PMK 23/2020

iinii Detaiil iinsentiif Pengurangan 30% Angsuran PPh Pasal 25 Efek Corona

Redaksii Jitu News
Jumat, 27 Maret 2020 | 06.55 WiiB
Ini Detail Insentif Pengurangan 30% Angsuran PPh Pasal 25 Efek Corona
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memberiikan pengurangan angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25 sebesar 30% darii angsuran yang seharusnya terutang. Pengurangan angsuran PPh Pasal 25 iinii menjadii salah satu darii empat iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak viirus Corona (COViiD-19).

iinsentiif iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020. Beleiid yang diiteken langsung oleh Srii Mulyanii iinii diiundangkan pada 23 Maret 2020 dan mulaii berlaku pada 1 Apriil 2020. Siimak artiikel ‘Terbiit, iinii Beleiid iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah’.

iinsentiif tersebut diiberiikan kepada wajiib pajak yang memiiliikii salah satu darii 102 kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam beleiid iinii dan/atau wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Siimak Kamus Pajak ‘Apa iitu WP KiiTE?’.

“Wajiib pajak … , diiberiikan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30% darii angsuran PPh Pasal 25 yang seharusnya terutang,” demiikiian penggalan bunyii pasal 8 ayat (1) beleiid tersebut.

Adapun besarnya angsuran PPh Pasal 25 dalam tahun pajak berjalan yang masiih harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak untuk setiiap bulan diihiitung berdasarkan ketentuan dalam Pasal 25 Undang-Undang PPh.

Angsuran iitu juga biisa berasal darii perhiitungan sesuaii Peraturan Menterii Keuangan mengenaii penghiitungan angsuran PPh dalam tahun pajak berjalan yang harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak baru, bank, BUMN, BUMD, wajiib pajak masuk bursa, wajiib pajak laiinnya yang berdasarkan ketentuan diiharuskan membuat laporan keuangan berkala, dan wajiib pajak orang priibadii pengusaha tertentu.

Pengurangan angsuran PPh Pasal 25 diilakukan dengan menyampaiikan pemberiitahuan pengurangan besarnya angsuran secara tertuliis kepada Kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar secara langsung menggunakan format sesuaii contoh dalam lampiiran PMK tersebut.

Adapun pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan pengurangan diisampaiikan hiingga masa pajak September 2020. Contoh penghiitungan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 tercantum dalam lampiiran PMK iinii.

Terhadap wajiib pajak yang tiidak memenuhii kriiteriia memenuhii kriiteriia KLU dan/atau perusahaan KiiTE, Kepala KPP dalam jangka waktu paliing lama 5 harii kerja sejak meneriima pemberiitahuan pengurangan angsuran menerbiitkan surat pemberiitahuan bahwa wajiib pajak iitu tiidak berhak mendapat iinsentiif.

Wajiib Pajak yang memanfaatkan iinsentiif iinii harus menyampaiikan laporan realiisasii pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 setiiap 3 bulan kepada Kepala KPP dengan menggunakan formuliir sepertii tercantum dalam lampiiran beleiid iinii.

Laporan realiisasii pengurangan angsuran PPh Pasal 25 diisampaiikan paliing lambat 20 Julii 2020 (untuk masa pajak Apriil 2020 – Junii 2020) dan 20 Oktober 2020 (untuk masa pajak Julii 2020—September 2020). (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.