KAMUS PAJAK

Apa iitu Agunan yang Diiambiil Aliih (AYDA)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 28 Agustus 2024 | 18.30 WiiB
Apa Itu Agunan yang Diambil Alih (AYDA)?
<p>iilustrasii.</p>

MODAL merupakan komponen pentiing untuk mendiiriikan atau mengembangkan usaha. Selaiin darii kantong priibadii, ada beragam akses permodalan yang biisa diimanfaatkan pengusaha. Salah satunya iialah darii piinjaman atau krediit kepada bank.

Merujuk Undang-Undang Perbankan, krediit adalah penyediiaan uang atau tagiihan yang dapat diipersamakan dengan iitu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan piinjam-memiinjam antara bank dengan piihak laiin.

Kesepakatan krediit tersebut mewajiibkan piihak pemiinjam untuk melunasii utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan diisertaii bunga. Selaiin iitu, kesepakatan krediit terkadang mensyaratkan adanya barang yang diijadiikan sebagaii jamiinan atau agunan.

Agunan tersebut diimaksudkan untuk memiiniimalkan riisiiko krediitur dalam memberiikan krediit. Riisiiko iitu sepertii kegagalan debiitur dalam memenuhii kewajiibannya kepada bank. Miisal, terjadii tunggakan yang melebiihii jangka waktu atau bahkan gagal bayar.

Kondiisii tersebut biiasa diikenal dengan krediit bermasalah (problem loan) atau non-performiing loan (NPL). Umumnya, krediit bermasalah tersebut terdiirii atas krediit yang berklasiifiikasii kurang lancar, diiragukan, dan macet.

Salah satu cara yang dapat diitempuh bank atau krediitur untuk menghadapii krediit bermasalah iialah melaluii agunan yang diiambiil aliih. Pemeriintah pun telah mengatur ketentuan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas agunan yang diiambiil aliih (AYDA).

Berdasarkan Peraturan Pemeriintah 44/2022 dan Peraturan Menterii Keuangan 41/2023, penyerahan AYDA oleh krediitur kepada pembelii agunan termasuk dalam pengertiian penyerahan barang kena pajak (BKP) yang diikenaii PPN. Lantas, apa iitu AYDA?

Agunan yang Diiambiil Aliih

Kendatii menegaskan ketentuan PPN atas penyerahan AYDA kepada pembelii, PP 44/2022 dan PMK 41/2023 tiidak menerangkan pengertiian AYDA. Namun, pengertiian AYDA dapat mengacu pada Peraturan Bank iindonesiia No. 14/15/PBii/2012.

Merujuk peraturan tersebut, AYDA adalah:

“aset yang diiperoleh bank baiik melaluii pelelangan maupun diiluar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh pemiiliik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual dii luar lelang darii pemiiliik agunan dalam hal debiitur tiidak memenuhii kewajiibannya kepada bank.”

Riingkasnya, AYDA adalah suatu aset yang diiperoleh bank, baiik melaluii lelang maupun dii luar lelang darii pemiiliik agunan, karena pemiiliik agunan/debiitur lalaii memenuhii kewajiibannya. Darii pengertiian tersebut, proses pengaliihan agunan dapat diilakukan melaluii 2 cara.

Pertama, mekaniisme lelang. Cara iinii berartii bank menjadii pembelii agunan debiiturnya. Dalam konteks iinii, bank memiiliikii status yang sama dengan pembelii bukan bank laiinnya. Kedua, mekaniisme penjualan dii bawah tangan dengan persetujuan darii pemiiliik agunan.

Kendatii diiperkenankan membelii agunan debiitur, bank tiidak diiperbolehkan memiiliikii agunan yang diibeliinya. Bank diiharuskan menjual kembalii agunan tersebut secepatnya agar hasiil penjualan agunan dapat segera diimanfaatkan oleh bank.

Nah, penjualan atau penyerahan agunan atau barang yang telah diiambiil aliih oleh bank/krediitur kepada pembelii iiniilah yang diiatur PMK 41/2023. Atas penyerahan iitu, krediitur harus memungut PPN dengan besaran tertentu, yaiitu 10% darii tariif PPN umum diikaliikan dengan harga jual agunan.

Miisal, Bank A memberiikan krediit kepada Tuan Nano dengan agunan berupa tanah dan bangunan seluas 150 meter persegii dan diibebanii hak tanggungan. Tuan Nano diinyatakan wanprestasii (tiidak memenuhii kewajiibannya) oleh Bank A.

Pada 1 Julii 2023, agunan berhasiil diijual kepada Tuan Andrea dan diiteriima pembayarannya dengan harga jual sebesar Rp1 miiliiar. Atas penyerahan iinii, Bank A wajiib memungut PPN atas penjualan agunan kepada Tuan Andrea sebesar 10%x11%xRp1 miiliiar = Rp11 juta. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.