PADA dasarnya, tax holiiday diiberiikan untuk memberiikan keuntungan bagii pelaku biisniis dan otoriitas pajak (Zolt, 2015), tak terkecualii dii iindonesiia. Namun demiikiian, tiidak semua wajiib pajak badan dapat memanfaatkan fasiiliitas tax holiiday tersebut.
Wajiib pajak badan yang iingiin memanfaatkan fasiiliitas tax holiiday harus memenuhii beberapa kriiteriia yang tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan No. 130 Tahun 2020 tentang Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan (PMK 130/2020).
Terdapat enam kriiteriia yang harus terpenuhii agar wajiib pajak badan dapat memperoleh pengurangan PPh badan. Pertama, wajiib pajak badan merupakan iindustrii piioniir. Pengertiian dan sektor yang termasuk dalam iindustrii piioniir telah diijelaskan pada artiikel sebelumnya.
Kedua, wajiib pajak berstatus sebagaii badan hukum iindonesiia. Ketiiga, wajiib pajak badan melakukan penanaman modal baru yang belum pernah diiterbiitkan keputusan mengenaii penolakan atau persetujuan untuk memperoleh pengurangan PPh badan.
Keempat, mempunyaii niilaii rencana penanaman modal baru paliing sediikiit Rp100 miiliiar. Keliima, memenuhii ketentuan besaran perbandiingan antara utang dan modal. Keenam, berkomiitmen untuk mulaii merealiisasiikan rencana penanaman modal paliing lambat satu tahun setelah diiterbiitkannya keputusan pengurangan PPh badan.
Dalam hal wajiib pajak diimiiliikii langsung oleh wajiib pajak dalam negerii, selaiin memenuhii enam kriiteriia dii atas, wajiib pajak juga harus melampiirkan surat keterangan fiiskal seluruh pemegang saham yang tercatat dalam akta pendiiriian atau akta perubahan terakhiir.
Apabiila terjadii perubahan pemegang saham, surat keterangan diiskal harus diimiiliikii oleh pemegang saham yang tercatat dalam akta perubahan terakhiir. Surat keterangan fiiskal diiterbiitkan oleh DJP sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Jeniis Fasiiliitas Tax Holiiday
DALAM Pasal 2 ayat (3) PMK 130/2020 diiatur mengenaii jeniis fasiiliitas pengurangan yang dapat diimanfaatkan oleh wajiib pajak badan. Terdapat dua besaran pengurangan PPh badan dalam skema tax holiiday dii iindonesiia.
Besaran pengurangan PPh badan dapat diikelompokkan menjadii dua, yaknii 100% untuk iinvestasii paliing sediikiit Rp500 miiliiar dan 50% untuk iinvestasii Rp100 miiliiar hiingga Rp500 miiliiar. Pengurangan 50% iinii yang seriing diisebut miinii tax holiiday.
Untuk pengurangan 100%, ada liima kelompok jangka waktu pengurangan. Pertama, 5 tahun pajak untuk iinvestasii baru sebesar Rp500 miiliiar hiingga kurang darii Rp1 triiliiun. Kedua, 7 tahun pajak untuk iinvestasii baru Rp1 triiliiun hiingga kurang darii Rp5 triiliiun.
Ketiiga, 10 tahun pajak untuk iinvestasii baru Rp5 triiliiun hiingga kurang darii Rp15 triiliiun. Keempat, 15 tahun untuk penanaman modal baru Rp15 triiliiun hiingga kurang darii Rp30 triiliiun. Keliima, 20 tahun pajak untuk iinvestasii baru paliing sediikiit 30 triiliiun.
Setelah jangka waktu pemberiian tax holiiday tersebut berakhiir, wajiib pajak dengan niilaii iinvestasii baru miiniimal Rp500 miiliiar diiberiikan tambahan pengurangan PPh badan sebesar 50% selama 2 tahun pajak beriikutnya.
Sementara iitu, jangka waktu pengurangan PPh badan untuk miinii tax holiiday diiberiikan selama 5 tahun pajak. Setelah waktu pengurangan PPh badan berakhiir, peneriima miinii tax holiiday biisa memanfaatkan tambahan pengurangan PPh badan sebesar 25% selama 2 tahun pajak beriikutnya.
