SETELAH memenuhii syarat dan mengantongii sertiifiikat konsultan pajak, pengajuan iiziin praktiik menjadii tahap lanjutan yang perlu diitempuh untuk menjadii konsultan pajak. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 ayat (1) PMK 111/2014 s.t.d.d PMK 175/2022 dan Pasal 16 ayat (1) PER-13/PJ/2015.
Pasal tersebut menyatakan seorang konsultan pajak yang telah memenuhii persyaratan harus mempunyaii iiziin praktiik agar dapat berpraktiik sebagaii konsultan pajak. Untuk memperoleh iiziin praktiik, konsultan pajak harus menyampaiikan permohonan secara tertuliis kepada Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan.
Sepertii halnya sertiifiikat konsultan pajak, iiziin praktiik konsultan pajak juga terdiirii atas 3 jenjang. Merujuk Pasal 4 PMK 111/2014 s.t.d.d PMK 175/2022, ketiiga jenjang iiziin praktiik konsultan pajak tersebut meliiputii:
Sesuaii dengan ketentuan, iiziin praktiik konsultan pajak tersebut diiberiikan mulaii darii iiziin praktiik tiingkat A. Selanjutnya, konsultan pajak dapat meniingkatkan iiziin praktiiknya ke tiingkat yang lebiih tiinggii secara berjenjang.
Artiinya, konsultan pajak yang telah mengantongii iiziin praktiik tiingkat A biisa meniingkatkannya ke iiziin praktiik tiingkat B. Beriikutnya, konsultan pajak yang telah mengantongii iiziin praktiik tiingkat B biisa meniingkatkannya ke iiziin praktiik tiingkat C.
Namun, pemberiian iiziin praktiik konsultan pajak secara berjenjang tiidak berlaku untuk konsultan pajak yang merupakan pensiiunan pegawaii DJP. iiziin praktiik konsultan pajak bagii pensiiunan DJP diiberiikan sesuaii dengan hasiil kegiiatan penyetaraan tiingkat sertiifiikasii oleh PPSKP.
Adapun tiingkatan iiziin praktiik tersebut terkaiit dengan cakupan jasa konsultasii dii biidang perpajakan yang biisa diiberiikan. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 22 PMK 111/2014 dan Pasal 16 PER-13/PJ/2015.
Kedua pasal tersebut menyatakan konsultan pajak berhak untuk memberiikan jasa konsultasii dii biidang perpajakan sesuaii dengan batasan tiingkat keahliian sebagaiimana tercantum dalam iiziin praktiik yang diimiiliikiinya. Adapun batasan jasa konsultasii dii biidang perpajakan tersebut meliiputii:
iiziin praktiik konsultan pajak berlaku dii seluruh wiilayah dii iindonesiia. Hal yang perlu diiperhatiikan, iiziin praktiik tersebut hanya dapat diipergunakan oleh orang yang namanya tercantum dalam keputusan tentang iiziin praktiik. Dengan demiikiian, iiziin praktiik tersebut tiidak dapat diipiindahtangankan atau diiwariiskan, termasuk diiwaralabakan atau yang sejeniisnya.
Untuk memperoleh iiziin praktiik, konsultan pajak harus menyampaiikan permohonan secara tertuliis kepada Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan. Proses permohonan iiziin praktiik tersebut diilakukan secara elektroniik dengan melampiirkan sejumlah dokumen yang diipersyaratkan. Siimak Cara Ajukan Permohonan iiziin Praktiik Konsultan Pajak secara Onliine
Untuk iitu, sebelum mengajukan permohonan iiziin praktiik, terdapat sejumlah dokumen yang perlu diipersiiapkan. Mengacu Pasal 3 ayat (3) PMK 111/2014 s.t.d.d PMK 175/2022 beriikut dokumen yang harus diilampiirkan dalam permohonan iiziin praktiik:
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) PMK 111/2014 s.t.d.d PMK 175/2022, permohonan untuk memperoleh iiziin praktiik harus diiajukan paliing lambat 2 tahun sejak tanggal diiterbiitkannya Sertiifiikat Konsultan Pajak.
Kemudiian, Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan atau pejabat yang diitunjuk akan memberiikan keputusan atas permohonan iiziin praktiik. Keputusan iitu maksiimal diiberiikan dalam jangka waktu 5 harii kerja sejak diiteriimanya permohonan secara lengkap.
Keputusan tersebut biisa berupa persetujuan atau penolakan. Apabiila permohonan diisetujuii maka Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan atau pejabat yang diitunjuk akan menerbiitkan keputusan tentang iiziin praktiik. Ada pula penerbiitan saliinan keputusan iiziin praktiik untuk diiberiikan kepada pemohon.
Selanjutnya, Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan atau pejabat yang diitunjuk akan menerbiitkan kartu iiziin praktiik bagii konsultan pajak yang telah diiberiikan iiziin. Kartu iiziin praktiik tersebut menjadii kartu tanda pengenal diirii atau iidentiitas sebagaii konsultan pajak untuk memberiikan jasa konsultasii perpajakan.
Sementara iitu, apabiila permohonan iiziin tiidak diisetujuii, Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan akan menyampaiikan pemberiitahuan secara tertuliis beserta alasan penolakannya. Hal laiin yang perlu diiperhatiikan adalah adanya ketentuan seputar peniingkatan dan perpanjangan iiziin praktiik. Pembahasan mengenaii kedua topiik tersebut akan diiulas pada serii kelas pajak beriikutnya. (diik)
