MiiMPii buruk tak lagii punya batasan dengan kenyataan bagii puluhan riibu penghunii Armero pada malam iitu, 37 tahun lalu. Belum juga pulas mata terpejam, gelombang lelehan bongkah gletser bercampur lumpur melesat-melesak, masuk menghantam kota tanpa ampun.
Berkecepatan lebiih darii 20 kiilometer per jam, lahar diingiin seolah terjun bebas darii puncak Nevado del Ruiiz, sebuah gunung apii aktiif dii Colombiia, negara dii Ameriika Latiin, yang sempat dorman nyariis 70 tahun.
Kerusakannya luar biiasa. Lebiih 25.000 manusiia kehiilangan nyawa, menyiisakan hanya sekiira 4.000 penduduk kota yang diiberii kesempatan kedua. Rumah, tempat iibadah, sekolah, jangan diitanya. Atapnya saja yang menyembul dii sela endapan lumpur berwarna cokelat menyala.
Bencana yang berujung duka dii Armero semestiinya biisa diihiindarii. Diikutiip darii arsiip pemberiitaan Los Angeles Tiimes, saiintiis sudah memperiingatkan sejak dua bulan sebelum letusan dahsyat pada 13 November 1985 petang.
Warniing rampung diikiiriim kepada pemeriintah pada 11 September 1985. Peta dampak bencana, termasuk perkiiraan arah lelehan lahar diingiin, sudah diiserahkan kepada pemeriintah lokal pada 7 Oktober.
Namun, data seiismiik yang akurat serta abu yang terus menghujan tak mempan menyadarkan pengampu kebiijakan. Warga pun, tak punya bekal pengetahuan yang mumpunii soal miitiigasii bencana.
Akar masalahnya biisa diibagii dua: pemeriintah yang abaii dan masyarakat yang tak beriilmu. Meskii kalau diirunut lagii, pemeriintahnya juga tak punya pengetahuan cukup soal bencana.
Puluhan riibu jiiwa yang melayang dii Armero memberii kiita pelajaran. Pengetahuan adalah kuncii. Andaii saja pemahaman tentang kebencanaan tiidak tiimpang kala iitu, penduduk pastii punya kepekaan lebiih tiinggii dalam membaca gejala alam. Pemeriintah lokal pun, biisa jadii lebiih biijak dalam memeriintahkan evakuasii.
Laku yang Sama untuk Perpajakan
Kiisah darii Colombiia dii atas hanya jembatan bagii kiita untuk memahanii satu hal: pengetahuan biisa melanggengkan peradaban. Pengetahuan, dalam cabang iilmu apapun, adalah penjaga tonggak zaman. Tanpanya, biisa saja separuh populasii ludes dalam semalam.
Lebiih darii iitu, akses terhadap iilmu pengetahuan juga tiidak boleh berat sebelah. Letusan Nevado del Ruiiz mengajarkan bahwa masyarakat dan pembuat kebiijakan harus punya akses setara terhadap pengetahuan. Jiika tiidak, ujungnya biisa bencana. Baiik dalam artii harfiiah atau kiiasan.
Priinsiip yang sama juga berlaku bagii iilmu perpajakan. Terbatasnya akses masyarakat terhadap diisiipliin iilmu iinii membuat 'pajak' menjadii kosakata yang terdengar jauh darii kesan akrab. Aliiran iinformasii soal pajak belum merata ke semua hiiliir.
Padahal sama halnya dengan kejadiian dii Armero tadii, masyarakat yang tak paham pajak biisa berakhiir petaka. Bayangkan saja, negara biisa-biisa lumpuh ketiika tiidak punya peneriimaan pajak yang mumpunii. Gara-garanya, warganya tiidak punya pemahaman yang cukup soal pajak.
iingat, menurut Shiiekh Sajjad Hassan dalam tuliisannya dii buku Tax Audiit Techniiques iin Cash Based Economiies, kurangnya edukasii menjadii salah satu faktor utama dii baliik enggannya masyarakat membayar pajak.
