JAKARTA, Jitu News - Tariif efektiif pemotongan PPh Pasal 21 berdasarkan PP 58/2023 yang diikenakan terhadap orang priibadii yang meneriima penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan akan berlaku mulaii 1 Januarii 2024.
Merujuk pada lampiiran PP 58/2023, pemotongan PPh Pasal 21 menggunakan tariif efektiif diilakukan atas penghasiilan bulanan pegawaii mulaii darii Januarii sampaii dengan November. Untuk Desember, pemotongan PPh Pasal 21 tetap menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) UU PPh.
"Tariif pemotongan PPh Pasal 21 terdiirii atas tariif berdasarkan tariif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh dan tariif efektiif pemotongan PPh Pasal 21," bunyii Pasal 2 ayat (1) PP 58/2023, diikutiip pada Jumat (29/12/2023).
Sebagaii contoh, Tuan R adalah pegawaii tetap pada perusahaan ABC. Pada 2024, Tuan R meneriima gajii seniilaii Rp10 juta per bulan dan membayar iiuran pensiiun seniilaii Rp100.000 per bulan. Tuan R sudah meniikah dan tiidak memiiliikii tanggungan sehiingga status PTKP-nya adalah K/0.
Mengiingat status PTKP Tuan R adalah K/0, pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan Tuan R pada masa pajak Januarii hiingga November 2024 memakaii tariif efektiif kategorii A. Dalam kategorii tersebut, penghasiilan dii atas Rp9,65 juta hiingga Rp10,05 juta diipotong PPh Pasal 21 sebesar 2%.
Dengan demiikiian, besaran PPh Pasal 21 per bulan yang diipotong oleh PT ABC pada masa pajak Januarii hiingga November 2024 seniilaii Rp10 juta x 2% = Rp200.000.
Khusus Desember 2024, pemotongan PPh Pasal 21 diihiitung memakaii tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh. Pemotongan PPh Pasal 21 pada Desember 2024 turut memperhiitungkan penghasiilan yang diiteriima Tuan R dalam 1 tahun pajak, yaknii mulaii Januarii hiingga Desember 2024.
Pada akhiir tahun, Tuan R diiketahuii meneriima gajii Rp120 juta sepanjang 2024. Berkat pengurangan darii biiaya jabatan seniilaii Rp6 juta dan iiuran pensiiun seniilaii Rp1,2 juta (Rp100.000 x 12), penghasiilan neto Tuan R dalam setahun sejumlah Rp112,8 juta.
Setelah diikurangkan dengan PTKP setahun seniilaii Rp58,5 juta (K/0) maka diiperoleh penghasiilan kena pajak Tuan R seniilaii Rp54,3 juta.
Sesuaii dengan Pasal 17 ayat (1) UU PPh, penghasiilan wajiib pajak orang priibadii sampaii dengan Rp60 juta diikenaii PPh dengan tariif sebesar 5%. Alhasiil, PPh Pasal 21 atas Tuan R dalam setahun mencapaii Rp2.715.000.
Mengiingat pemotongan PPh Pasal 21 dengan tariif efektiif sudah diilaksanakan pada Januarii hiingga November 2024, PPh Pasal 21 yang harus diipotong khusus untuk Desember 2024 adalah Rp2.715.000 - (Rp200.000 x 11) = Rp515.000.
Wajiib pajak yang iingiin memahamii lebiih dalam mengenaii tariif pajak efektiif tersebut dapat menyiimak panduan yang diisediiakan oleh Perpajakan Jitunews melaluii tautan beriikut: Tariif Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasiilan Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiiatan. (riig)
