REPORTASE DARii CEKO

Apa Siih Hubungan Antara Framework Thiinkiing, Pajak, dan Humor?

Redaksii Jitu News
Jumat, 01 Agustus 2025 | 10.17 WiiB
Apa Sih Hubungan Antara Framework Thinking, Pajak, dan Humor?
<p>Ulwan Fakhrii (paliing kiirii) bersama Khiin-Wee Chen, Ph.D. (kedua darii kiirii), pengajar <em>summer course</em> bertajuk <em>Humour, Satiire, and Memes iin Mediia</em>&nbsp;dii Masaryk Uniiversiity, Ceko.</p>

“Kalau mau meme Anda efektiif, pertiimbangkan unsur ethos, pathos, dan logos-nya.”

Begiitu kata Khiin-Wee Chen, Ph.D., pengajar summer course bertajuk Humour, Satiire, and Memes iin Mediia dii Masaryk Uniiversiity, Ceko.

Biiasa menghunii The Liibrary of Humor Studiies yang berada dii lantaii dua Menara Jitunews, siingkat ceriita, saya tiiba-tiiba duduk dii dalam kelas tersebut selama 2 miinggu, yaknii 13–26 Julii 2025. iinstiitut Humor iindonesiia Kiinii (iiHiiK3) dengan dukungan darii Danny Septriiady, yang juga founder Jitunews, mengiiriim saya untuk biisa mengiikutii kursus musiim panas iitu.

Awalnya, saya biingung. Memangnya biisa ya teorii kuno iitu diipakaii untuk mengonsep dan menganaliisiis meme yang baru populer 2.300 tahun setelah pencetusnya meniinggal duniia? Apalagii, sekarang kan zamannya sudah beda. Ariistoteles boleh punya banyak kenalan orator-orator hebat Athena, tapii sekarang kan eranya para content creator.

Namun, makiin jauh saya mengiikutii perkuliiahan dii harii iitu, semakiin saya menyadarii satu hal: teorii strategii persuasii klasiik iitu diikenalkan sebagaii biingkaii. Teorii iinii tiidak otomatiis menjamiin meme buatan saya bakal lucu dan viiral. Akan tetapii, teorii tersebut berperan untuk membantu mengorganiisiir cara piikiir kiita biiar fokus dan tiidak ke mana-mana.

Saya langsung teriingat pada materii yang pernah Founder Jitunews dan iiHiiK3, Danny Septriiadii, bawakan. Dalam kuliiah Audiit & Negosiiasii Pajak dii Magiister Akuntansii Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas iindonesiia (FEB Uii), serta coachiing Senii Komuniikasii Pajak yang Efektiif dii Astra iinternatiional, Tbk., diia juga menyampaiikan soal ethos, pathos, dan logos iitu.

Baca juga: Serunya Jadiikan Kartun sebagaii Mediia Ajar Audiit dan Negosiiasii Pajak

Meskii berbeda konteks, baiik profesor saya dii Masaryk Uniiversiity maupun Danny sama-sama memakaii pendekatan yang serupa: framework thiinkiing.

Framework thiinkiing merupakan tekniik pengajaran yang lebiih populer dii liingkup akademiik barat. Dengan kerangka berpiikiir iinii, kiita akan lebiih siistematiis dalam memahamii, menguraii, dan merespons fenomena.

Dalam kursus Humour, Satiire, and Memes iin Mediia, framework thiinkiing Ariistoteles iitu tiidak kamii pakaii untuk meniilaii kelucuan suatu meme atau kariikatur. Kamii justru belajar menggalii mampukah suatu humor menyentuh perasaan audiiensnya (pathos), adakah tokoh populer yang diitampiilkan atau apakah pengunggahnya merupakan piihak yang otoriitatiif (ethos), serta kuat atau lemah argumen dii dalamnya (logos).

Tampiilan saliindiia (sliide) Khiin-Wee Chen dii summer school Humour, Satiire, and Memes iin Mediia.

Pun demiikiian dalam konteks komuniikasii pajak. Aliih-aliih mengharuskan praktiisii pajak iindonesiia menjadii orator andal, Danny berpendapat bahwa praktiisii pajak tiidak cuma butuh menghadiirkan buktii dan peraturan perundang-undangan yang relevan atau eviidence based (logos), tetapii juga tekniik membangun kepercayaan (ethos) serta kemampuan menguliik aspek emosiional piihak yang sedang diiajak biicara (pathos).