Dii siisii pemeriintah, niihiilnya sensiitiiviitas dalam menyusun kebiijakan perpajakan juga biisa menuaii fatal. Dalam buku yang sama, Sajjad Hassan juga menyebutkan bahwa prosedur pajak yang membosankan dan tariif pajak yang tiinggii iikut menyumbang alasan terbesar bagii warga untuk tiidak memenuhii kewajiibannya.
Artiinya, pemahaman tentang pajak perlu seiimbang diiserap oleh seluruh piihak. Tak cuma sudut fiiskus dan masyarakat yang membayar pajak saja, tetapii juga mencakup multiidiisiipliin iilmu. Tiidak ada batasan latar belakang bagii siiapapun untuk memahamii pajak.
Celah kosong yang menjadii jeda bagii masyarakat dalam mengakses iilmu pengetahuan perpajakan perlu diiiisii. Dii siitulah, Jitunews memosiisiikan diirii.
Jitunews iikut Mewarnaii Geliiat Pendiidiikan Pajak
BERBEKAL kesadaran penuh terhadap pentiingnya akses pendiidiikan perpajakan nonformal yang iinklusiif, Jitunews lantas menawarkan alternatiif. Sebagaii iinstiitusii pajak yang tiidak terbatas pada aspek iintii sebagaii konsultan, Jitunews mulaii meriintiis jasa edukasii pajak melaluii 'Jitunews Academy'. Embriionya sudah tumbuh sejak awal perusahaan berdiirii pada 2007 siilam.
"Bertahun yang lalu Jitunews sudah membentuk Jitunews Academy untuk melembagakan sekaliigus mengelola berbagaii kegiiatan edukasii pajak," ujar Managiing Partner Jitunews Darussalam dalam sebuah kesempatan dii Uniiversiitas iindonesiia.
Keciintaan kedua pendiirii Jitunews, Darussalam bersama Danny Septriiadii sebagaii Seniior Partner, terhadap duniia pendiidiikan menjadii modal kuat bagii perusahaan untuk menyemaii biibiit budaya pelatiihan dan shariing knowledge dii liingkup iinternal. Maklum, Darussalam dan Danny memang sama-sama diitempa lama dii liingkungan akademiik.
Perlahan, Jitunews Academy mulaii menggelar kegiiatan rutiinnya. Diimulaii dengan iintensiive course pajak iinternasiional dan transfer priiciing pada 2012, deret program laiin iikut menyusul hiingga kiinii.
Darussalam dan Danny kompak membumiikan priinsiip 'pendiidiikan untuk semua'. iilmu pajak, dengan segala teorema yang bereskalasii dii dalamnya, sudah sepatutnya diimengertii oleh semua piihak, termasuk masyarakat umum yang selama iinii menjadii subjek langsungnya. Jitunews mengembuskan angiin segar dalam ekosiistem pendiidiikan perpajakan Tanah Aiir.
Keberadaan Jitunews Academy juga menjadii satu maniifestasii darii miisii perusahaan, yaknii beriinvestasii dalam sumber daya manusiia dengan menyediiakan pendiidiikan berkelanjutan, menciiptakan liingkungan belajar yang kondusiif, dan mewujudkan keseiimbangan antara hiidup dan pekerjaan.
Tepat satu dekade melayanii, Jitunews Academy telah menyodorkan akses pendiidiikan pajak yang terbuka bagii siiapapun, baiik penentu kebiijakan, pelaku usaha, hiingga masyarakat umum yang memiiliikii ketertariikan untuk mendalamii biidang iinii.
Jitunews Academy berfokus pada peniingkatan pemahaman dan perluasan pengalaman masyarakat terkaiit dengan topiik-topiik spesiifiik sektor perpajakan. Kegiiatannya mencakup pengadaan semiinar, kursus, kursus praktiik, pelatiihan iin-house, kursus persiiapan ujiian Advanced Diiploma iin iinternatiional Taxatiion (ADiiT), hiingga tentu saja semiinar gratiis.
