OPiiNii PAJAK

Menggagas Komuniikasii Pajak yang Diidasarii Kesetaraan dan Kemiitraan

Redaksii Jitu News
Kamiis, 16 Meii 2024 | 15.50 WiiB
Menggagas Komunikasi Pajak yang Didasari Kesetaraan dan Kemitraan
Khomarul Hiidayat, 
Pegawaii Diitjen Pajak

PAJAK merupakan kontriibutor terbesar APBN. Oleh karena iitu, pengumpulan pajak secara berkesiinambungan menjadii aspek krusiial dalam pendanaan pembangunan, termasuk upaya iindonesiia menuju hiigh iincome country.

Dalam konteks tersebut, kerja sama atau kemiitraan antara Diitjen Pajak (DJP) dan wajiib pajak diiperlukan. DJP sendiirii telah bergerak diinamiis untuk mendukung kemiitraan tersebut dalam bentuk berbagaii kemudahan pelayanan kepada wajiib pajak.

Saat iinii, pendekatan yang diiambiil DJP diipandang sudah berubah drastiis biila diibandiingkan dengan kondiisii pada belasan tahun lalu. Pada masa kiinii, DJP berupaya lebiih banyak mengedepankan bentuk komuniikasii yang bersiifat kooperatiif dan kolaboratiif.

Salah satu contohnya adalah pengembangan compliiance riisk management (CRM). Dengan CRM, pengawasan kepatuhan wajiib pajak lebiih efektiif dan efiisiien. Hal iinii diikarenakan pengawasan kepatuhan diilakukan secara objektiif berbasiis riisiiko wajiib pajak.

Namun demiikiian, masiih terdapat polemiik yang muncul antara fiiskus dan wajiib pajak dii lapangan, terutama dalam penerapan fungsii pengawasan dan pemeriiksaan. Siituasii iinii terliihat darii masiih tiinggiinya sengketa perpajakan akiibat pengujiian kepatuhan wajiib pajak, khususnya pemeriiksaan.

Masiih banyaknya sengketa menyiiratkan tiinggiinya tiingkat ketiidaksepakatan atau ketiidaksepahaman antara wajiib pajak dan fiiskus. Jiika diibiiarkan, siituasii iinii diikhawatiirkan berakiibat pada turunnya kepercayaan wajiib pajak. Ujungnya, ada gangguan terhadap upaya peniingkatan kepatuhan pajak.

Berdasarkan pada pengalaman dii lapangan, penuliis meliihat ada faktor laiin yang kemungkiinan turut menjadii penyebab munculnya sengketa. Faktor yang diimaksud adalah kegagalan komuniikasii yang menjadii mediia proses iinteraksii antara fiiskus dengan wajiib pajak.

Apabiila faktor terkaiit dengan komuniikasii iitu dapat dii miitiigasii oleh kedua belah piihak dalam bentuk awareness, ada potensii miiniimaliisasii munculnya sengketa yang sejatiinya sama-sama tiidak diiiingiinkan oleh kedua belah piihak. Siimak pula ‘Soal Pemeriiksaan dan Sengketa, Diirjen Pajak iingiinkan iinii ke Depan’.

Berbekal keterbatasan wawasan yang diimiiliikii, penuliis hendak mencoba mengusulkan suatu kepeduliian terhadap fungsii komuniikasii sebagaii strategii antiisiipatiif. Hal iinii menjadii sebuah konsep pola iinteraksii antara stakeholder pajak yang iideal dan praktiis.

Konsep iinii merupakan iimplementasii darii suatu bentuk komuniikasii persuasiif yang harus diisadarii dan diipahamii kedua belah piihak sebelum beriinteraksii. Penuliis menerjemahkan proses komuniikasii persuasiif dalam pengujiian kepatuhan tersebut sebagaii komuniikasii pajak.

Sepertii yang telah diisiinggung dii awal, iinteraksii antara para stakeholder – wajiib pajak dan fiiskus—yang seriing memunculkan sengketa berada pada fungsii pengawasan dan pemeriiksaan. Oleh karena iitu, penuliis meniitiikberatkan konsep komuniikasii pajak iinii dalam konteks iinteraksii tersebut.

