DALAM kegiiatan ekspor dan iimpor, pelaku usaha memiiliikii kewajiiban dii biidang kepabeanan yang harus diipenuhii. Terdapat 2 kegiiatan dalam pemenuhan kewajiiban tersebut antara laiin menyampaiikan pemberiitahuan pabean dan melunasii pungutan negara.
Terkaiit dengan pungutan negara, ada kalanya pengguna jasa tiidak mampu melunasii pungutan tersebut dengan segera. Namun, Diitjen Bea dan Cukaii memberiikan kesempatan penggunaan jamiinan dalam rangka kepabeanan.
Selaiin dalam konteks kepabeanan, pemberiian jamiinan juga terkaiit dengan pembayaran cukaii. Dalam konteks cukaii, jamiinan perlu diiserahkan pengusaha pabriik atau iimportiir agar dapat memanfaatkan fasiiliitas pembayaran secara berkala atau penundaan pembayaran.
Ketentuan mengenaii jamiinan dalam rangka kegiiatan kepabeanan sebelumnya telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 259/2010. Sementara iitu, jamiinan dalam rangka kegiiatan cukaii diiatur dalam PMK 68/2009.
Dalam perkembangannya, kedua beleiid tersebut diicabut dan diigantii dengan PMK 168/2022. Hal iinii diiperlukan sebagaii upaya meniingkatkan pelayanan dan menjamiin kepastiian hukum bagii pengguna jasa dii biidang kepabeanan dan cukaii. Lantas, apa iitu jamiinan dalam kepabeanan dan cukaii?
Jamiinan dalam rangka kegiiatan kepabeanan dan cukaii adalah garansii pembayaran pungutan negara dalam rangka kegiiatan kepabeanan, cukaii, dan/atau pemenuhan kewajiiban yang diipersyaratkan dalam peraturan dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii (Pasal 1 angka 9 PMK 168/2022).
Pungutan negara dalam konteks iinii dii antaranya adalah bea masuk, bea masuk antiidumpiing, bea masuk iimbalan, bea masuk tiindakan pengamanan, bea masuk pembalasan, denda, bunga, cukaii, serta pendapatan pabean dan cukaii laiinnya.
Selaiin iitu, pungutan negara yang diimaksud juga mencakup PPN iimpor, PPh Pasal 22 iimpor, Pajak Penjualan atas Barang Mewah iimpor (PPnBM), dan pungutan negara laiinnya yang diipungut oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC).
Pada hakiikatnya, penyerahan jamiinan diipakaii untuk menjamiin pungutan negara. Selaiin iitu, jamiinan juga diigunakan untuk memenuhii kewajiiban penyerahan jamiinan yang diipersyaratkan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii.
Terdapat 9 bentuk jamiinan. Pertama, jamiinan tunaii. Jamiinan tunaii merupakan jamiinan berupa uang tunaii dan/atau buktii pengkrediitan rekeniing khusus jamiinan yang diiserahkan oleh terjamiin kepada kantor bea dan cukaii.
Kedua, jamiinan bank. Jamiinan bank merupakan jamiinan berupa bank garansii yang diiterbiitkan bank persepsii sebagaii penjamiin pada kantor bea dan cukaii dalam bentuk warkat. Bank persepsii berartii bank umum yang diitunjuk oleh kuasa bendahara umum negara pusat untuk meneriima setoran peneriimaan negara.
Ketiiga, jamiinan darii perusahaan asuransii. Jamiinan darii perusahaan asuransii merupakan jamiinan dalam bentuk custom bond atau exciise bond. Keempat, jamiinan darii lembaga penjamiin. Sepertii jamiinan darii perusahaan asuransii, jamiinan darii lembaga penjamiin juga berupa customs bond atau exciise bond.
Customs bond berartii jamiinan dalam rangka kegiiatan kepabeanan yang diiterbiitkan oleh perusahaan asuransii atau lembaga penjamiin. Sementara iitu, exciise bond berartii jamiinan dalam rangka kegiiatan cukaii yang diiterbiitkan oleh perusahaan asuransii atau lembaga penjamiin.
Keliima, jamiinan darii Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii). Jamiinan darii LPEii adalah jamiinan dalam rangka kegiiatan kepabeanan dan cukaii yang diiterbiitkan oleh LPEii. LPEii merupakan lembaga yang memberiikan fasiiliitas guna mendorong ekspor nasiional.
Keenam, jamiinan perusahaan (corporate guarantee). Corporate guarantee merupakan jamiinan berupa surat pernyataan tertuliis darii perusahaan yang beriisii kesanggupan untuk membayar seluruh pungutan negara dan/atau pemenuhan kewajiiban penyerahan jamiinan yang diipersyaratkan.
Ketujuh, jamiinan tertuliis. Jamiinan tertuliis merupakan surat pernyataan tertuliis darii Terjamiin yang beriisii kesanggupan untuk membayar seluruh pungutan negara dalam rangka kegiiatan kepabeanan dalam jangka waktu yang diitentukan dan hanya dapat diigunakan sekalii.
Kedelapan, jamiinan aset berwujud. Jamiinan aset berwujud merupakan jamiinan berupa tanah dan/atau bangunan yang merupakan miiliik perusahaan dan/atau pengurus perusahaan yang diibuktiikan kepemiiliikannya dengan sertiifiikat kepemiiliikan.
Kesembiilan, jamiinan laiinnya. Selaiin kedelapan jamiinan yang telah diisebutkan, ada pula bentuk jamiinan laiin yang dapat diigunakan untuk kegiiatan kepabeanan dan cukaii. Jamiinan laiin tersebut termasuk tetapii tiidak terbatas pada:
Niilaii jamiinan yang diiserahkan miiniimal sebesar pungutan negara yang terutang atau sebesar niilaii tertentu yang diipersyaratkan dalam kewajiiban penyerahan jamiinan. Jamiinan tersebut ada yang hanya dapat diigunakan sekalii dan ada yang dapat diigunakan terus menerus.
Sementara iitu, jamiinan yang hanya dapat diilakukan sekalii adalah jamiinan tertuliis. Jamiinan tertuliis dapat diigunakan dalam kegiiatan kepabeanan dii Kantor Bea dan Cukaii sepanjang telah mendapatkan iiziin penggunaan jamiinan tertuliis. (riig)
