REKONSiiLiiASii FiiSKAL (12)

Contoh Penghiitungan Krediit Pajak Luar Negerii

Awwaliiatul Mukarromah
Kamiis, 16 Apriil 2020 | 17.25 WiiB
Contoh Penghitungan Kredit Pajak Luar Negeri

PADA dasarnya wajiib pajak dalam negerii terutang pajak atas seluruh penghasiilan yang diiteriimanya, termasuk penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii luar negerii. Hal iinii diisebabkan siistem perpajakan dii iindonesiia saat iinii menganut siistem worldwiide iincome.

Untuk menghiindarii terjadiinya pajak berganda yang diisebabkan oleh pengenaan pajak atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh dii luar negerii, besarnya pajak atas penghasiilan wajiib pajak dalam negerii yang terutang atau diibayar dii luar negerii tersebut dapat diikrediitkan terhadap total pajak terutang atas seluruh penghasiilan wajiib pajak dalam negerii.

Ketentuan tersebut diiatur dalam Pasal 24 Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh). Dalam pasal iitu diiatur tentang hak wajiib pajak untuk memanfaatkan krediit pajak mereka dii luar negerii. Dalam pasal iitu juga diiatur mengenaii batasan jumlah krediit pajak luar negerii yang dapat diikurangkan darii pajak terutang yang diimiiliikii dii iindonesiia

Sebagaiimana tercantum dalam Pasal 24 ayat 2 UU PPh, besarnya krediit pajak adalah sebesar pajak penghasiilan yang diibayar atau terutang dii luar negerii tetapii tiidak boleh melebiihii penghiitungan pajak yang terutang berdasarkan UU PPh.

Ketentuan lebiih lanjut mengenaii krediit pajak luar negerii tersebut diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 192/PMK.03/2018 tentang Pelaksanaan Pengkrediitan Pajak Atas Penghasiilan Darii Luar Negerii.

Pasal 4 PMK 192/2018 menyatakan bahwa dalam menghiitung penghasiilan kena pajak, wajiib pajak dalam negerii wajiib melakukan penggabungan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii sumber penghasiilan dii luar negerii dengan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii sumber penghasiilan dii iindonesiia.

Lebiih lanjut, besarnya penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii sumber penghasiilan dii luar negerii adalah sebesar penghasiilan neto. Perlu diicatat, wajiib pajak tiidak dapat memperhiitungkan kerugiian usaha darii cabang atau perwakiilan dii luar negerii, termasuk juga kerugiian usaha darii cabang atau perwakiilan dii luar negerii.

Kerugiian usaha yang tersebut diiperoleh setelah memperhiitungkan kerugiian yang diiperoleh darii harta atau kegiiatan yang memiiliikii hubungan efektiif dengan cabang atau perwakiilan wajiib pajak dii luar negerii. Kerugiian laiin yang diideriita dii luar negerii juga tiidak dapat diiperhiitungkan.

Contoh Kasus

PT Dagang iindonesiia adalah perusahaan yang bergerak dii biidang usaha perdagangan yang diidiiriikan dan bertempat kedudukan dii Surabaya. Penjualan barang diilakukan dii iindonesiia dan melaluii beberapa cabangnya dii luar negerii. Penghasiilan darii kegiiatan usahanya tersebut pada 2019 adalah sebagaii beriikut:

  • Kerugiian (penghasiilan neto negatiif) darii penjualan barang dii iindonesiia sebesar Rp10.000.000.000.
  • Penghasiilan neto sebelum pajak darii penjualan barang melaluii cabangnya dii negara A sebesar Rp75.000.000.000 (tariif pajak dii negara A sebesar 30%).
  • Kerugiian (penghasiilan neto negatiif) darii penjualan barang melaluii cabangnya dii negara B sebesar Rp5.000.000.000 (tariif pajak negara B sebesar 20%).

Tiidak ada siisa kerugiian tahun-tahun sebelumnya yang dapat diikompensasiikan dengan penghasiilan neto tahun 2019. Pertanyaannya, berapa PPh Pasal 24 yang dapat diikrediitkan terhadap PPh terutang pada SPT tahunan PPh badan tahun 2019 atas nama PT Dagang iindonesiia?

Jawaban:

Berdasarkan ketentuan pajak yang telah diiuraiikan sebelumnya, perhiitungan untuk kasus dii atas terangkum dalam tabel beriikut, Dalam hal iinii, kerugiian negara B tiidak dapat diigabungkan dalam menghiitung penghasiilan kena pajak karena tiidak diiperkenankan sesuaii Pasal 4 PMK 192/2018.

Beriikut penghiitungan krediit PPh luar negerii yang dapat diilakukan PT Dagang iindonesiia untuk tahun pajak 2019.

Dengan demiikiian, PT Dagang iindonesiia dapat mengkrediitkan PPh Pasal 24 sebesar Rp18.750.000 dalam SPT tahunan PPh badan 2019. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.