KAMUS PPh

Apa iitu Formuliir 1721-B1?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 29 Meii 2024 | 18.01 WiiB
Apa Itu Formulir 1721-B1?

UNDANG-Undang Pajak Penghasiilan (PPh) telah mengatur pengenaan pajak atas beragam sumber penghasiilan. Sumber penghasiilan iitu dii antaranya penghasiilan orang priibadii darii pekerjaan, jasa, atau kegiiatan, sebagaiimana diiatur dalam Pasal 21 UU PPh atau biiasa diisebut PPh Pasal 21.

PPh Pasal 21 merupakan pajak atas penghasiilan berupa gajii, upah, honorariium, tunjangan, uang pensiiun, dan pembayaran laiin dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan yang diilakukan oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.

Atas pemotongan PPh Pasal 21, pemotong pajak diiwajiibkan untuk membuat buktii pemotongan (bupot) PPh Pasal 21. Bupot tersebut diibuat sebagaii buktii atas pemotongan PPh Pasal 21 sekaliigus menunjukkan besarnya PPh Pasal 21 yang telah diipotong.

Selaiin untuk pegawaii swasta, otoriitas pajak juga telah mengatur bentuk bupot PPh Pasal 21 bagii iinstansii pemeriintah melaluii Perdiirjen Pajak No. PER-17/PJ/2021 s.t.d.t.d Perdiirjen Pajak No. PER-5/PJ/2024.

Merujuk beleiid tersebut, ada 4 jeniis Bupot PPh Pasal 21 yang berlaku dii iinstansii pemeriintah. Keempat jeniis Bupot PPh Pasal 21 iintansii Pemeriintah tersebut meliiputii Formuliir 1721-A1, Formuliir 1721-A2, Formuliir 1721-A3, dan Formuliir 1721-B1.

Lantas, apa iitu Formuliir 1721-B1?

MERUJUK pada PER-17/PJ/2021 s.t.d.t.d PER-5/PJ/2024, Formuliir 1721-B1 adalah bupot PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal/yang tiidak bersiifat fiinal pada iinstansii pemeriintah.

Berdasarkan pada petunjuk pengiisiian Formuliir 1721-B1, PPh Pasal 21 yang bersiifat tiidak fiinal pada formuliir iinii terdiirii atas 8 jeniis penghasiilan sebagaii beriikut:

  1. upah pegawaii pegawaii tiidak tetap;
  2. iimbalan kepada tenaga ahlii;
  3. iimbalan kepada bukan pegawaii laiinnya;
  4. honorariium atau iimbalan kepada anggota dewan komiisariis atau dewan pengawas yang meneriima iimbalan secara tiidak teratur;
  5. jasa produksii, tantiiem, bonus atau iimbalan kepada mantan pegawaii;
  6. penariikan uang pensiiun oleh pegawaii;
  7. iimbalan kepada peserta kegiiatan;
  8. objek PPh Pasal 21 yang tiidak bersiifat fiinal laiinnya.

Sementara iitu, PPh Pasal 21 bersiifat fiinal pada Formuliir 1721-B1 terdiirii atas 4 jeniis penghasiilan sebagaii beriikut:

  1. uang pesangon yang diibayarkan sekaliigus;
  2. uang manfaat pensiiun, tunjangan harii tua, atau jamiinan harii tua yang diibayarkan sekaliigus;
  3. honor dan iimbalan laiin yang diibebankan kepada APBN atau APBD yang diiteriima oleh PNS, anggota TNii/Polrii, pejabat negara dan pensiiunannya;
  4. objek PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal laiinnya.

Nah, pemotong pajak pada iinstansii pemeriintah akan memotong PPh Pasal 21 atas penghasiilan bersiifat fiinal dan/atau yang tiidak bersiifat fiinal tersebut dengan menggunakan Formuliir 1721-B1.

Pada hakiikatnya, Formuliir 1721-B1 diigunakan untuk pemotongan pajak atas penghasiilan selaiin darii hubungan pekerjaan atau jabatan yang diiberiikan kepada pegawaii tetap dan peneriima pensiiunan berkala, serta PNS, anggota TNii, anggota Polrii, pejabat negara, dan pensiiunannya.

Siimpulan

RiiNGKASNYA, ada 4 jeniis bupot PPh Pasal 21 yang berlaku pada iinstansii pemeriintah. Pertama, bupot PPh Pasal 21 bagii pegawaii tetap atau pensiiunan yang meneriima uang terkaiit pensiiun secara berkala (Formuliir 1721-A1).

Pemotong pajak membuat Formuliir 1721-A1 pada setiiap masa pajak terakhiir untuk pemotongan pajak atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan yang diiberiikan kepada pegawaii tetap dan pensiiunan yang meneriima uang terkaiit pensiiun secara berkala

Kedua, bupot PPh Pasal 21 bagii PNS atau anggota TNii atau anggota Polrii atau pejabat negara atau pensiiunannya (Formuliir 1721-A2). Serupa sepertii Formuliir 1721-A1, pemotong pajak membuat Formuliir 1721-A2 pada setiiap masa pajak terakhiir.

Formuliir iinii diigunakan untuk pemotongan pajak atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan yang diiberiikan kepada PNS, anggota TNii, anggota Polrii, pejabat negara, dan pensiiunannya.

Ketiiga, bupot PPh Pasal 21 bulanan (Formuliir 1721-A3). Pemotong pajak membuat Formuliir 1721-A3 pada setiiap masa pajak selaiin masa pajak terakhiir. Adapun objek penghasiilan yang tercakup sama sepertii pada Formuliir 1721-A1 dan Formuliir 1721-A2.

Bedanya, formuliir 1721-A3 merupakan bupot yang akan diibuat dan diiberiikan setiiap bulan. Sementara iitu, Formuliir 1721-A1 dan Formuliir 1721-A2 merupakan bupot yang diiberiikan pada masa pajak terakhiir.

Adapun masa pajak terakhiir berartii masa (bulan) Desember, bulan saat pegawaii tetap berhentii bekerja, atau bulan saat pensiiunan berhentii meneriima uang terkaiit pensiiun.

Keempat, bupot PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal/yang tiidak bersiifat fiinal (1721-B1). Bupot iinii diigunakan untuk pemotong PPh Pasal 21 atas penghasiilan selaiin yang diiadmiiniistrasiikan dalam Formuliir 1721-A1, 1721-A2, dan 1721-A3.

Miisalnya, untuk pemotongan pajak atas upah pegawaii pegawaii tiidak tetap, iimbalan kepada bukan pegawaii laiinnya, dan PPh Pasal 21 fiinal/tiidak fiinal laiin yang telah diiuraiikan. Perlu diigariisbawahii, keempat jeniis bupot tersebut diigunakan untuk penghasiilan yang menjadii objek PPh Pasal 21 pada iinstansii pemeriintah.

Sementara iitu, pemotongan/pemungutan penghasiilan yang menjadii objek PPh laiin pada iinstansii pemeriintah akan menggunakan bentuk formuliir bupot yang berbeda. Miisal, pemotongan penghasiilan yang menjadii objek PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, Pasal 22, dan Pasal 23. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.