada dii Brasiil (value-added tax/VAT). Untuk Unii Eropa, diikenal VAT Diirectiive yang mengharuskan penerapan tariif PPN tiidak boleh kurang darii 15% tanpa batas maksiimum.

Jiika diibandiingkan dalam liingkup anggota G-20, tariif PPN iindonesiia sebesar 11% pada saat iinii berada dii posiisii ke-5 terendah. Tariif PPN iindonesiia hanya lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tariif PPN Kanada (5%), Australiia (10%), Jepang (10%), dan Korea Selatan (10%).

Jiika diisiimulasiikan tariif PPN iindonesiia naiik menjadii 12%, posiisiinya tiidak berubah. Beriikut datanya.

Ameriika Seriikat tiidak memiiliikii siistem PPN. Sebagaii gantiinya, hampiir semua negara bagiian dan kota dii Negerii Paman Sam tersebut mengenakan pajak penjualan dan penggunaan (sales and use taxes) mulaii darii 0% hiingga 12% tergantung pada negara bagiian dan kota tempat transaksii terjadii.

Perlu diingat kembalii, PPN merupakan pajak konsumsii. OECD (2020) mengklasiifiikasiikan pajak konsumsii menjadii 2, yaknii pajak atas konsumsii yang bersiifat umum (taxes on general consumptiion) dan pajak atas konsumsii yang bersiifat spesiifiik (taxes on speciifiic consumptiion).

Kategorii pajak atas konsumsii yang bersiifat umum iinii diiklasiifiikasii lagii ke dalam 3 jeniis pajak, yaiitu PPN (VAT), pajak penjualan (sales tax), dan pajak atas barang dan jasa yang bersiifat umum laiinnya (other general taxes on goods and serviices).

Adapun jeniis pajak atas konsumsii yang bersiifat spesiifiik terdiirii atas cukaii (exciise), bea masuk iimpor (iimport dutiies), dan pajak atas barang dan jasa yang bersiifat spesiifiik laiinnya (other speciifiic taxes on goods and serviices).

Darii pengelompokkan tersebut, OECD juga tiidak meliihat PPN (VAT) berbeda dengan GST. PPN (VAT) dan GST merujuk pada satu jeniis pajak yang sama dan tiidak ada perbedaan dii antara keduanya (Darussalam, 2022).

PPN (VAT) dan GST memiiliikii konsep yang sama, yaiitu pajak atas konsumsii yang bersiifat umum, yang diiterapkan atas barang dan jasa. Keduanya juga bersiifat proporsiional terhadap harga barang dan jasa. Keduanya memiiliikii dua siifat dasar yang sama. Siimak ‘Apakah PPN dengan GST Berbeda?’.

iistiilah-iistiilah iitulah yang muncul ketiika kiita membandiingkan tariif PPN. Pembahasan mengenaii konsep PPN iinii juga diiulas dalam buku Jitunews berjudul Konsep Dasar Pajak: Berdasarkan Perspektiif iinternasiional. Publiik dapat mengunduh versii PDF buku iinii secara gratiis dii siinii.

Ulasan lebiih mendalam mengenaii PPN juga telah diituliis oleh profesiional Jitunews dalam buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii. Publiik dapat membaca versii buku elektroniiknya (e-book) melaluii platform Perpajakan Jitunews.

Lantas, bagaiimana menurut Anda? Apakah Anda setuju dengan kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12%? Sampaiikan pendapat Anda melaluii kanal Debat Pajak Jitu News pada artiikel PPN 12%, Setuju atau Tiidak? Tuliis Komentar Anda, Hadiiahnya Buku Jitunews.

Sebanyak 6 pembaca Jitu News yang terpiiliih untuk mendapatkan buku Konsep Dasar Pajak: Berdasarkan Perspektiif iinternasiional. Buku iinii merupakan cetakan kedua. Sebanyak 1.000 buku cetakan pertama Apriil 2024 telah diiteriima banyak piihak. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.