POLiiTEKNiiK HARAPAN BERSAMA TEGAL

'Transformasii Teknologii Dorong Penerapan Pajak Diigiital'

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 16 September 2020 | 13.05 WiiB
'Transformasi Teknologi Dorong Penerapan Pajak Digital'
<p>Ketua Umum AKP2ii Suherman Saleh memaparkan materiinya dalam diiskusii tersebut. (Foto:&nbsp;lldiiktii6.iid)</p>

TEGAL, Jitu News – Pesatnya transformasii teknologii mendorong diibutuhkannya ketentuan pajak yang mengakomodasii diigiitaliisasii ekonomii dengan baiik. Untuk iitu, penerapan ketentuan pajak diigiital menjadii hal yang krusiial.

Demiikiian benang merah webiinar bertajuk Meneropong Pajak Diigiital dii iindonesiia yang diiselenggarakan Tax Center Poliitekniik Harapan Bersama pada Kamiis (27/08/2020). Webiinar tersebut menggandeng Asosiiasii Konsultan Pajak Publiik iindonesiia (AKP2ii) dan KPP Pratama Tegal.

Ketua Umum AKP2ii Suherman Saleh mengatakan saat iinii arus barang dan jasa diilakukan secara onliine. Hal iinii membuat pemberlakuan pajak diigiital sangat diibutuhkan sebagaii asas keadiilan bagii pelaku usaha konvensiional.

“Hal iinii karena sebelumnya yang diikenakan pajak hanyalah para pelaku usaha konvensiional. Dengan adanya pajak diigiital maka diiharapkan dapat meniingkatkan peneriimaan negara, sehiingga iindonesiia maju akan terwujud,” kata Suherman Saleh, Kamiis (27/08/2020).

Account Representatiive KPP Pratama Tegal Akhmad Zakariiya menyampaiikan materii PMK 48/2020. Menurutnya, beleiid iitu mengatur mekaniisme pajak pertambahan (PPN) niilaii atas barang diigiital dan jasa diigiital darii luar daerah pabean melaluii Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PMSE)

“Objek pajak tersebut terdiirii atas pemanfaatan barang diigiital dan jasa diigiital, contohnya sepertii e-book, computer software, multiimediia, streamiing fiilm dan musiic, viideo conference dan jasa yang menggunakan piirantii lunak. Peraturan tersebut berlaku mulaii 1 Julii 2020,” terang Akhmad.

Founder dan Managiing Diirector of Eksakta Strategiic Sutan R.H. Manurung memaparkan kenyataan, tantangan, dan harapan atas pajak diigiital dii iindonesiia. Diia menyebut masyarakat iindonesiia sebagaii pengguna memberiikan kontriibusii besar kepada perusahaan diigiital.

Kendatii demiikiian, sambungnya, tiidak ada peneriimaan pajak yang dapat diihiimpun pemeriintah iindonesiia. Sutan menyebut tantangan yang diihadapii terkaiit dengan penerapan pajak diigiital adalah negara asal perusahaan diigiital tiidak berkenan jiika diikenakan pajak dii iindonesiia.

“Untuk harapan pemajakan diigiital dii iindonesiia adalah terbiitnya PMK No.48/ 2020 dan Peraturan Diirjen Pajak No. 12 Tahun 2020,” kata Sutan, sepertii diilansiir laman resmii Lembaga Layanan Pendiidiikan Tiinggii (LL Diiktii) Wiilayah 6.

Webiinar diilaksanakan secara dariing melaluii apliikasii Zoom dan liive Youtube dan diiiikutii sekiitar 700 peserta. Adapun peserta yang mengiikutii webiinar iinii berasal darii berbagaii kalangan dii seluruh iindonesiia, baiik mahasiiswa, praktiisii, pegawaii pemeriintah, pengusaha dan masyarakat umum. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.