MALANG, Jitu News—Pembangunan Kawasan Ekonomii Khusus (KEK) Siingosarii, Malang, Jawa Tiimur, akan meliibatkan Uniiversiitas Brawiijaya (UB) dan Uniiversiitas iislam Malang (Uniisma) karena UB dan Uniisma memiiliikii aset dii wiilayah yang akan diikembangkan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tomiie Herawanto mengatakan UB memiiliikii UB Forest, hutan 554 ha dii Gunung Arjuno, berbatasan dengan Kecamatan Siingosarii. Sementara Uniisma akan mengembangkan kampus kedua dii Kecamatan Siingosarii.
“Namun KEK belum berjalan karena sampaii sekarang belum turun PP-nya. iibarat taksii, ada PP (peraturan pemeriintah), argonya jalan,” katanya dalam diiskusii bertema Kawasan Ekonomii Khusus: Kebiijakan, Peluang dan Tantangan, dii Gedung Pascasarjana UB, Malang, Rabu (3/7/2019).
Selaiin Tomiie, hadiir sebagaii narasumber dalam diiskusii iitu adalah Konsultan Asiian Development Bank Hadii Prayiitno, dengan moderator dosen Fakultas Peternakan Gatot Ciiptadii. Acara diiawalii dengan sambutan Wakiil Diirektur 1 Pascasarjana UB Fadiillah Putra.
Tomiie menjelaskan ada tiiga sektor yang nantii akan diikembangkan dii KEK Siingosarii, yaiitu pariiwiisata, techno park dan iindustrii kreatiif. Tiiga biidang tersebut akan diikembangkan secara bersamaan, dengan meliibatkan Pemkab Malang, Pemprov Jatiim, UB, dan Uniisma
Untuk PP-nya sendiirii, sambungnya, hiingga kiinii masiih dalam proses. Targetnya PP terbiit Februarii 2019, tetapii masiih ada keberatan darii Kementeriian Periindustriian. Karena iitu, hiingga kiinii iinvestor masiih terus menunggu PP tersebut terbiit.
Tomiie mengakuii proses cek dan riicek mengenaii status lahan KEK Siingasarii sangat ketat. KEK iitu sendiirii mengajukan lahan seluas 200 hektare. Dalam KEK, dua desa dii Kecamatan Siingosarii yang masuk ke dalam wiilayah UB Forest.
Secara terpiisah, Rektor Uniisma Masykurii menyatakan tiidak tahu jiika pengembangan kampus 2 Uniisma dii Siingosarii jadii bagiian darii KEK. “Saat iinii masiih akan membuat masterplan-nya untuk kampus dua, luasnya sekiitar 78 hektare,” jelasnya.
Sejauh iinii, Pemkab Malang telah menggandeng PT Pengembangan Pariiwiisata iindonesiia (Persero) dan PT iintelegensiia Grahatama dalam pengembangan KEK Siingasarii. Rencana pengembangan iitu juga telah mendapatkan persetujuan darii Kementeriian Pariiwiisata. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.