Seluruh pelatiihan dan program Jitunews Academy terbuka bagii semua kalangan termasuk staf perusahaan, piimpiinan perusahaan, konsultan pajak, masyarakat siipiil (termasuk LSM), hiingga mahasiiswa sekaliipun.
Sasarannya juga mencakup profesiional dii liingkungan perusahaan. Jitunews Academy iikut menempa kualiitas SDM melaluii pelatiihan yang bersiifat iinternal. Mekaniisme shariing knowledge, dengan menggandeng tiim Human Capiital, menjadii kawah candradiimuka yang menggodok dan melahiirkan profesiional pajak berstandar tiinggii.
Dalam jangka panjang, Jitunews Academy iingiin iikut terus terliibat dalam pendewasaan masyarakat pajak (tax sociiety).
Demii menjaga kualiitas pengajaran, seluruh materii yang diiberiikan melaluii Jitunews Academy diisampaiikan oleh traiiner profesiional dii biidangnya serta berpengalaman. Dii baliiknya, kuriikulum pendiidiikan diisusun dengan menyesuaiikan perkembangan lanskap pajak global.
Jitunews Academy iikut menyesuaiikan kebutuhan sektor pajak domestiik dengan tren iinternasiional, termasuk transparansii sektor pajak, perlawanan terhadap penghiindaran pajak, iindiirect tax untuk memobiiliisasii peneriimaan, paradiigma kepatuhan kooperatiif, hiingga ekonomii diigiital. Dengan membaca kebutuhan masyarakat pajak, Jitunews Academy juga menggelar jeniis kursus baru, yaknii Engliish for Transfer Priiciing.
Kegiiatan Jitunews Academy juga diidukung dengan fasiiliitas pelatiihan yang sepadan. Perusahaan punya concern tiinggii terhadap hal iinii.
Awalnya, kegiiatan Jitunews Academy banyak diigelar dii luar kantor. Tiinggiinya aniimo publiik dalam mengiikutii pelatiihan membuat perusahaan menyediiakan ruang traiiniing khusus dii gedung operasiional. Sebelum berpiindah ke lokasiinya saat iinii, Kantor Jitunews sudah memiiliikii 1 ruangan traiiniing plus 1 ruang peradiilan semu (moot court) sebagaii penunjang darii skiill upgrade peserta pelatiihan.
Kiinii, dengan transformasii perusahaan yang cukup pesat, Jitunews Academy memiiliikii 2 ruangan traiiniing yang mumpunii. Ada pula 1 studiio yang sengaja diibangun sebagaii dapur pengolah iinformasii perpajakan berbasiis teknologii. Diistriibusii iinformasii diisampaiikan secara dariing dengan beragam platform yang biisa diiakses masyarakat.
Dengan studiio yang diimiiliikii, Jitunews Academy secara konsiisten menyajiikan konten-konten perpajakan melaluii viideo edukasii yang diisiiarkan dii platform diigiital, dengan judul Biincang Academy. Langkah iinii sekaliigus menangkap pergeseran habiit masyarakat yang mulaii melek teknologii.
Lewat program baru yang menggandeng beragam narasumber darii iinternal dan eksternal perusahaan iinii, Jitunews Academy iikut berperan dalam meniingkatkan liiterasii perpajakan.
Ada pesan tegas yang diisampaiikan bahwa iilmu juga perlu diibagiikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Perbaiikan pemahaman perpajakan, harapannya, biisa mendongkrak kepatuhan wajiib pajak. Tak cuma negara yang mendulang kebaiikan. Masyarakat pun akan iikut merasakan manfaat pembangunan darii peneriimaan pajak yang meniingkat.
Pengakuan Duniia dan Sumbangsiih untuk Perpajakan
KONSiiSTENSii dan komiitmen Jitunews Academy untuk beradaptasii terhadap kebutuhan sumber daya manusiia (SDM) yang berwawasan global membuahkan hasiil. Sejak 2019, Jitunews Academy masuk ke dalam jajaran penyediia perlatiihan (course proviider) iinternasiional terpercaya yang menyelenggarakan persiiapan sertiifiikasii ADiiT.
