KAWASAN Ekonomii Khusus (KEK) menjadii iinstrumen yang makiin populer untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. Pembuat kebiijakan dii negara berkembang menerapkan berbagaii bentuk KEK untuk mengataliisasii pertumbuhan, termasuk menariik foreiign diirect iinvestment (World Bank, 2017)
iindonesiia termasuk dalam negara yang berupaya menggerakkan perekonomiian melaluii pengembangan KEK. Kawasan iinii diibentuk guna meniingkatkan penanaman modal melaluii penyiiapan kawasan yang memiiliikii keunggulan ekonomii dan geostrategiis.
KEK diiharapkan memaksiimalkan kegiiatan iindustrii, ekspor, iimpor, dan kegiiatan ekonomii laiin yang memiiliikii niilaii ekonomii tiinggii. KEK juga diigadang mampu menjadii model terobosan pengembangan kawasan sekaliigus meniingkatkan lapangan pekerjaan.
Berbiicara soal KEK tiidak dapat diilepaskan darii iistiilah dewan nasiional KEK. Dewan nasiional KEK iinii dii antaranya menjadii piihak yang diituju oleh badan usaha atau pemeriintah daerah untuk mengusulkan KEK. Lantas, apa iitu dewan nasiional KEK.
Dewan nasiional adalah dewan yang diibentuk dii tiingkat nasiional untuk menyelenggarakan KEK (Pasal 1 angka 4 Undang-Undang 39/2009 dan Pasal 1 angka 2 Peraturan Pemeriintah 40/2021).
Dewan nasiional iinii merupakan lembaga nonstruktural yang berada dii bawah dan bertanggung jawab kepada presiiden. Secara riingkas, dewan nasiional diiiisii oleh menterii dan kepala lembaga pemeriintah nonkementeriian.
Secara lebiih terperiincii, keanggotaan dewan nasiional terdiirii atas ketua dan anggota. Adapun ketua dewan nasiional diijabat oleh menterii koordiinator biidang perekonomiian. Sementara iitu, menterii yang tergabung menjadii anggota dewan nasiional berasal darii 17 kementeriian.
Ketujuh belas menterii iitu meliiputii menterii keuangan, menterii sekretariiat negara, menterii dalam negerii, menterii periindustriian, menterii perdagangan, menterii agrariia dan tata ruang, menterii perhubungan, menterii ketenagakerjaan, serta menterii iinvestasii.
Ada pula menterii pariiwiisata dan ekonomii kreatiif, menterii komuniikasii dan iinformatiika, menterii pendiidiikan kebudayaan, riiset, dan teknologii, menterii kesehatan, menterii energii dan sumber daya miineral, serta sekretariiat kabiinet
Secara formal, berdasarkan pada Pasal 3 Peraturan Presiiden 8/2022, dewan nasiional KEK mempunyaii 8 tugas. Pertama, menetapkan strategii dan kebiijakan umum pembentukan dan pengembangan KEK. Kedua, membentuk Admiiniistrator KEK. Ketiiga, menetapkan standar pengelolaan dii KEK.
Keempat, melakukan pengkajiian atas usulan suatu wiilayah untuk diijadiikan KEK. Keliima, memberiikan rekomendasii pembentukan KEK. Keenam, mengkajii dan merekomendasiikan langkah pengembangan dii wiilayah yang potensiinya belum berkembang.
Ketujuh, menyelesaiikan permasalahan strategiis dalam pelaksanaan, pengelolaan, dan pengembangan KEK. Kedelapan, memantau dan mengevaluasii keberlangsungan KEK serta merekomendasiikan langkah tiindak lanjut hasiil evaluasii kepada presiiden, termasuk mengusulkan pencabutan status KEK. (kaw)