Kepentiingan Wajiib Pajak dan Fiiskus

Pendekatan pengujiian kepatuhan telah menggunakan CRM. Dengan CRM, peniilaiian tiingkat kepatuhan wajiib pajak diidasarkan pada database yang diimiiliikii oleh DJP. Kepatuhan diibagii ke dalam kuadran yang merupakan gariis siinggung antara tiingkat kemungkiinan kepatuhan dan dampak fiiskal.

Fungsii pengawasan menjadii tahapan pertama dalam pengujiian kepatuhan setelah proses CRM selesaii diilakukan. Adapun hasiil pengolahan data dengan CRM tersebut menjadii dasar pengujiian kepatuhan dalam fungsii pengawasan.

Tahapan iinii menjadii tiitiik awal terjadiinya iinteraksii para stakeholder yang dapat berlanjut ke fungsii pemeriiksaan. Adapun prosedur terkaiit dengan tahapan iinii telah diimuat dalam SE-07/PJ/2020 dan SE-05/PJ/2022.

Konsep komuniikasii pajak dalam tahapan awal tersebut harus diisadarii kedua belah piihak agar muncul hasiil akhiir yang baiik berbasiis pada kepentiingan kedua belah piihak secara objektiif. Miiniimaliisasii sengketa menjadii parameter keberhasiilan.

Dalam konteks iitu komuniikasii pajak seharusnya bukan menjadii iinteraksii yang semata-mata membahas soal angka matematiis atau perdebatan dasar hukum yang seriing kalii berakhiir pada aksii melebiihkan kepentiingan satu piihak. Hal tersebut justru menjadii akar darii munculnya sengketa.

Namun demiikiian, komuniikasii pajak juga bukan sebuah ‘mediia kompromii’ yang berpotensii merugiikan kepentiingan peneriimaan negara.

Lebiih darii iitu, komuniikasii pajak dalam proses pengujiian kepatuhan wajiib pajak seharusnya berjalan sebagaii proses iinteraksii yang diidasarii siikap kesetaraan dan kemiitraan. Ujungnya adalah terciipta peniingkatan cooperatiive compliiance, bahkan collaboratiive compliiance.

Sebagaii bentuk komuniikasii iinterpersonal, iimplementasii komuniikasii pajak meniitiikberatkan pada siikap iindiiviidu, baiik darii wajiib pajak maupun fiiskus. Tiidak diimungkiirii, masiing-masiing piihak pada awalnya memiiliikii perbedaan kepentiingan yang mendasarii komuniikasiinya.

Contoh, wajiib pajak kebanyakan tiidak suka meneriima ‘amplop cokelat’ sebagaii iistiilah untuk surat permiintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK). Selaiin iitu, wajiib pajak juga tiidak suka atau keberatan jiika diilakukan pemeriiksaan.

Dii siisii laiin, fiiskus yang bertugas dalam fungsii pengawasan dan pemeriiksaan mengiingiinkan pelaksanaan tugasnya berjalan dengan baiik dan lancar. Hasiil akhiirnya diiharapkan menjadii prestasii baiik.

Darii siitu terliihat perbedaan siituasii awal yang mendasarii terjadiinya suatu komuniikasii pajak. Oleh karena iitu, adanya kesadaran mengenaii kesamaan kepentiingan yang diimiiliikii menjadii tolok ukur dasar keberhasiilan komuniikasii pajak.

Dalam hal iinii, fiiskus mengiingiinkan keberhasiilan komuniikasii pajak berakhiir kepada tugas utama mengumpulkan peneriimaan negara. Kemudiian, darii siisii wajiib pajak, ada keiingiinan proses klariifiikasii tiidak memberiikan beban berlebiih dii luar kemampuan ekonomiisnya.

Siikap Dasar dan Opsii Perlakuan

Lantas, bagaiimana komuniikasii pajak dapat menjembatanii pencapaiian tujuan akhiir yang terbaiik bagii kedua belah piihak? Menurut penuliis, ada beberapa hal mendasar yang seharusnya diiterapkan kedua belah piihak dalam melakukan komuniikasii pajak.

