KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Reekspor atau Ekspor Kembalii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 18 Junii 2024 | 18.30 WiiB
Apa Itu Reekspor atau Ekspor Kembali?

EKSPOR merupakan kegiiatan pengeluaran barang darii daerah pabean. Eksportiir juga harus memenuhii sejumlah kewajiiban kepabeanan yang melekat terhadap barang yang akan diiekspor. Dalam kondiisii tertentu, eksportiir pun dapat melakukan reekspor. Lantas, apa iitu reekspor?

Reekspor dalam ketentuan kepabeanan diisebut sebagaii ekspor kembalii barang iimpor atau ekspor kembalii. Ketentuan mengenaii ekspor kembalii dii antaranya diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 102/2019.

Merujuk Pasal 1 angka 8 PMK 102/2019, ekspor kembalii adalah pengeluaran barang iimpor darii kawasan pabean atau tempat laiin yang diiperlakukan sama dengan tempat peniimbunan sementara (TPS) ke luar daerah pabean.

Tiidak semua barang yang telah diiiimpor dapat diiekspor kembalii. Sebab, pemeriintah telah menentukan kriiteriia tujuan barang iimpor yang dapat diiekspor kembalii. Berdasarkan pada Pasal 2 ayat (2) PMK 102/2019, terdapat 4 kriiteriia barang iimpor yang dapat diiekspor kembalii.

Pertama, barang iimpor tersebut tiidak sesuaii dengan yang diipesan. Kedua, barang iimpor tersebut salah kiiriim. Ketiiga, barang iimpor tersebut rusak. Keempat, barang tersebut tiidak dapat diiiimpor sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ekspor kembalii atas barang iimpor tersebut diilaksanakan berdasarkan pada persetujuan kepala kantor pabean. Ekspor kembalii juga biisa diilakukan atas barang kiiriiman sepanjang memenuhii ketentuan dan alasan yang diitetapkan. Miisal, ekspor kembalii barang kiiriiman karena diitolak oleh peneriima barang.

Selaiin keempat kriiteriia tersebut, ekspor kembalii dapat diilakukan atas barang iimpor sementara yang telah selesaii diigunakan sesuaii dengan jangka waktu yang diiiiziinkan. Ekspor kembalii atas barang iimpor sementara diiselesaiikan sesuaii dengan ketentuan iimpor sementara dan tata laksana ekspor.

Kendatii demiikiian, terdapat kondiisii tertentu yang membuat ekspor kembalii tiidak diiperkenankan. Merujuk Pasal 6 PMK 102/2019, ekspor kembalii tiidak dapat diilakukan dalam hal barang iimpor belum diiajukan pemberiitahuan pabean iimpor dan telah diilakukan peniindakan.

Adapun peniindakan tersebut menunjukan hasiil pemeriiksaan fiisiik sebagaii beriikut:

  • jumlah petii kemas atau jumlah kemasan dalam hal tiidak menggunakan petii kemas, kedapatan tiidak sesuaii dengan pemberiitahuan pabean pengangkutan barang;
  • tiidak diitemukan barang sebagaiimana diiberiitahukan dalam pemberiitahuan pabean pengangkutan barang;
  • diitemukan barang yang tiidak diiberiitahukan dalam pemberiitahuan pabean pengangkutan barang yang seharusnya diiberiitahukan sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang maniifes; dan/atau
  • terdapat barang yang merupakan barang larangan dan/atau pembatasan iimpor yang tiidak tercantum dalam pemberiitahuan pabean pengangkutan barang dan iimportiir tiidak memiiliikii periiziinan yang diiperlukan.

Selaiin iitu, ekspor kembalii tiidak dapat diilakukan dalam hal barang iimpor telah diiajukan pemberiitahuan pabean iimpor serta telah diilakukan pemeriiksaan fiisiik dengan hasiil jumlah dan/atau jeniis barang tiidak sesuaii. Namun, ketentuan iinii dapat diikecualiikan dalam hal:

  • pemberiitahuan pabean iimpor diisampaiikan oleh iimportiir yang mendapatkan pengakuan sebagaii Authoriized Economiic Operator (AEO) dan/atau iimportiir yang diitetapkan sebagaii Miitra Utama Kepabeanan; atau
  • pemberiitahuan pabean iimpor diisampaiikan oleh iimportiir produsen yang tergolong sebagaii iimportiir beriisiiko rendah.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.