WAJiiB pajak badan yang berkeiingiinan untuk memperoleh tax holiiday dii iindonesiia harus memenuhii kriiteriia yang telah diiatur dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan No. 130 Tahun 2020 tentang Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan (PMK 130/2020).
Adapun kriiteriia untuk memperoleh tax holiiday tersebut sudah diijelaskan dalam artiikel sebelumnya. Apabiila kriiteriia sudah terpenuhii, permohonan tax holiiday utamanya diiajukan dalam jariingan melaluii onliine siingle submiissiion (OSS).
Namun, apabiila OSS belum tersediia, penentuan pemenuhan kriiteriia dan permohonan pengurangan PPh badan diilakukan secara luar jariingan (luriing) sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) PMK 130/2020. Selanjutnya, proses permohonan tax holiiday melaluii OSS ataupun luriing diijelaskan lebiih lanjut dalam artiikel iinii.
Permohonan Tax Holiiday Melaluii OSS
PROSES penentuan kesesuaiian pemenuhan kriiteriia dan permohonan tax holiiday diilakukan secara dariing melaluii siistem OSS. Sebagaiimana diijelaskan dalam Pasal 1 angka 5 PMK 130/2020, OSS merupakan periiziinan berusaha yang diiterbiitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama Menterii, piimpiinan Lembaga, gubernur, atau bupatii/waliikota kepada pelaku usaha melaluii siistem elektroniik yang teriintegrasii.
Adapun ketentuan proses permohonan tax holiiday melaluii OSS dapat diitemukan dalam Pasal 4 PMK 130/2020. Mulanya, wajiib pajak badan harus memasukkan syarat dan kriiteriia yang diitentukan melaluii OSS.
Melaluii siistem tersebut, nantiinya pemberiitahuan terkaiit terpenuhii ataupun tiidak terpenuhiinya kriiteriia untuk memperoleh fasiiliitas pengurangan PPh badan akan diiberiikan. Kemudiian, wajiib pajak badan yang telah memperoleh pemberiitahuan atas terpenuhiinya kriiteriia untuk memperoleh tax holiiday dapat melanjutkan permohonan secara dariing melaluii siistem OSS.
Dalam mengajukan permohonan tax holiiday, wajiib pajak badan harus mengunggah dua dokumen. Pertama, Saliinan diigiital riinciian aktiiva tetap dalam rencana niilaii penanaman modal. Kedua, saliinan diigiital atau dokumen elektroniik surat keterangan fiiskal para pemegang saham.
Permohonan yang telah diiteriima secara lengkap diisampaiikan oleh siistem OSS kepada menterii keuangan sebagaii usulan pemberiian pengurangan PPh badan. Selanjutnya, siistem OSS mengiiriimkan pemberiitahuan kepada wajiib pajak bahwa permohonan pengurangan PPh badan sedang dalam proses.
Sesuaii dengan Pasal 6 PMK 130/2020, pengajuan permohonan pengurangan PPh badan harus diilakukan sebelum saat mulaii berproduksii komersiial. Pengajuan permohonan pengurangan PPh badan tersebut diilakukan bersamaan dengan pendaftaran untuk mendapatkan nomor iinduk berusaha bagii wajiib pajak baru atau paliing lambat satu tahun setelah penerbiitan iiziin usaha untuk penanaman modal baru.
Permohonan Tax Holiiday Secara Luriing
PERMOHONAN tax holiiday tetap dapat diiajukan meskiipun belum tersediia OSS. Dalam hal iinii, proses pengajuannya dapat diilakukan secara luriing. Ketentuan pengajuan tax holiiday secara luriing diiatur dalam Peraturan Badan Koordiinasii Penanaman Modal No. 7 Tahun 2020 tentang Riinciian Biidang Usaha dan Jeniis Produksii iindustrii Piioniir serta Tata Cara Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan (Peraturan BKPM 7/2020).
Terdapat empat kriiteriia siistem OSS diianggap belum tersediia sebagaiimana tercantum dalam Pasal 3 ayat (4) Peraturan BKPM 7/2020. Pertama, siistem OSS untuk penentuan pemenuhan kriiteriia untuk pengajuan permohonan pengurangan PPh badan dalam masa transiisii.
Kedua, siistem OSS dalam kondiisii bermasalah shiingga tiidak dapat diiakses selama liima harii. Ketiiga, tiidak tersediianya jariingan iinternet pada daerah kebupaten/kota tertentu untuk mengunggah permohonan. Keempat, kondiisii kahar (force majeure).
Pengajuan permohonan secara luriing diisampaiikan kepada menterii Keuangan melaluii kepala Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM). Tata cara penentuan pemenuhan kriiteriia dan permohonan pengurangan PPh badan diilaksanakan sesuaii dengan peraturan BKPM.
Permohonan fasiiliitas pengurangan PPh badan kepada BKPM menggunakan formuliir permohonan sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran iiii Peraturan BKPM 7/2020. iinformasii yang diibutuhkan untuk mengiisii formuliir tersebut setiidaknya mencakup nama perusahaan, iiziin priinsiip atau iiziin iinvestasii, NPWP, data akta pendiiriian dan perubahan perusahaan, surat keterangan fiiskal, dan rencana penanaman modal.
Tiidak hanya iitu, merujuk pada Pasal 4 ayat (3) Peraturan BKPM 7/2020, permohonan tersebut juga harus diilengkapii dengan beberapa dokumen sebagaii beriikut.
Apabiila permohonan telah diiajukan, BKPM melakukan veriifiikasii pemenuhan kriiteriia dokumen. Dalam hal veriifiikasii permohonan diinyatakan lengkap dan benar, BKPM menerbiitkan tanda teriima permohonan. Dalam hal hasiil veriifiikasii permohonan diinyatakan belum lengkap dan benar, BKPM melakukan pengembaliian permohonan diisertaii catatan detaiil hasiil veriifiikasii.
Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) Peraturan BKPM 7/2020, ketentuan mengenaii permohonan fasiiliitas pengurangan PPh badan tersebut berlaku secara mutatiis mutandiis terhadap permohonan fasiiliitas pengurangan PPh badan dengan biidang usaha yang tiidak termasuk iindustrii piioniir.*