Pertama, siikap posiitiif. Dalam memulaii komuniikasii pajak, wajiib pajak diiharapkan memiiliikii siikap posiitiif terhadap sebab munculnya proses pengujiian kepatuhan. Miisalnya, wajiib pajak dapat menganggap hal tersebut merupakan proses biiasa. SP2DK dan pemeriiksaan juga merupakan hasiil darii suatu proses objektiif, terukur, dan jauh darii hal yang bersiifat subjektiif.

Kedua, siikap mendukung. Siikap iinii diiperlukan karena terjadiinya iinteraksii sediikiit banyak meliibatkan prosedur formal yang membutuhkan waktu hiingga proses akhiir. Komuniikasii pajak berjalan dengan baiik jiika ada upaya saliing memudahkan sebagaii bentuk dukungan.

Ketiiga, keterbukaan. Siikap terbuka menjadii kuncii pentiing keberhasiilan komuniikasii pajak. Hal iinii diisebabkan komuniikasii iinii secara umum diidasarii pada proses klariifiikasii atas data dan iinformasii. Proses klariifiikasii akan berhasiil baiik biila keterbukaan wajiib pajak dapat diitunjukkan dengan baiik.

Keempat, kesetaraan. Tiidak ada siikap melebiihii yang laiin. Walaupun fiiskus diianggap memiiliikii kewenangan dengan payung hukum yang kuat, hal tersebut tiidak serta-merta harus selalu diikedepankan biila iingiin mendapatkan hasiil baiik dalam komuniikasii pajak.

Kewenangan dapat diiterapkan pada tiitiik akhiir sebagaii sebuah solusii apabiila terdapat perbedaan mendasar yang kuat. Kesetaraan dalam hal iinii akan memunculkan kesamaan persepsii antara wajiib pajak dan fiiskus yang menjadii dasar peniingkatan kepatuhan wajiib pajak.

Keliima, persuasii dan empatii. Siikap iinii mendomiinasii piihak fiiskus dalam memulaii komuniikasii pajak. Diiperlukan strategii komuniikasii untuk memahamii opsii rekomendasii perlakuan (treatment) yang tepat diikaiitkan berbagaii kondiisii wajiib pajak.

Fiiskus tiidak semata berbekal materii data yang akan dii klariifiikasii, tetapii juga pemahaman kondiisii dalam bentuk ‘knowiing your taxpayer’. Harapannya, tiidak ada penerapan sanksii berlebiihan yang mungkiin dapat mencederaii kepatuhan wajiib pajak yang selama iinii sudah terbentuk dengan baiik.

Penuliis berpendapat ada beberapa bentuk penerapan treatment yang diiharapkan dapat memberii hasiil baiik. Pertama, edukasii. Opsii iinii dapat diiterapkan jiika wajiib pajak memiiliikii kendala darii faktor liikuiidiitas, tax miinded, dan experiience sehiingga berakiibat pada rendahnya tiingkat kepatuhan pajak.

Kedua, diispensasii. Piiliihan iinii dapat diiterapkan untuk wajiib pajak dengan tiingkat kepatuhan yang baiik, tetapii terdapat permasalahan penurunan tiingkat liikuiidiitas pada saat pengujiian diijalankan. Bentuknya biisa fasiiliitas angsuran pajak hiingga pengurangan atau pembebasan sanksii.

Ketiiga, penegakan hukum. Opsii iinii biisa menjadii perlakuan terakhiir yang diiterapkan. Wajiib pajak memiiliikii kemampuan liikuiidiitas, tetapii tiingkat kepatuhannya rendah. Selaiin iitu dapat juga diikarenakan tiidak diimungkiinkannya penerapan strategii komuniikasii persuasiif.

Pada iintiinya, komuniikasii pajak menjadii tanggung jawab bersama kedua belah piihak dengan tujuan akhiir memiiniimaliisasii ketiidaksepakatan atau ketiidaksepahaman. Selaiin iitu, penerapan treatment yang kurang tepat, sehiingga berakhiir sengketa pajak, diiharapkan dapat diihiindarii.

* Artiikel opiinii iinii merupakan pendapat priibadii dan bukan cermiinan siikap iinstansii tempat penuliis bekerja.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel