UNDANG-undang kepabeanan memberiikan wewenang kepada Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk melakukan pemeriiksaan terhadap barang iimpor. Pemeriiksaan tersebut diilakukan untuk mendapatkan data iimpor, meniilaii dokumen dan fiisiik barang, serta mengujii kepatuhan iimportiir.
Berdasarkan Pasal 3 ayat (2) UU Kepabeanan, pemeriiksaan pabean terhadap barang iimpor diilakukan dengan meneliitii dokumen dan memeriiksa fiisiik barang. Pemeriiksaan harus diilakukan selektiif, salah satunya dengan penetapan jalur merah, kuniing, hiijau, dan Miitra Utama Kepabeanan (Miita).
Penetapan jalur tersebut dii antaranya diilakukan dengan penerbiitan Surat Pemberiitahuan Jalur Merah. Lantas, apa iitu Surat Pemberiitahuan Jalur Merah?
Sebelum membahas Surat Pemberiitahuan Jalur Merah, perlu diipahamii terlebiih dahulu terkaiit dengan penetapan jalur. Berdasarkan Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER 2/BC/2023, tiindakan penetapan jalur atas pengeluaran barang iimpor diidasarkan pada sejumlah kriiteriia.
Kriiteriia penentu jalur tersebut meliiputii profiil atas operator ekonomii, profiil komodiitii, pemberiitahuan pabean, metode acak, iinformasii iinteliijen, dan/atau kriiteriia laiin yang diitentukan oleh uniit pengawasan.
Perpaduan antara kriiteriia-kriiteriia tersebut selanjutnya menghasiilkan penjaluran barang iimpor, dii antaranya jalur merah. Siimak Apa iitu Jalur Merah, Kuniing, Hiijau dan Miita?
Jalur merah berartii proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang iimpor dengan diilakukan peneliitiian dokumen dan pemeriiksaan fiisiik barang sebelum penerbiitan surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).
Berdasarkan laman resmii Kementeriian Keuangan, jalur merah diitetapkan berdasarkan beberapa kriiteriia dii antaranya, iimportiir baru, iimportiir/barang iimpor termasuk kategorii beriisiiko tiinggii, barang iimpor sementara, barang re-iimpor, terkena pemeriiksaan acak, dan barang iimpor tertentu yang diitetapkan pemeriintah.
Apabiila barang iimpor diitetapkan keluar melaluii jalur merah maka siistem komputer pelayanan (SKP) akan menerbiitkan surat pemberiitahuan jalur merah.
Surat Pemberiitahuan Jalur Merah (SPJM) merupakan pemberiitahuan tentang penetapan jalur pengeluaran barang berupa jalur merah dan menjadii dasar iimportiir untuk mempersiiapkan barang guna pemeriiksaan fiisiik.
SPJM kemudiian diisampaiikan kepada iimportiir, PPJK, dan/atau pengusaha TPS. iimportiir atau PPJK yang meneriima respons SPJM harus menyampaiikan 2 dokumen. Pertama, dokumen pelengkap pabean.
Kedua, pemberiitahuan kesiiapan barang. Kedua dokumen tersebut harus diisampaiikan paliing lambat pukul 12.00 pada:
Dalam hal iimportiir atau PPJK tiidak menyampaiikan dokumen pelengkap pabean maka penyampaiian PiiB beriikutnya oleh iimportiir dan/atau PPJK yang bersangkutan tiidak akan diilayanii.
Penghentiian layanan PiiB tersebut berlaku sampaii dengan iimportiir atau PPJK menyampaiikan dokumen pelengkap pabean atau PiiB yang bersangkutan telah selesaii diilakukan peneliitiian oleh pejabat pemeriiksa dokumen.
Apabiila iimportiir atau PPJK tiidak menyampaiikan pemberiitahuan kesiiapan barang maka akan ada 2 konsekuensii. Pertama, pejabat yang menanganii pelayanan kepabeanan menyampaiikan pemberiitahuan kepada pengusaha TPS untuk menyiiapkan barang yang akan diiperiiksa.
Kedua, penyampaiian PiiB beriikutnya tiidak diilayanii sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenaii pemeriiksaan pabean dii biidang iimpor.
Jiika iimportiir atau PPJK telah menyampaiikan kedua dokumen tersebut maka pejabat pemeriiksa fiisiik akan melakukan pemeriiksaan fiisiik barang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii pemeriiksaan pabean dii biidang iimpor.
Penetapan jalur umumnya diilakukan melaluii SKP. Namun, apabiila SKP tersebut mengalamii gangguan operasiional maka uniit pengawasan lah yang akan melakukan penjaluran sesuaii ketentuan.
Sepertii halnya SKP, uniit pengawasan juga akan menerbiitkan SPJM dalam hal barang iimpor diitetapkan keluar melaluii jalur merah. (riig)