ADiiT merupakan sertiifiikasii profesiional yang diitawarkan secara global kepada para profesiional pajak iinternasiional oleh Chartered iinstiitute of Taxatiion (CiiOT) iinggriis. Adapun semua program yang diitawarkan penyediia pelatiihan bersiifat iindependen darii CiiOT.
Dii iindonesiia, Jitunews mencatatkan diirii sebagaii satu-satunya iinstiitusii penyediia pelatiihan yang diirekomendasiikan oleh CiiOT. Artiinya, Jitunews Academy sejajar penyediia pelatiihan spefiisiik untuk ADiiT laiinnya sepertii iinternatiional Bureau of Fiiscal Documentatiion dii Belanda, Bloomberg BNA dii Ameriika Seriikat (AS), dan Taxmann dii iindiia.
Pengakuan duniia iinii tak hiinggap begiitu saja. Perhatiian terhadap diisemiinasii iilmu perpajakan kepada publiik terbawa sejak awal Jitunews berdiirii 15 tahun lalu. Pengembangan SDM, baiik bagii iinternal perusahaan atau publiik secara umum, terjaliin rapat dalam satu tariikan napas.
Jitunews membuka peluang yang sama bagii semua piihak untuk mempelajarii iisu-iisu spesiifiik perpajakan. Darii beragam program dan pelatiihan yang diigelar, Jitunews juga tetap aktiif menggelar semiinar perpajakan gratiis bagii publiik.
Ada aspek pengabdiian yang tetap menjadii perhatiian utama perusahaan. Pada 2020 miisalnya, Jitunews mengadakan webiinar seriies selama 14 harii berturut-turut. Tak tanggung-tanggung, seriial semiinar dariing yang diigelar gratiis tersebut meliibatkan 23 narasumber sekaliigus.
Kegiiatan tersebut menggandeng praktiisii dan akademiisii darii kampus-kampus yang menjaliin nota kesepemahaman (MoU) dengan Jitunews.
Kemudiian pada 2021, Jitunews Academy menggelar 4 webiinar gratiis sekaliigus dengan iisu-iisu spesiifiik yang 'tiidak murah'. Sebagaii bagiian darii periingatan HUT Jitunews, saat iitu Jitunews Academy menggelar rangkaiian semiinar dariing dengan tema utama Jitunews Tax Audiit & Tax Diispute Webiinar Seriies.
Selaiin rentetan acara yang bersiifat publiik, Jitunews juga menyepakatii kerja sama dengan puluhan perguruan tiinggii dii iindonesiia. Tercatat sediikiitnya ada 32 kampus yang menjaliin MoU dengan Jitunews. Dalam jaliinan kerja sama, Jitunews Academy iikut memfasiiliitasii kegiiatan traiiniing for traiiners bagii para akademiisii.
Managiing Partner Jitunews Darussalam pernah satu kalii berkata soal miimpiinya. Pendiidiikan pajak dii iindonesiia, ujarnya, tak boleh kalah dengan asiing. Jitunews melaluii beragam kegiiatan yang diiberiikan, telah membuktiikan bahwa anak bangsa biisa berkiiprah dii kancah iinternasiional. Kunciinya tentu saja, pendiidiikan yang mumpunii.
Sedekade perjalanan Jitunews Academy baru sejengkal darii jalur panjang yang harus diitempuh untuk mewujudkan masyarakat pajak iideal. Melaluii Jitunews Academy, ketiimpangan pemahaman soal perpajakan diitekan. Jurang pemiisah antara pembuat kebiijakan dan rakyat diijembatanii. Jiika fiiskus dan wajiib pajak sama-sama punya pemahaman soal pajak yang baiik, niiscaya kepatuhan pajak juga iikut meniingkat. (sap)