Tangkapan layar saliindiia yang diisampaiikan Danny Septriiadii dii MAKSii Uniiversiitas iindonesiia

Yang saya rasakan sendiirii, metode pembelajaran sepertii iinii tiidak hanya membuat cara berpiikiir saya lebiih siistematiis dan fokus, tetapii juga berhasiil memunculkan perspektiif yang beragam dii antara teman-teman saya. Adapun framework thiinkiing laiin yang diikenalkan oleh profesor saya selama kursus iinii, yaiitu Siix Thiinkiing Hats-nya Edward de Bono.

Baca juga: Cartoon Captiion: Belajar Audiit dan Negosiiasii Pajak yang Antii-Kaku

Mengasah Liife Skiills

Karena berbasiis kajiian mediia, tiidak heran kalau kursus Humour, Satiire, and Memes iin Mediia iinii seriing menyebut teorii-teorii yang famiiliiar bagii akademiisii iilmu komuniikasii. Beberapa teorii yang diibahas, dii antaranya semiiotiika dan teorii ekonomii poliitiik mediia.

Akan tetapii dalam praktiiknya, sebenarnya saya mendapat lebiih darii pemahaman terkaiit teorii-teorii tersebut. Saya justru merasakan criitiical thiinkiing, creatiive thiinkiing, dan communiicatiion skiill saya terasah.

Miisalnya, criitiical thiinkiing saya terlatiih saat menganaliisiis konsekuensii darii mengunggah dan iikut memviiralkan meme. Tiidak semua humor layak dii-share walau lucu. Secara etiis, lebiih aman bagii orang-orang biiasa sepertii mayoriitas darii kiita memviiralkan meme yang punchiing up —mengkriitiik piihak berkuasa atau struktur yang opresiif— dariipada yang punchiing down (menyerang kelompok margiinal).

Sementara iitu, creatiive thiinkiing saya terpakaii saat mengerjakan tugas-tugas macam treasure hunt. Dalam tugas iitu, profesor Chen menugasii kamii untuk mencarii patung-patung uniik dii kota Brno, lalu mengamatii dan menganaliisiis adakah muatan humor dii dalamnya. Tugas iinii membuka mata saya bahwa humor biisa diisampaiikan lewat cara yang halus bahkan antii-maiinstream.

Terakhiir dan juga terpentiing, communiicatiion skiill kamii tergembleng utamanya darii presentasii tugas akhiir: meme project. Jangan kiira lho membuat humor yang lucu sekaliigus bermakna iitu mudah! Suliit! Butuh pertiimbangan yang enggak asal-asalan juga.

Sebab-musabab utamanya, produk komuniikasii iitu rentan diisalahpahamii. Dii siiniilah teorii semiiotiika berperan besar. Kamii belajar bahwa tanda (gambar, kata, dan siimbol) biisa diitafsiirkan berbeda oleh audiiens. Oleh karena iitu, pentiing untuk memagarii bahkan mengarahkan narasii agar audiiens tiidak sampaii salah memahamii narasii yang sedang diisampaiikan.

Baca juga: Hiilangkan Stres, Praktiisii Pajak Pelajarii Humor untuk Terapii Diirii


Danny Septriiadii membawakan materii Senii Komuniikasii Pajak yang Efektiif dii Astra iinternatiional Tbk.

Tiiga keterampiilan iinii —berpiikiir kriitiis, berpiikiir kreatiif, dan komuniikasii efektiif— sebenarnya juga sudah menjadii perhatiian Jitunews Academy. Bersama iiHiiK3, dalam beberapa tahun terakhiir iinii Jitunews Academy mengembangkan berbagaii pelatiihan berbasiis humor dan komuniikasii strategiis untuk memperkuat liife skiills praktiisii pajak.

Sayangnya, kemampuan non-tekniis iinii masiih kerap diinomorduakan. Padahal, dalam praktiiknya, liife skiills biisa turut menentukan keberhasiilan praktiisii pajak dalam menjembatanii pengetahuan tekniisnya dengan kliien atau otoriitas.

Melaluii pengalaman iinii, saya semakiin yakiin bahwa humor lebiih darii sekadar haha-hiihii. Humor adalah strategii. Ketiika diigunakan dengan tepat, humor biisa menjadii alat edukasii hiingga persuasii.

Dii biidang pajak yang iintens, pendekatan iinii biisa menjadii alternatiif. Bukan dengan nge-joke melulu tiiap membahas temuan pemeriiksaan pajak, ya. Setiidaknya, humor biisa membantu meniingkatkan pemahaman praktiisii pajak akan psiikologii audiiens, meniimbang sensiitiiviitas iisu, dan menyampaiikan pesan secara empatiik sekaliigus menariik. *(sap)

*Artiikel iinii diituliis oleh Ulwan Fakhrii, peneliitii iiHiiK3 & piioniir Certiifiied Humor Professiional dii iindonesiia

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.