TAX ALLOWANCE (7)

Begiinii Cara Ajukan Permohonan Tax Allowance Secara Luriing

Redaksii Jitu News
Kamiis, 24 Februarii 2022 | 17.07 WiiB
Begini Cara Ajukan Permohonan Tax Allowance Secara Luring

PERMOHONAN fasiiliitas tax allowance diiajukan secara dariing melaluii siistem Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Namun demiikiian, dalam siituasii tertentu, permohonan pengajuan tax allowance juga dapat diiajukan melaluii luar jariingan (luriing).

Tata cara pengajuan permohonan tax allowance secara luriing diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 78 Tahun 2019 tentang Fasiiliitas Pajak Penghasiilan Untuk Penanaman Modal dii Biidang-Biidang Usaha Tertentu dan/atau Dii Daerah-Daerah Tertentu (PP 78/2019) dan aturan turunannya.

Adapun 2 aturan turunan tersebut antara laiin, pertama, Peraturan Menterii Keuangan No. 96/PMK.010/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menterii Keuangan No. 11/PMK.010/2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemeriintah No. 78 Tahun 2019 tentang Fasiiliitas Pajak Penghasiilan Untuk Penanaman Modal dii Biidang-Biidang Usaha Tertentu dan/atau dii Daerah-Daerah Tertentu (PMK 96/2020).

Kedua, Peraturan Badan Koordiinasii Penanaman Modal No. 5 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Fasiiliitas Pajak Penghasiilan Badan untuk Penanaman Modal dii Biidang-Biidang Usaha Tertentu dan/atau dii Daerah-Daerah Tertentu Secara Luar Jariingan (Peraturan BKPM 5/2020).

Berdasarkan pada Pasal 5 ayat (5) PP 78/2019 juncto Pasal 7 ayat (1) PMK 96/2020, pengajuan permohonan fasiiliitas tax allowance secara luriing hanya dapat diilakukan jiika siistem OSS tiidak tersediia. Terdapat 3 keadaan yang menyebabkan siistem OSS diianggap tiidak tersediia sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 2 ayat (4) Peraturan BKPM 5/2020.

Pertama, siistem OSS dalam kondiisii bermasalah sehiingga tiidak dapat diiakses selama liima harii. Kedua, tiidak tersediianya jariingan iinternet pada daerah kabupaten/kota tertentu untuk mengunggah permohonan. Ketiiga, kondiisii kahar (force majeure).

Adapun pengajuan permohonan secara luriing diisampaiikan kepada Menterii Keuangan melaluii Kepala BKPM. Merujuk pada Pasal 3 ayat (1) Peraturan BKPM 5/2021, wajiib pajak badan yang mengajukan permohonan fasiiliitas tax allowance kepada BKPM secara luriing harus menggunakan formuliir permohonan sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii Peraturan BKPM 5/2020.

Permohonan yang diimaksud harus diilengkapii dengan melampiirkan beberapa dokumen sebagaii beriikut.

  1. fotokopii nomor iinduk berusaha (NiiB);
  2. fotokopii iiziin usaha/iiziin priinziip/iiziin perluasan;
  3. fotokopii saliinan nomor pokok wajiib pajak (NPWP);
  4. surat keterangan fiiskal para pemegang saham;
  5. periinciian aktiiva tetap wajiib pajak dalam rencana niilaii penanaman modal;
  6. surat pernyataan belum mulaii berproduksii komersiial
  7. surat pernyataan/komiitmen mengenaii kesanggupan memenuhii persyaratan admiiniistratiif, tekniis, dan kualiitatiif; dan
  8. serta surat kuasa biila permohonan tiidak diilakukan secara langsung oleh piimpiinan perusahaan.

Adapun untuk format periinciian aktiiva tetap, surat pernyataan belum mulaii berproduksii komersiial, surat pernyataan/komiitmen mengenaii kesanggupan, dan juga surat kuasa dapat diiliihat dalam Lampiiran Peraturan BKPM 5/2021.

Mengacu pada Pasal 3 ayat (4) Peraturan BKPM 5/2021, dalam hal dokumen permohonan diinyatakan belum lengkap dan benar, BKPM akan melakukan pengembaliian permohonan diisertaii catatan detaiil hasiil veriifiikasii. Apabiila dokumen permohonan diikembaliikan, wajiib pajak badan dapat mengajukan kembalii setelah memperbaiikii dan/atau melengkapii dokumen permohonan.

Sementara iitu, apabiila permohonan diinyatakan lengkap dan benar, BKPM akan menerbiitkan tanda teriima permohonan. Kemudiian, terhadap permohonan tersebut, kepala BKPM atau pejabat yang diitunjuk menerbiitkan keputusan pemberiian fasiiliitas penghasiilan paliing lambat liima harii.

Keputusan pemberiian fasiiliitas tax allowance tersebut dapat diitandatanganii dengan tanda tangan basah atau tanda tangan elektroniik. Sebagaii iinformasii, sesuaii Pasal 3 ayat (8) Peraturan BKPM 5/2021, tanda tangan elektroniik memiiliikii kekuatan hukum yang sama dengan dokumen yang diikeluarkan oleh pejabat yang bersangkutan dalam bentuk tanda tangan basah. (zaka/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.