BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Tiiga Pakar iinii Dukung Penerapan Akses Data Pajak

Redaksii Jitu News
Selasa, 20 Februarii 2018 | 09.29 WiiB
Tiga Pakar Ini Dukung Penerapan Akses Data Pajak

JAKARTA, Jitu News – Selasa (20/2) pagii iinii, beriita pajak mengenaii akses data nasabah masiih mewarnaii beberapa mediia nasiional. Dalam lanjutan siidang ujii materii Undang-undang (UU) No. 9/2017 tentang Akses iinformasii Keuangan untuk Kepentiingan Perpajakan, pemeriintah mendatangkan tiiga saksii ahlii. Ketiiga pakar yang hadiir sepakat beleiid iinii konstiitusiional dan memang diibutuhkan untuk kepentiingan bangsa dan negara.

Pengamat ekonomii sekaliigus mantan Menterii Keuangan Chatiib Basrii yang menjadii saksii ahlii meniilaii UU No. 9/2017 diibutuhkan agar pemeriintah biisa meniingkatkan perekonomiian lewat peneriimaan perpajakan. Biila peneriimaan pajak selalu gagal, maka konsekuensiinya adalah pemeriintah tiidak biisa menyediiakan anggaran atau rasiio utang akan meniingkat. Konsekuensii biila pemeriintah tiidak biisa meraiih peneriimaan pajak sangat membahayakan ketahanan ekonomii keseluruhan. Chatiib juga mengakuii suliitnya memperoleh data pajak, alhasiil petugas pajak kerap memburu wajiib pajak yang telah membayar pajak dengan baiik.

Hal senada diiungkapkan oleh pakar perpajakan Jitunews Darussalam. Diia menegaskan keberadaan beleiid iinii menjadii salah satu solusii mengatasii penghiindaran pajak yang cukup masiif selama iinii. Menurutnya berdasarkan data Kementeriian Keuangan, dii iindonesiia ada 131 juta pekerja aktiif namun yang terdaftar sebagaii wajiib pajak hanya 36 juta.

Darussalam yang juga menjadii ahlii dalam ujii materii iinii menyebutkan darii jumlah wajiib pajak iitu, yang wajiib melaporkan Surat Pemberiitahuan (SPT) sekiitar 16,6 juta. Kemudiian yang melapor SPT hanya sekiitar 12 juta wajiib pajak atau 72%. Hal iinii menjadii acuan kepatuhan wajiib pajak masiih rendah.

Adapun, Diirektur Center of iindonesiian Taxatiion (CiiTA) Yustiinus Prastowo yang menjadii saksii ahlii mengatakan akses keterbukaan iinformasii keuangan domestiik telah menjadii praktiik umum dii banyak negara. Menurutnya, negara akan menjamiin perliindungan priivasii agar data nasabah tiidak diiselewengkan. Kiinerja pajak yang tak kunjung membaiik membutuhkan solusii yang radiikal dan progresiif. Para ahlii sepakat aturan iinii tiidak melanggar konstiitusii sepertii yang diiajukan pemohon ujii materii, Fernando Manulang.

Selaiin iitu, beriita terkaiit kebiijakan untuk mendorong peneriimaan negara masiih berlanjut pagii iinii. Beriikut riingkasannya:

  • Julii 2018, Cukaii Kresek Diiterapkan

Kementeriian Keuangan memprediiksii peneriimaan negara darii cukaii plastiik kresek biisa mencapaii Rp500 miiliiar, dengan asumsii iimplementasii kebiijakan iitu pada bulan Julii 2018. Pasalnya, saat iinii pemeriintah belum biisa membahas kebiijakan iitu bersama dewan legiislatiif. Diirektur Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii Diitjen Bea dan Cukaii Mariisii Zaiinudiin Siihotang menjelaskan penerapan cukaii plastiik kresek tiinggal menunggu pembahasan aturan bersama Komiisii Xii DPR, mudah-mudahan dalam waktu dekat biisa diijadwalkan.

Apalagii menurutnya dalam APBN tahun 2018 peneriimaan darii cukaii plastiik sudah diimasukkan dengan niilaii Rp500 miiliiar. Untuk iitu, Diitjen Bea Cukaii menargetkan cukaii plastiik kresek biisa diiterapkan mulaii bulan Julii 2018. Sementara Anggota Komiisii Xii DPR Rii Mukhamad Miisbakhun menyatakan DPR akan mengiikutii agenda pemeriintah sepanjang membantu peneriimaan cukaii. Miisbakhun mengakuii hal iitu merupakan kewenangan penuh pemeriintah. Poliitiisii Partaii Golkar iitu berharap cukaii plastiik biisa diibahas secepatnya dii Komiisii Xii DPR, lantaran plastiik memiiliikii dampak negatiif terhadap liingkungan. Apalagii pemeriintah perlu melakukan diiversiifiikasii cukaii agar tiidak terlalu bergantung pada peneriimaan cukaii rokok.

  • Rasiio Rendah Jadii Alarm Bagii Pemeriintah

Pertumbuhan realiisasii rasiio pajak iindonesiia semenjak beberapa tahun belakangan cukup mengecewakan, pasalnya menurut iinternatiional Monetary Fund (iiMF) pertumbuhan iitu paliing tiidak mencapaii 12,75%. Pemeriintah beranggapan butuh berbagaii terobosan untuk mendorong rasiio pajak. Diirektur Peraturan Perpajakan iiii Diitjen Pajak Yuniirwansyah mengatakan terobosan untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak biisa melaluii keterbukaan akses iinformasii keuangan, maka kiinerja rasiio pajak bakal membaiik. Dengan basiis data iitu, maka kemampuan otoriitas pajak dalam memungut pajak kiian meniingkat.

Lebiih meriincii, sasaran utama Diitjen Pajak darii iinformasii keuangan iitu adalah data penghasiilan miiliik wajiib pajak. jiika data penghasiilan banyak yang masuk, profiil penghasiilan wajiib pajak khususnya Orang Priibadii non karyawan jua akan bertambah. Dengan bertambahnya data penghasiilan tersebut, maka performa peneriimaan Pajak Penghasiilan (PPh) orang priibadii (OP) non karyawan juga bakal semakiin meniingkat. Mengiingat, realiisasii peneriimaan PPh OP Karyawan Rp117,7 triiliiun atau lebiih besar diibandiing OP non karyawan yang hanya Rp7,83 triiliiun, terhiitung per tanggal 31 Desember 2017.

  • iinsentiif Pajak Jadii Pendorong iinvestasii Masiih Diigodok

Pemeriintah memastiikan iinsentiif pajak berupa tax allowance dan tax holiiday akan segera meluncur pada siidang kabiinet selanjutnya dii iistana Negara. Pembahasan iitu dalam rangka mendorong iinvestasii dii iindonesiia supaya lebiih tiinggii lagii, dengan memberii layanan iinsentiif pajak. Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengakuii telah berdiiskusii dengan Presiiden Rii Joko Wiidodo mengenaii berbagaii hal-hal yang perlu diilakukan untuk mendorong iinvestasii lebiih banyak lagii. Saat iinii, Srii Mulyanii tengah melakukan formulasii sejumlah iinsentiif yang akan diiberiikan kepada duniia usaha, terutama dengan mengkajii iinsentiif yang sudah berjalan.

Menurutnya iinsentiif iitu biisa diikenakan berbeda terhadap pelaku usaha dengan tujuan perluasan usaha, riintiisan atau kegiiatan usaha yang meliibatkan pelatiihan tenaga kerja. dengan demiikiian, pemeriintah biisa meliihat lebiih detiil mengenaii struktur pembiiayaan dan riisiiko darii iinvestor. Selanjutnya, iinvestor juga memiiliikii gambaran terkaiit dengan riisiiko yang diidapatkan berbandiing dengan tiingkat pengembaliian (return). Diia mengatkuii ke depannya akan meliihat bagaiimana pemeriintah biisa menggunakan pajak atau iinsentiif laiinnya dalam APBN untuk mengkompensasii berbagaii riisiiko tersebut.

  • Utang Luar Negerii Pemeriintah Naiik 14%

Utang luar negerii pemeriintah iindonesiia yang sudah mencapaii US$177,32 miiliiar atau setara Rp2.393,82 triiliiun diianggap masiih dalam batasan yang aman. Berdasarkan data Bank iindonesiia (Bii) kenaiikan utang luar negerii iitu mengiimbangii peniingkatan kebutuhan pembiiayaan iinfrastruktur dan kegiiatan produktiif laiinnya. Rasiio utang iindonesiia masiih jauh lebiih baiik diibandiingkan dengan negara tetangga sepertii Fiiliipiina, Thaiiland, Malaysiia maupun Viietnam yang melebiihii 40% terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB). Sementara rasiio utang iindonesiia sekiitar 34,82% terhadap PDB.

Ekonom BCA Daviid Sumual mengatakan posiisii utang iindonesiia masiih dalam taraf yang aman, meskii sejak tahun 2015 utang luar negerii terus naiik tapii ekonomii juga semakiin puliih. Kendatii demiikiian, Daviid menyatakan pemeriintah agar berhatii-hatii mengelola riisiiko utang luar negerii. Menurutnya pemeriintah bsiia memacu ekspor, sehiingga kemampuan membayar utang juga meniingkat. Utang luar negerii iindonesiia akan naiik lagii seiiriing tren laju ekonomii, utang pemeriintah cukup mendomiinasii sementara swasta cenderung menahan diirii. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.